Majikan-Pembantu Tewas Dibantai


Hj Maryam alami 27 tusukan, Masnun 12 tusukan

Majikan-Pembantu  Tewas Dibantai
Kediaman Korban: Rumah korban Hj Maryam yang ditemukan tewas bersama pembantunya di Jl RW Monginsidi, RT 01, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, kemarin siang. Inzet: Korban Hj Maryam bersama suami H Ibrahim dan anak-anaknya

_________________________________________

PALEMBANGPerampokan disertai pembunuhan terjadi di rumah H Ibrahim (60), warga Jl Robert Walter (RW) Monginsidi, RT 01, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Sabtu (23/8). Dua korban tewas bersimbah darah akibat luka benda tumpul dan benda tajam. Bahkan terdapat luka seperti sayatan di lher pada salah satu korban.

Korban Hj Maryam (57) istri pemilik rumah dan pembantunya Masnun (40), ditemukan tewas di dalam rumah, Sabtu (23/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Korban Hj Maryam ditemukan tewas terlentang di depan pintu gudang. Maryam mengalami luka tusuk sekitar 27 lubang, persisnya 21 lubang di dada hingga ke perut dan 6 lubang di lengan kiri. Diduga korban tewas lantaran luka tusuk yang dialaminya menembus organ dalam tubuh korban.

Sementara korban Masnun ditemukan tewas tertelungkup persisnya di ruang makan. Masnun mengalami 12 luka tusuk, terdiri di leher kanan sebanyak 5 lubang, leher kiri 3 lubang, lengan kiri 3 lubang, pipi kiri 1 lubang, lecet di dada serta luka lebam di dada dan mata. Korban diduga tewas akibat hantaman benda tumpul di dadanya serta luka sayat sekitar 15 centi meter di leher bagian kiri.

Diperkirakan pelaku melakukan aksinya antara pukul 13.00 WIB – 14.00 WIB. Lantaran sebelumnya, H Ibrahim (60) suami korban sempat menghubungi istrinya itu sekitar sekitar pukul 13.00 WIB. “Pagi tadi masih sehat sekitar pukul 10.00 WIB, saya masih komunikasi terakhir pukul 13.00 WIB,” ujar Ibrahim yang kesehariannya berdagang rempah-rempah di Pasar 16 Ilir ini.

Lalu, sekitar pukul 14.00 WIB, korban tidak bisa dihubungi lagi. Saat itu Hj Fatimah, ipar korban menghubunginya untuk mengajak pergi Yasinan selamatan naik haji di rumah keluarganya di Kelurahan 11 Ilir, Ilir Timur (IT) II. Selanjutnya, Fatimah mendatangi rumah korban, sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya Fatimah curiga lantaran pintu rumah terbuka namun tidak ada sahutan saat dipanggil. Saat memasuki halaman rumah, pintu rumah korban terbuka dan melihat ada ceceran darah di lantai depan. Lantaran takut, dirinya pun langsung memanggil tetangga .

“Kami janji nak barengan datang ke sano (acara Yasinan, red). Aku terkejut pas nyampe di rumah korban, aku jingok ado darah samo wong tekapar dekat pintu. Terus aku langsung hubungi suami aku dan suami korban dan memanggil tetangga,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, warga pun langsung menghubungi pihak kepolisian. Aparat Polresta Palembang dan Polsekta Kalidoni tiba sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung melaukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementera kedua korban dilarikan ke kamar jenazah rumah sakit Dr Moh. Hoesin (RSMH) Palembang untuk divisum.

Dari olah TKP sementara, korban diduga dihabisi lebih dari tiga orang. Aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau buah, linggis, gunting, dan tabung gas LPG ukuran 12 koligram, disinyalir digunakan pelaku untuk menghabisi kedua nyawa korban. “Kondisi korban tewas bersimbah darah. Satu korban mengalami luka sayatan di leher dan satunya mengalami tusuk berkali-kali di dada. Pembanbantu ditemukan di ruang makan dan majikannya di depan pintu gudang,” ujar Kapolsekta Kalidoni AKP Trie Sumarsih.

Untuk motifnya, aparat masih melakukan pendalaman. Namun ada indikasi perampokan, lantaran barang berharga milik korban lenyap. Para pelakuberhasil mengambil uang Rp 20 juta, dan perhiasan emas sebanyak 20 suku. “Total kerugian labih dari Rp 60 juta. Ada dugaan pelakunya orang yang dikenal. Karena nekad menghabisi nyawa korban agar identitasnya tidak diketahui. Atau bisa juga korban berusaha melawan,” ucapnya.

Sedangkan untuk modusnya, informasi yang berhasil dihimpun pelaku berpura-pura sebagai petugas mengecek listrik. Lantaran beberapa saksi sempat melihat ada orang yang mencurigakan di depan rumah korban seperti mengecek instalasi dan menunggu di depan rumah. “Kami akan konfirmasi ke PLN karena ada informasi pelaku berpura-pura mengecek listrik,” tandasnya.

Informasi lainnya, korban memiliki empat orang anak. Korban hanya tinggal bersama suami dan pembantunya. Keseharian korban hanya berdua dengan pembantunya yang telah beerja hampir satu tahun. Sedangkan suami korban berdagang di Pasar 16 Ilir. Cucu korban Jihan, ketika pulang sekolah sempat melihat sejumlah orang mengenakan pakaian kemeja lengan pendek warna biru menunggu di atas motor putih di depan rumah korban.

Sementara pantauan Koran Ini di RSMH, tampak keluarga ramai memadati ruang forensik. Salah satu keluarga korban, Mail, menceritakan bahwa kedua korban merupakan orang baik. Biasanya korban selalu waspada bila ada orang yang akan bertamu. Ada dugaan pelaku dikenal ataupun berpura-pura sebagai petugas. “Biasonyo kalu dak kenal, bibik tuh protek nian,” ujar Mail, keponakan korban.

Jenazah korban divisum oleh dr Indra Nasution SPf dibantu beberapa petugas medis RSMH. Informasinya luka tusuk di dada korban Hj Maryam menembus organ dalam. Sedangkan Masnun mengalami luka lebam di dada, dan sayatan di leher yang cukup dalam.

“Penyebab kematiannya kita belum tahu, karena banyak sebab. Tapi luka yang cukup fatal pada korban Maryam ialah beberapa luka tusuk di bagian dada yang semuanya menembus organ dalam. Sedangkan korban Masnun ada luka lebam di dada, dan leher bagian kiri ada sayatan yang diduga dilakukan pelaku dari sebelah kanan korban,” ucapnya di sela-sela pengecekan luka pada kedua korban. (cj13/gti/qiw/bsp/ce1)

Tuntaskan Tindak Kriminalitas

Tuntaskan Tindak Kriminalitas Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution, mengatakan, semua kasus dalam penyelidikan akan selalu dikembangkan oleh pihaknya. Dirinya juga menekankan kepada seluruh jajarannya yang menangani kasus tindak kriminal yang beberapa waktu terakhir marak terjadi. Untuk itu, pihaknya akan selalu mencari langkah awal dalam menuntaskan kasus kriminalitas.

“Kita gelar perkara untuk melihat kronologis awal, sehingga dapat mencari langkah selanjutnya untuk mengejar pelaku. Data alat bukti dan hasil olah TKP semua akan didalami lagi. Setiap tindak kejahatan pasti ada titik lemah yang ditinggalkan oleh pelaku,” terang Saud Usman Nasution.

Terpisah, Kriminolog Syaifudin Pettanase saat dikonfirmasi terkait tindak kriminalitas disertai pembunuhan yang marak terjadi mengatakan, tingkat kriminalitas tersebut tergantung dari tingkat kepadatan penduduk yang berada di dalam wilayah tersebut. “Jika jumah penduduknya tinggi, maka tindak kriminalitas juga semakin tinggi. Hal yang paling utama untuk mencegahnya tindak kriminalitas merupakan diri kita sendiri,” ucapnya.

Mengenai kasus pembunuhan disertai perampokan yang menyebabkan korbannya tewas dengan luka disekujur tubuh dan dihantam menggunakan benda tumpul, menurut dia, hal itu dipengaruhi tingkat emosional pelaku terhadap korban. “Meskipun korbannya sudah tewas, pelaku tersebut tetap melakukan penganiayaan terhadap jenazah korban, baik itu menggunakan senjata tajam maupun benda tumpul untuk melampiaskan emosi. Bahkan para pelaku kerap kali melampiaskan emosi seperti itu dan berharap identitasnya tidak bisa dikenali,” bebernya. (cj13/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 24 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

2 Responses to Majikan-Pembantu Tewas Dibantai

  1. follow back ya, makasih

  2. oke deh. terima kasih kunjungannya, Masbro. salam blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: