Melihat Flyover Jakabaring yang Tak Kunjung Selesai


Pemprov Optimis, Dewan Kritisi Perencanaan

Melihat Flyover Jakabaring yang Tak Kunjung Selesai

Pembanguna flyover (jalan layang) Jakabaring Palembang menelan dana sekitar Rp 180 miliar. Sejak 2013 lalu pengerjaan tahap pertama sudah dilakukan. Nah, dalam perjalanannya ternyata mengalami perubahan sistem penganggaran. Ada apa sebenarnya?

Melihat Flyover Jakabaring yang Tak Kunjung Selesai
Terbangkalai: Terhentinya pengerjaan proyek flyover Jakabaring Palembang beberapa bulan terakhir, menimbulkan kemacetan kendaraan di kawasan tersebut

________________________________________

Pembangunan jembatan layang atau flyover simpang Jakabaring diproyeksikan mengurai kemacetan di Metropolis. Yang terjadi sekarang, pembangunannya terkesan terbangkalai. Inilah yang disesalkan banyak pihak. Apalagi, dengan adanya perubahan sistem penganggaran akan berakibat pada molornya target yang ditentukan.

Ya, tidak bisa dipungkiri. Faktanya proyek yang menelan dana murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel itu masih butuh perhatian. Isu yang berkembang, terhambatnya proyek tersebut akibat tidak matangnya perencanaan.

Ini terlihat, sejak tahap pertama pengerjaan pada 2013 lalu banyak kendala yang terjadi. Baik persoalan pembebasan lahan hingga pendanaan. Terbukti, pengerjaan tahap pertama hanya mampu menganggarkan dana sekitar Rp 88 miliar. Untuk melanjutkannya, Pemprov Sumsel harus kembali menganggarkan melalui sistem multiyears senilai Rp 90 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah, mengatakan, saat ini pembangunan flyover sedang menunggu proses tender yang sedang berlangsung. “Untuk proses tender sendiri diprediksi paling lama satu bulan. Sebenarnya untuk pembangunan ini dapat dilakukan penunjukan langsung, namun agar konpetitif dilakukan proses tender,” terangnya.

Lebih lanjut diungkapnya, pembangunan flyover akan kembali dilanjutkan pada awal September mendatang. Diprediksi pembangunan flyover akan selesai paling lambat Oktober 2015 nanti. “Ke depan untuk pembangunan-pembangunan jembatan seperti ini akan kita lakukan dengan sistem multiyears, sehingga pembangunan tidak terbangkalai lama seperti ini,” pungkasnya.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Ir Ruslan Bahri, mengatakan bahwa pembangunan proyek flyover yang sempat terhenti akan kembali dilanjutkan. “Paling lambat akhir bulan ini pembangunan flyover yang dibangun di simpang empat Jakabaring akan kembali kita lanjutkan,” katanya.

Dijelaskan, karena tidak menggunakan sistem tahun jamak atau multiyears sehingga setiap tahun harus dianggarkan dan ditenderkan untuk melakukan pembangunan. Dimana pembangunan dengan skema years to years memang cenderung memakan waktu lebih lamban. Pasalnya, pembangunan haruslah mengikuti mekanisme anggaran yang ada. Jadi, di tahap kedua mereka harus menunggu tender lagi baru bisa bekerja lagi.

Pejabat Pelaksana Taknis Kegiatan (PPTK) Pembangunan Flyover Jakabaring Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel Ir Joko Saputra MM, mengatakan, pembangunan flyover sudah memasuki 40 persen, menyisakan 60 persen pembangunan untuk mencapai finishing. Ia menegaskan, secara teknis proyek bisa memungkinkan selesai pada Oktober 2015. “Sedang kita lelang dan ditargetkan September ini kita mulai. Karena tahun jamak, maka pengerjaannya juga ditargetkan selesai pada September tahun depan. Kendala pembangunan selama ini terbentur anggaran dan penuntasan pembebasan lahan untuk digunakan,” akunya.

Panitia pembebasan lahan flyover, Hilman, menambahkan, pembebasan lahan sudah hampir 100 persen. Dalam artian, pemerintah provinsi sudah memiliki anggaran untuk mengganti lahan milik warga yang terkena pembangunan. “Kita sedang menunggu daftar dari pihak agraria untuk pembayaran, ada satu kendala terjadi tumpang tindih kepemilikan tanah. Sehingga masih diurus secara legalitas untuk pembayaran. Artinya kita sudah tinggal pembayaran tidak ada kendala soal pembebasan,” pungkasnya.

Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Sumsel, H Darmadi Djufri SH MH menilai, terbangkalainya pembangunan flyover simpang Jakabaring akibat dari tak matangnya perencanaan pemerintah provinsi. Jembatan yang diharap akan mampu mengurai kemacetan, justru lama terhenti alias mangkrak.

“Pembangunannya amburadul, tak komprehensif sehingga tak tuntas baik secara ketepatan waktu dan terbangkalai,” kata Darmadi.

Dijelaskan Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sumsel ini, hasil evaluasi pansus menyimpulkan, tidak matangnya perencanaan pembangunan baik dalam sisi waktu dan pendanaan, mengakibatkan pembangunan yang ditargetkan selesai 2014 tahun ini, justru terhenti. “Apalagi pembangunan flyover tersebut murni dari dana APBD Sumsel, tanpa bantuan pusat. Harus benar-benar butuh perencanaan matang,” ungkap Darmadi.

Dikatakan, DPRD Sumsel sudah sepakat untuk melanjutkan pembangunan flyover tersebut karena dinilai sangat mendesak melalui peraturan daerah (perda) tentang anggaran pembangunan tahun jamak atau multiyears. “Solusi terbaik saat ini adalah pendanaan, makanya kita sepakati anggaran tahun jamak dan meminta pemprov segera menyelesaikan dan harus tuntas 2015,” ingatnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi, menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan terjadi salah perencanaan dari pihak Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), terutama soal anggaran yang mengusulkan Rp 90 miliar.

“Seharusnya untuk pembangunan jembatan dan jalan harus dianggarkan menggunakan tahun jamak. Tapi PUBM malah mengajukan Rp 90 miliar pada 2013 lalu, kenyataannya hanya selesai pada separuh fisik bangunan,” terangnya. (tim/asa/ce1)

Lahan Bersengketa, Proyek Tetap Jalan

Selain pembangunan yang molor, ternyata proyek flyover juga menyisakan masalah yang belum tuntas. Seperti halnya ganti rugi lahan warga yang terkena imbas pelebaran jalan.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhajirin, Taruna Jaya, yang tanahnya akan digusur, mengatakan, pihaknya belum mendapat ganti rugi pemerintah. Padahal janjinya dulu uang tersebut akan dicairkan pada awal 2013 lalu. Tetapi hingga saat ini belum ada realisasinya.

Berdasarkan informasi penundaan pembayaran oleh Pemerintah Kota Palembang tersebut disebabkan karena banyaknya pengakuan hak atas tanah tersebut. “Kabarnya dananya sudah ada. Tetapi ketika mau pencairan waktu itu ada pihak ketiga yang mengaku memiliki tanah tersebut. Karena banyaknya pemilik dan sertifikat inilah pemerintah bingung ke mana uang ini akan diberikan,” ungkap dia.

Akhirnya terjadi mediasi yang dihadiri Asisten I Pemkot Palembang, Camat dan Lurah. Dalam mediasi tersebut pihak ketiga minta pembagian 50:50. Tetapi warga menolak karena mereka dapat menunjukkan bukti yang kuat kalau itu milik mereka.

“Munculnya opsi dana pihak ketiga ini dapat bagian 10 persen. Tetapi pihak ketiga ini juga menolak akhirnya belum ditemukan titik terang siapa pemilik lahan tersebut sebenarnya,” kata dia.

Meskipun lahan masih dalam sengketa, lanjutnya pemerintah bisa saja menjalankan proyek flyover tersebut. Pasalnya, sesuai dengan UU Agraria tahun 1960 pemerintah berhak membangun di tanah masyarakat demi kepentingan umum. “Syaratnya uang ganti rugi tetap dibayarkan,” ungkapnya. Apabila ada persengketaan, maka pemerintah wajib menitipkan uang tersebut ke pengadilan. “Nanti biar pengadilan yang melakukan penyelidikan dan memutuskan siapa yang berhak menerima uang ganti rugi tersebut,” tuturnya.

Dikatakan, ada sekitar 1.200 meter dari 9 pemilik lahan yang terkena pembangunan flyover. “Dari kesepakatan itu, pemerintah akan memberikan ganti rugi sebesar Rp 2.140.000 per meter tidak termasuk bangunan,” imbuhnya.

Untuk sebelah kiri jalan dari Ampera–Jakabaring lahan yang akan digusur mulai dari Masjid Al-Fathul Akbar–Kantor DPRD Kota Palembang. Sedangkan sebelah kanan dari Loket Marlin–depan Polresta Palembang. “Lahan warga yang terkena bangunan semuanya mengarah ke Jakabaring,” katanya. Ditambahkan, warga akan tetap bertahan mempertahankan hak mereka hingga pemerintah membayar uang ganti rugi. (tim/asa/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 24 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: