Bentuk Tim Siaga, Pengguna Layanan Seluler Meningkat


Lebaran, Jamin Koneksi Lancar

Bentuk Tim Siaga, Pengguna Layanan Seluler Meningkat
Kondisi Jaringan: Tim siaga PT Telkomsel Region Sumbagsel menjelaskan kondisi jaringan telekomunikasi Telkomsel di wilayah Sumbagsel. Operator seluler ini meningkatkan kapasitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi pelanggan di momen Lebaran

_________________________________________

Antisipasi tingginya pengguna voice, SMS, maupun data saat Lebaran membuat sejumlah operator telah melakukan penambahan jaringan. Tak hanya itu, provider juga mempersiapkan program-program selama perjalanan mudik dan Lebaran.

* * * * * * * * * * * * * * *

Selama perjalanan mudik Lebaran, masyarakat tak perlu khawatir putus koneksi dengan keluarga, teman maupun kerabat. Pasalnya seluruh provider telah menambah kualitas layanan sejak awal Ramadhan lalu. Seperti PT Telkomsel menjamin koneksi jaringan lancar. Itu lantaran, saat ini pihaknya terus melakukan perbaikan dan kontrol di beberapa BTS (base transceiver station) mulai dari Pelabuhan Bakauheni–Jambi yang diprediksi menjadi jalur arus pemudik.

“Kami pastikan selama perjalanan mudik, konsumen tidak akan terputus koneksi, karena sinyal sudah kami perbesar sejak awal puasa lalu,” ujar General Manager Sales and Customer care PT Telkomsel Sumbagsel, Syawaluddin didampingi corporate communication Agus Winarto kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

Dikatakan Syawal, berdasarkan pengalaman lonjakan penggunaan layanan Telkomsel di Sumsel saat Ramadhan mengalami peningkatan signifikan. Seperti voice meningkat12 persen dan layanan data mencapai 120 persen. “Saat Ramadhan atau Lebaran biasanya orang banyak ucapan-ucapan selamat kepada keluarga dan kerabat lain,” ungkapnya.

Pihaknya menyakini Ramdhan dan Lebaran kali ini lonjakan akan terjadi seperti tahun sebelumnya. Oleh karena itu pihaknya telah melakukan antisipasi dengan meningkatkan layanan jaringan. “Kami telah mengantisipasi kenaikan voice 25 persen, dan SMS 20 persen. Jadi kami pastikan jaringan Telkomsel lancar,” tuturnya.

Sementara untuk layanan data kata dia, pihaknya mengantisipasi dengan asumsi terjadi peningkatan hingga 200 persen. Itu dikarenakan tren masyarakat yang mulai beralih ke arah data baik media sosial. “Kami lihat tren masyarakat mulai banyak ke arah layanan data. Itu tidak lepas dari perkembangan jaringan sosial,” imbuhnya.

Untuk pengisian pulsa Telkomsel juga mengantisipasi dengan menjamin pelanggan tetap akan dapat melakukan pengisian pulsa tanpa gangguan. “Saat ini kami juga memiliki program promo tarif dari setiap produk prabayar maupun pascabayar. Jadi setiap topup pulsa pelanggan akan mendapat promo spesial,” tuturnya.

Selain jaringan, kata Syawal, antisipasi penggunaan saat Ramadhan dan Lebaran pihaknya juga telah meningkatkan distribusi produk dan ketersedian pengisian pulsa hingga 2 kali lipat dari kondisi normal di tempat pengisian pulsa seperti, outlet, channel distribusi baik traditional (Mkios dan voucher fisik) dan modern channel seperti, ATM, T-Cash, transfer pulsa dan sebagainya). “Meskipun diprediksi ada lonjakan permintaan pengisian pulsa saat Lebaran, kami menjamin harga pulsa di pasar tetap stabil,” tuturnya.

Hingga akhir Juni 2013 lalu secara nasional Telkomsel mencatat 135 juta pelanggan. “Dari jumlah itu sekitar 13,4 juta pelanggan di wilayah Sumbagsel,” imbuhnya. Memfasilitasi kepuasan konsumen, pihaknya terus melakukan pembenahan dengan menambah BTS. Dikatakan, selama periode Januari-Mei 2014 ini pihaknya telah menambah 3.600 BTS hingga akhir tahun 2014 ditargetkan menambah 12 ribu BTS.

Dikatakan, dengan pemanbahan tersebut jumlah BTS Telkomsel di regional Sumbagsel mencapai 7 ribu BTS yang terdiri dari BTS 2G dan 3G. “Secara berkesinambungankami akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan dengan cara penambahan kapasitas. Pembangunan BTS baru hingga modernisasi jaringan dalam bentuk implementasi perangkat, servis dan fitur terbaru,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini masih ada beberapa kendala untuk pembangunan BTS khususnya di daerah pelosok desa. Seperti, masalah kecepatan proses pembangunan oleh vendor, dan ketersediaan pasokan listrik untuk kelengkapan BTS.

Senior Officer Corporate Communications PT Axiata (XL) Sumbagsel, Anom Riyanto mengatakan, antisipasi hadapi lonjakan trafik selama Lebaran, ada 3 hal telah dilakukan pihaknya yaitu, penambahan kapasitas jaringan antara lain melakukan penambahan kapasitas radio sebesar 2 kali lipat dijalur utama mudik. “Kapasitas juga ditingkatkan di jaringan core dan IN dengan menjaga utilitas jaringan diangka 50-60 persen,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga memasang mobile BTS di 21 jalur mudik utama dan area-area banyak dikunjungi. “Kami juga akan optimisasi jaringan dan instalasi HD voice dan melakukan penambahan high speed packet acces untuk kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data,” ungkapnya.

Untuk memastikan koneksi jaringan lancar selama Lebaran, pihaknya telah melakukan uji coba kualitas jaringan di jalur dan lokasi tujuan utama pemudik secara berkala sejak awal Ramadhan lalu. “Pengujian kami lakukan dengan test drive dan user experience test. Jadi selama Lebaran dan perjalanan mudik kami pastikan koneksi lancar,” tutupnya. (cj9/nni/asa/ce2)

Tingkatkan Kapasitas Voice-Data

Tingkatkan Kapasitas Voice-DataPantau Jaringan: Tim Telkomsel Siaga memantau kondisi traffic telekomunikasi pelanggan

________________________________________

Pengamat selulur di Sumatera Selatan, Ferry Dahler mengatakan, pihak provider harus mengantisipasi lonjakan traffic telekomunikasi yang meningkat tajam saat mudik dan Lebaran.

Meski melonkjak tajam, kata Ferry, provicer diharapkan bisa meningkatkan kapasitas layanan telekomunikasi baik suara, SMS maupun data. “Tren jelang Lebaran, pengguna layanan komunikasi melalui handphone meningkat tajam. Masyarakat pemudik sangat membutuhkan media komunikasi secara langsung yang menyapa keluarga dan kerabat. Mereka berharap pelayanan provider meningkat seiring hari-hari besar keagamaan,” terang Ferry.

Maka yang diperlukan provider harus melakukan peningkatan kapasitas voice dan data. “Sebab, masyarakat atau konsumen sering mengalami kekecewaan saat hari-hari besar keagamaan, justru voice dan data mengalami gangguan alias tidak secara utuh memberikan pelayanan dan kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Untuk mengatasi masalaha itu, provider harus memberikan solusi dengan berbagai paket dan program menarik bagi pelanggannya, seperti peningkatan BTS mobile pada titik-titik rawan jaringan dan sinyal bermasalah. “Gejolak arus mudik menyebabkan jaringan tidak aman, menjadi lelet dan sinyal melemah, termasuk saat mengakses Facebook dan jejaring sosial,” jelasnya.

Provider harus menjamin kenyamanan berkomunikasi para pelanggan dengan keluarga saat Lebaran tahun ini. “Kecepatan data internet, kesuksesan telepon dan SMS juga harus diuji dengan serius guna mengantisipasi lonjakan traffic yang terjadi,” tukasnya. (roz/asa/ce2)

Tingkatkan Kapasitas Jaringan

Tingkatkan Kapasitas Jaringan Mengantisipasi kenaikan trafik selama libur Lebaran 2014, PT Indosat Tbk, menyiapkan berbagai layanan. Mulai dari peningkatan kapasitas jaringan, monitoring kondisi jaringan hingga test drive jalur mudik untuk melayani 59,7 juta pelanggannya di seluruh Indonesia. Ini disampaikan langsung oleh Head of Sales Area Palembang PT Indosat Tbk, Naswir Episka Lubis, kemarin (23/7).

“Untuk kapasitas jaringan layanan voice, kami menyiapkan 1,08 miliar menit percakapan per hari atau 18 Erlang per hari, kalau untuk layanan short massage system (SMS) kapasitas yang kami siapkan 1,45 miliar sms per hari dan untuk layanan data per harinya telah kami siapkan 335 TeraByte,” jelas Naswir.

Persiapan kapasitas jaringan ini, kami lakukan karena kami prediksi akan terjadi kenaikan traffic telekomunikasi untuk semua layanan, seperti voice, SMS, dan data. “Untuk kenaikan, akan terjadi sekitar H-3 Lebaran sampai H+7 Lebaran, dengan kenaikan rata-rata sekitar 30 persen, dengan kenaikan tertinggi kami prediksi ada pada layanan data,” tuturnya.

Sedangkan untuk menjaga performance jaringan, kami telah mengoperasikan dua sistem monitoring, yakni single network operation center (OC) dan Lebaran Command Center (LCC). “Fungsi sistem SNOC untuk memantau stabilitas dan kualitas seluruh jaringan Indosat secara terintegrasi secara nasional, dapat memantau dengan cermat, jika terjadi gangguan, sehingga dapat ditangani dengan cepat, agar layanan kepada pelanggan tidak terganggu,” tegasnya.

Kalau untuk fungsi LCC, sebagai pemantau performance jaringan yang dibuat khusus selama musim mudik Lebaran. Sehingga jika ada gangguan dapat terpantau secara cepat dan juga bisa segera ditangani. “Untuk sistem LCC, dioperasikan mulai H-3 sampai dengan H+7 Lebaran,” cetusnya.

Lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan test drive bersama dengan pemerintah pada 14-16 Juli lalu, di sepanjang jalur mudik, seperti Jakarta–Surabaya–Bandung–Jakarta dan Jakarta–Merak–Bandar Lampung.

“Dari test drive itu, kami telah memenuhi tolak ukur secara umum, baik untuk 2G, 3G dan FWA, dengan hasil success call 98,83 persen untuk kualitas jaringan 2G dan 3G layanan suara atau voice dari test drive (onnet), voice statistic untuk kondisi onnet dan offnet menunjukkan success call 99,41 persen, SMS delivered (<3 min) 100 persen dan layanan data, data statistic HTTP transfer, menunjukkan HTTP download SR 100 persen," bebernya. (cj10/asa/ce2)

Provider Harus Transparan

Musim mudik Lebaran 2014 dijadikan momentum dan ladang bisnis yang sangat prospektif bagi perusahaan-perusahaan penyedia jasa komunikasi. Khususnya operator telepon seluler. Sebab, saat musim mudik berlangsung, komunikasi melalui handphone meningkat pesat sampai ke kampung halaman tempat mudik.

Maka tidak heran, jika perusahaan operator seluler saling bersaing dan mengklaim dirinya sebagai provider jasa komunikasi terbaik bagi masyarakat selama mudik. Mereka berebut konsumen dengan mempromosikan paket mudik baik melalui iklan-iklan media cetak maupun elektronik, bahkan terkadang terlihat saling sindir satu sama lain demi menarik pelanggan.

Namun, banyak juga iklan dan layanan jasa operator seluler yang kurang transparan kepada para pemudik. Mereka cenderung hanya menampilkan keunggulan dari layanannya tetapi tidak memberikan ketentuan layanannya secara jelas, dan ketika diamati secara detail ternyata layanan tersebut membebani para pemudik.

Misalnya menuntut konsumen atau pemudik untuk membayar sejumlah biaya yang ditentukan untuk mendapatkan konten layanan khusus. “Intinya provider harus transparan selama memberikan pelayanan mudik dan Lebaran,” singkat Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel Musni Wijaya.

Andri, petugas posko induk Dishubkominfo Sumsel menambahkan, untuk tahun ini pihak Dishubkominfobekerja sama dengan lembaga penyiaran Radio Republik Indonesia (RRI) terkait penyiaran arus mudik Lebaran tahun 2014. Pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa provider untuk layanan mudik terpadu. (roz/asa/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 24 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: