Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Wisata Sejarah


Orang Tua Harus Ikut Andil

Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah

Nasib wisata seperti berada di ujung tanduk. Setiap hari libur, tingkat kunjungan wisata tak seramai dengan wisata modern. Selain minim promosi, fasilitas yang disediakan pun terkesan minim. Bagaimana pemerintah menyikapinya?

________________________________________

Berlibur itu menyenangkan. Banyak warga berbondong-bondong membawa anggota keluarga menikmati beragam paket wisata. Baik itu, wisata alam, wisata sejarah hingga wisata modern. Belakang, wisata mocern yang didominasi hasil karya manusia cenderung diminati warga. Sementara, wisata sejarah maupun wisata alam sangat minim. Padahal, banyak edukasi yang didapat melalui wisata sejarah maupun wisata alam ini. Terutama bagi anak usia dini. Dengan demkian, para orang tua harus ikut andil meramaikan wisata sejarah. Di Sumsel misalnya, wisata alam cukup banyak. Tetapi, hanya dikunjungi saat libur hari-hari besar. Sementara wisata modern hampir setiap akhir pekan diserbu pengunjung.

Seperti halnya pada libur Lebaran tahun ini. Tingkat kunjungan pada sejumlah objek wisata alam seperti di Gua Putri di Kabupaten OKU, Air terjun Bedegung di Kabupaten Muara Enim, Danau Ranau di Kabupaten OKU, Bukit Siguntang di Palembang hingga lokasi wisata alam lainnya di Sumsel tak seramai dibanding wisata modern Amanzi Waterpark, OPI Waterfun maupun Fantasy Iceland.

Semestinya, para orang tua memberikan keseimbangan kepada anak-anaknya untuk mengenal semua jenis wisata. Sehingga, akan memberi memori yang baik bagi perkembangan anak. “Memang harus seimbang sih. Sehingga anak-anak dapat memahami sejarah, terutama bagi mereka yang sudah sekolah,” ujar Fatmawati, ibu rumah tangga yang sengaja membawa anaknya ke Monpera Palembang untuk melihat sejarah perjuangan kemerdekaan.

Ia mengakui, wisata sejarah amupun wisata alam banyak dikunjungi saat hari libur tertentu. Seperti halnya libur Lebaran saat ini. “Ya kerena banyak waktu luang. Jadi, anak-anak dibebaskan untuk memilih. Selain itu, kalau wisata sejarah tidak terlalu berdesak-desakan dibanding wisata modern,” katanya.

Semenatara di Museum Balaputr Dewa, Km 5, Kota Palembang. Meskipun tidak signifikan, tapi warga asli Palembang yang kebetulan mengajak saudara berlibur ke Palembang memilih museum tempat penyimpanan peninggalan sejarah itu sebagai tujuan.

“Banyak dari luar Palembang, seperti Bogor, Bandung dan Jakarta. Tapi sebenarnya mereka asli Palembang, tapi berlibur dan mengajak keluarga ke sini (museum, red) sebagai edukasi,” ungkap Beni, pemandu wisata Museum Balaputr Dewa Palembang.

Dijelaskan, selama masa liburan Lebaran tahun ini, dalam sehari jumlah kunjungan mencapai 60 orang dari umum. Jumlah kunjungan yang sulit dicapai pada hari-hari biasa. “Kalau hari biasa untuk umum sulit mencapai jumlah kunjungan 50 orang, tapi kalau anak sekolahan biasanya datang berombongan. Rata-rata mereka yang datang memang ingin mengetahui sejarah Kerajaan Sriwijaya, bahkan ada seju,lah backpacker dari Belanda,” ucapnya.

Indah pengunjung museum yang dibincangi Sumatera Ekspres mengaku, sengaja memilih museum untuk memberikan pengetahuan kepada anaknya tentang Sriwijaya. Maklum, saat ini menetap di luar Kota Palemban. “Penting untuk mengetahui sejarah, makanya saya ajak ke museum selama liburan jga bisa belajar,” tukasnya.

Sementara di Taman Wisata Punti Kayu, sejak dibuka 29-31 Juli lalu, sudah tembus 4 ribu pengunjung dengan rata-rata 1.300 pengunjung setiap harinya. Mayoritas warga yang datang dari luar Kota Palembang yang berlibur bersama keluarga. “Kalau har biasa hanya 4 ratus pengunjung setiap harinya, terjadi peningkatan 200 persen pengunjung,” kata Humas Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Antony, kemarin (2/8).

Menurut Antony, dipilihnya Punti Kayu oleh warga untuk menghabiskan liburan karena selain posisi letak yang strategis di tengah kota juga tiket masuk rekreasi yang terjangkau oleh masyarakat. “Tiket masuk dewasa Rp 10 ribu dan anak-anak Rp 5 ribu. Tapi memang sepertinya masyarakat lebih menikmati wisata alam ketimbang buatan, lebih alami dan bisa dinikmati semua kalangan,” urainya.

Marwan, warga Banyuasin yang berwisata bersama keluarga mengaku lebih memilih Punti Kayu yang notabene wisata alam ketimbang mengunjungi mall dan lainnya karena mencari suasana yang kekeluargaan. “Di sini (Punti Kayu, red) kita bisa mengenal alam dan bisa santai berkumpul bersama keluarga, tidak di mall yang bersifat individual dan tidak bisa santai sambil gelar tikar,” ungkap Marwan yang datang bersama anak dan istrinya.

Sementara pengamat pendidikan Prof Dr H Sirozi menilai wajar jika ada kecenderungan orang tua mengajak anggota keluaganya ke wisata modern. Kondisi ini tentunya sudah sesuai perkembangan zaman. “Saya kira sebenarnya orang tua mengajak anak ke tempat hiburan modern itu sesuai tren perkembangan di masyarakat,” ujar Sirozi.

Ia mengatakan, untuk wisata alam (historis) pemerintah belum maksimal mempromosikan aset wisata alam, tak hanya sebatas itu saja manajemen pengelolaan hanya sekedarnya, segi keamanan juga kurang. “Di Sumsel pengelolaan potensi wisata alam di setiap daerah sangat banyak tapi cenderung promosi dan pengelolaan kurang. Sehingga orang tua terkadang lebih suka memperkenalkan anaknya ke wisata modern,” ucap Sirozi.

Selain itu, untuk ke daerah belum lagi jarak tempuh yang jauh memakan waktu lama. Segi keamanan kurang terjamin. Makanan juga sulit di dapat. “Harapan ke depannya pemerintah dapat melakukan pengelolaan dan pengembangan lebih baik lagi sehingga menjadi pilihan dari orang tua,” katanya.

Tidak hanya sebatas itu, wisata alam juga dapat diinformasikan dengan pendidikan misalnya dengan keberadaan museum itu bisa memaksimalkan potensi museum yang saat ini masih kurang diminati. “Kurang peminat karena belum maksimal pengelolaan,” tandasnya. (mik/cj9/nni/asa/ce1)

Momen Kumpul Bersama Keluarga

Warga Lebih Tertarik Kunjungi Wisata Modern Ketimbang Sejarah | Momen Kumpul Bersama Keluarga
Ramai: Pengunjung asyik bermain di wahana permainan yang berada di Amanzi Waterpark

Kunjungi Tempat Wisata dan Mall
Momen liburaan sekolah dan Lebaran banyak dimanfaatkan keluarga untuk berkunjung ke tempat pariwisata. Puncak liburan diprediksi akan berakhir hingga besok (hari ini, 3/8), sebab Senin (4/8) masyarakat sudah kembali beraktivitas.

Kepala Bagian (Kabag) Humas OPI Waterfun, Novi mengatakan, sehari setelah Lebaran permintaan kunjungan mengalami peningkatan signifikan bahkan mencapai 50 persen. “Kemarin pengunjung yang datang mencapai dua ribu orang. Jumlah itu meningkat dibanding kondisi normal yang berkisar 1.000 pengunjung per hari,” ujarnya kemarin.

Dikatakan, tingkat kunjungan didominasi dari kalangan keluarga yang mencapai 95 persen. “Pengunjung mayoritas dari dalam Kota Palembang. Ada dari luar daerah tetapi tidak terlalu banyak, mungkin hanya 10 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat cenderung menghabiskan waktunya bersama keluarga untuk melakukan refresing. “Tetapi kami prediksi lonjakan ini hanya akan terjadi hingga minggu nanti kemudian kembali normal lagi,” tukasnya.

Selain tempat wisata tujuan masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga di pusat-pusat perbelanjaan. Seperti di Palembang Indah Mall (PIM) nampak sangat ramai. Selain lalu lalang pengunjung banyak ke restoran dan wahana permainan. Event dan Promotion PIM, Intan mengatakan, hari ini traffic pengunjung masih sangat ramai yang mencapai 10 ribu pengunjung. “Jumlah ini meningkat 50 persen dari kondisi normal yang berkisar diangka 6 ribu-7 ribu pengunjung per hari,” ungkapnya.

Namun, mulai Senin mendatang pihaknya optimis pengunjung akan kembali stabil. Itu dikarenakan masyarakat mulai masuk kerja. Corporate Manager Palembang Square (PS) Mall, Ghufron menambahkan, mulai Lebaran hingga H plus 4 pengunjung sangat lebih dari 60 ribu pengunjung per hari. “Untuk memfasilitasi pengunjung semua tenan juga tetap beroperasi selama Lebaran,” ungkapnya. Selain berbelanja pengunjung memilih ke restoran dan ke tempat hiburan seperti menonton bioskop. (cj9/asa)

Tingkatkan Promosi Wisata

Butuh peran bersama dalam upaya memajukan sektor wisata. Baik itu wisata alam maupun wisata daerah. Sebab, kesiapan masyarakat juga dibuthkan. “Kalau wisata alam pengunjung kebanyakan orang kota yang bosan dengan suasana perkotaan, tapi kalau wisata modern kebanyakan pengunjung dari daerah,” ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Palembang Drs Ahmad Zazuli.

Nah, mall hingga kolam renang serta permainan anak-anak merupakan bagian dari wisata modern. Banyak pengunjung dari daerah yang mendatanginya. Tetapi harus diingat, bahwa kehadiran museum sejarah sebagai bagian dari pariwisata belakangan banyak diminati. Setiap hari libur tingkat kunjungan cukup tinggi. Di Palembang, sektor wisata ramai dikunjungi wisatawan. “Liburan keluarga memang jarang dijadikan momen ke tempat-tempat museum,” terangnya. Tetapi, pada momen-momen tertentu ramai.

Ke depan pihaknya akan melakukan penataan kenyamanan bagi pengunjung, bekerja sama dengan pihak terkait seperti pengelola museum dan bekerja sama dengan dinas pendidikan terkait baik Palembang ataupun kabupaten/kota lainnya. “Peningkatan promosi juga akan digencarkan,” tandasnya. (nni/asa/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 3 Agustus 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: