Tewas Akibat Ulah Penjambret


Lisdiana Jatuh dan Terseret

Tewas Akibat ulah Penjambret

PALEMBANGMalan dialami Lisdiana (19). Warga Jalan Kebon Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang, itu justru tewas setelah terseret sepeda motor sejauh 15 meter saat mengejar penjambret tasnya, kemarin (5/8) sekitar pukul 08.55 WIB.

Informasi diperoleh, kejadian bermula sepeda motor Yamah Mio hitam bernopol BG 6873 IW dari rumah menuju tempat kerjanya di Kompleks Kenten City. Sesampainya di Jl Pangeran Ayin, korban dipepet dua pengendara motor bebek yan belum diketahui identitasnya.

Tiba-tiba, pengendara motor tersebut merampas tas milik mahasiswi semester dua Universitas Tridinanti itu. Sontak, korban langsung berteriak maling. Melihat pelaku kabur setelah berhasil merampas tas miliknya, korban berusaha mengejar pelaku dan berhasil.

Motornya sempat sejajar dengan motor pelaku. Namun, tak lama kedua motor bersenggolan. Diduga melaju dengan kecepatan tinggi, korban Lisdiana tidak mampu mengendalikan motornya.

“Korban terseret sepeda motornya sejauh 15 meter, hingga menabrak mobil Suzuki Jimny merah bernopol BG 17 BF milik Sarkowi,” ujar Kapolsekta Sako, AKP Oloan Purba, melalui Wakapolsekta, Iptu Novan.

Menurutnya, kejadian tersebut murni akibat penjambretan, tidak ada unsur kecelakaan lalu lintas. “Kami sudah mengecek rekaman CCTV milik warnet dekat tempat kejadian, sebelum menabrak mobil Jimny itu, ia jatuh terseret,” tambahnya.

Sementara, Sarkowi, pemilik mobil Jimny, mengatakan, sebelumnya ia sudah melihat korban yang terseret di depannya. Makanya, ia segera mengerem mobilnya. “Setelah saya berhenti, motor yang dikendarai korban menabrak dan langsung masuk ke bawah mobil. Benturannya sangat keras sekali,” bebernya.

Pantauan ruang forensik RSMH, korban yang mengenakan baju putih bermotif bunga dan rok hitam hanya mengalami luka lecet di bagian lutut dan jari jempol kiri. Farida, ibu korban, mengatakan, anak keduanya pergi dari rumah sekitar pukul 08.30 WIB hendak bekerja sebagai marketing di Perumahan Kenten City.

“Dak katek firasat kalu dio nak pergi selamonyo. Cuma pagi kemarin, dio (Lisdiana) bawa makanan menggunakan kotak makanan, biasonyo dio menggunakan plastik,” pungkas Farida didampingi M Ali, ayah korban. (cj3/vin/ce6)

Sumatera Ekspres, Rabu, 6 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: