Dua Bersaudari Terlindas Tronton


Tewas di TKP

Dua Bersaudari Terlindas Tronton
Tewas: Jasad Bersaudari Sari dan Meri, ditutupi warga pakai daun pisang saat masih terkapar di tengah Jl RHA Rozak, depan PHDM IV, Kalidoni, Palembang, kemarin

________________________________________

PALEMBANGKecelakaan maut di Jl RHA Rozak, depan PHDM IV, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Minggu (24/8) sekitar pukul 13.30 WIB, merenggut nyawa dua bersaudari, Maria Vega Sari (24) dan Meri (14). Kedua pengendara sepeda motor Honda Supra X BG 4053 MN tersebut, terlindas truk tronton bernopol BG 8312 UR bermuatan material coran berbentuk I beam.

Kedua warga Jl Mayor Zen, Lr Margoyoso, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni itu tewas di tempat kejadian perkara (TKP), akibat terlindas truk tronton beroda 22, yang disopiri Bastian (56), warga Jl Sawah, Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sako, Palembang. Sari tewas dengan kondisi kepala pecah, sedangkan Meri luka kaki kanan patah terbuka.

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Arief Fitrianto melalui Kanit Laka Iptu Harsono, mengatakan, angotanya sudah melakukan Olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. “Sepeda motor menyenggol mobil jenis Avanza di depannya, lalu terjatuh dan terlindas truk tronton. Untuk data lainnya kami menunggu hasil visum, sementara itu sopir tronton sudah kami amankan,” katanya.

Diketahui, anggota Pos Laka 902 yang melakukan pemberkasan di lapangan, Aipda Edwar, Bripka Isbandi, dan Brigadir Sugito. Menurut Edwar, semua kendaraan melaju dari arah simpang Sekojo menuju simpang Pusri. “Mobil Avanza di lajur kiri, truk tronton di lajur kanan. Sepeda motor korban berusaha memotong dari tengah, menyenggol mobil Avanza hingga pengendara motor terjatuh ke sebelah kanan dan terlindas ban kiri belakang tronton,” terang Edwar. Diketahui, sepeda motor dikemudikan Sari.

Ditemui Koran Ini, Bastian sang sopir tronton, mengaku tidak tahu jika mobilnya melindas kedua pengendara sepeda motor. Sebelumnya, dia menemui anaknya di simpang Sekojo, minta dibawakan pancing. “Terus saya lihat dari kaca spion seperti ada yang tertabrak, saya pikir itu anak saya. Akhirnya saya disuruh berhenti, saat saya turun ternyata orang lain yang kecelakaan,” singkatnya. (cj13/bap/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 25 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: