Tidak Jera dan Takut


Makin Banyak Gunakan Formalin dan Rhodamin B

Tidak Jera dan Takut
Sidak Pasar (Foto atas): Tim BBPOM Palembang membeli sampel es dan menguji mi basah dari pasar bedug dalam sidak kemarin. Temuan (Foto bawah): dr Yetti dari Dinkes Palembang menunjukkan dua produk kemasan yang kadaluarsa.

________________________________________

LEMABANGTak ada tindak lanjutnya dari instansi terkait terhadap hasil pengujian pangan pasar bedug yang dilakukan BBPOM Palembang membuat para pembuat makanan dan pedagang tak jera. Mereka masih berani menggunakan zat kimia berbahaya dalam makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat.

Setidaknya itulah hasil pengecekan tim BBPOM ke enam pasar bedug, kemarin. Yakni Pasar Bedug Lemabang, Perumnas, Simpang Pusri, Pasar Kuto, Km 9, dan Lebong Siarang. Ada dua tim yang diturunkan, dilengkapi dengan dua mobil laboratorium. “Dari hasil pengawasan hari ini (kemarin, red), kami menemukan sampel mengandung formalin pada tahu, mi basah, dan cincau. Sedangkan cendol, positif mengandung rhodamin B,” kata Kepala BBPOM Sumsel, Dra Indriaty Tubagus Apt MKes.

Jenis pangan yang positif mengandung formalin dan rhodamin B bertambah dari hasil pengawasan tahap pertama, beberapa waktu lalu. Saat itu, tim dari BBPOM Palembang juga telah mendatangi sejumla pasar bedug di Metropolis. Mulai dari pasar bedug Cinde, Masjid Agung, Kompleks Balayudha, Sekip, Monpera, Km 5, Jalan Ratna, Tangga Buntung, Masjid Taqwa, 7 Ulu, Kertapati, dan Kompleks Ogan Permata Indah (OPI).

Bahkan, ucap Indriaty, dari 16 sampel yang mereka ambil di pasar bedug Lemabang, tidak ada satu pun pangan yang bebas dari bahan berbahaya. “Padahal sudah disosialisasikan larangan penggunaan zat-zat kimia pada makanan serta bahayanya. Tapi masih saja ditemukan bahan makanan mengandung zat berbahaya ini,” ceteusnya.

Diungkap indriaty, tahun lalu, kejadiannya sama. Tapi setelah sosialisasi, para pembuat pangan dan penjual makanan serta minuman di pasar bedug mematuhi imbauan BBPOM. “Tapi tahun ini sangat fatal. Para pedagang kembali tidak menjual produk berkualitas dan sehat,” imbuhnya.

Terkesan mereka tidak jera dan tidak ada rasa takut sama sekali. Untuk mencegah masyarakat mengonsumsi pangan berbahaya itu, BBPOM langsung menyita makanan dan minuman yang positif mengandung formalin dan rhodamin B tersebut dari para pedagang.

“Ini sebagai barang bukti. Semua produk yang sudah ami ambil dari pedagang akan kami bawa ke kantor dan dimusnahkan. Kami juga memberikan surat pernyataan kepada pedagang agar tidak kembali menjual produk yang serupa,” tegas Indriaty.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan makanan di beberapa pasar bedug lainnya. Pihaknya ingin pedagang jujur dan pembeli pintar. “Dalam kondisi sekarang, sebaiknya masyarakat menghentikan konsumsi mi basah dan beralih ke mi atom. Untuk tahu, sebaiknya gunakan tempe saja,” pintanya.

Nur, pedagang rujak mi yang jualannya dicek tim BBPOM, mengaku membeli mi basah dari Pasar Lemabang. “Saya sama sekali tidak paham jika rujak mi yang saya jual mengandung formalin. Padahal keluarga saya juga ikut makan,” bebernya. (wia/ce4)

Temukan Mi-Snack Kedaluarsa

Temukan Mi-Snack Kedaluarsa PALEMBANGTim gabungan Dinkes, Bagian Perekonomian, Bagian Kesra, Disperindagkop, Satpol PP, dan BBPOM Palembang serta YLKI Sumsel menggelar pengawasan peredaran pangan kemasan, kemarin. Sidak akan dilaksanakan dua hingga tiga hari ke depan. Targetnya 48 titik, tiap tim 16 lokasi.

“Kami mengerahkan tiga tim pengawasan, memantau pangan kedaluarsa dan parsel. Ada juga bahan obat serta kosmetik berbahaya. Sasarannya, supermarket, hypermarket, minimarket, dan perusahaan dagang (PD) yang ada di wilayah Palembang,” ujar Kepala Dinkes Palembang dr Anton Suwindro, melalui tim pengawasan lapangan, dr Yetti Armagustini MKM.

Tim pertama yang diikuti koran ini mendatangi delapan usaha dagang di sekitaran Jl R Soekamto, Kenten, Pusri, dan Celentang. Tim dua beroperasi d seputaran kota, Angkatan 45, Letkol Iskandar, dan Lingkaran (Bukit Besar). Sedangkan tim tiga melakukan pengawasan di kawasan Plaju dan Jakabaring. “Tempat yang kami sidak adalah usaha yang selalu ramai didatangi masyarakat. Bukan hanya tempat usaha yang hanya menjual grosir, namun juga eceran,” jelasnya.

Dikatakan Yetty, sidak parsel akan terus dilakukan hingga mendekati Lebaran. Pada momen seperti ini, para pedagang atau tempat usaha kurang mengontrol makanan kemasan yang dijual. “Jika ditemukan produk kemasan yang rusak, akan kami pisahkan dan kami minta kepada pemilik tempat usaha itu untuk tidak dipajang lagi,” imbuhnya.

Dalam sidak kemarin, pihaknya menemukan produk mi instan bungkus, mi instan cup, dan snack yang kedaluarsa, tapi masih dipajang. “Yang seperti ini langsung kami musnahkan di tempat,” cetusnya.

Ia prihatin, banyak masyarakat yang tidak waspada dalam membeli dan mengonsumsi produk kemasan. Padahal, di Palembang sudah menyebar makanan kemasan yang tidak layak konsumsi. Baik karena masa berlakunya sudah expired, mupun kemasannya penyok atau berkarat.

Minimal masa berlaku sebuah produk untuk dimasukkan ke dalam parsel adalah enam bulan sebelum kedaluarsa,” beber Yetty. Pemilik tempat usaha yang ditemukan produk kemasan kedaluarsa diminta untuk datang ke Dinkes Palembang. “Dengan surat panggilan, mereka akan diberikan pembinaan agar mengawasi produk yang mereka jual,” tuturnya.

Tim pertama melakukan sidak ke toko buah Larissa, PD Manis, Giant, Indogrosir, Diamond, Lotte Mart, dan Toko MM Permai. Pantauan ke titik lainnya akan dilanjutkan kembali, hari ini. Kepala Dinkes Palembang dr Anton Suwindro menambahkan, sidak parsel menurunkan tiga tim, satu tim beranggotakan delapan orang.

Dikatakan Anton, dalam tiga hari pengawasan, tim pertama akan mendatangi toko buah Larissa, Lotte Mart, Diamond, PD Manis Patal, JM Kenten, Giant Extra, PD Permai, Indogrosir, Sumber Rezeki, MM Boni, Seven Mart, PD Sariwangi, Disneyland, PD Manis Sabara, MM Sekip Makmur, dan PD Arofah.

Sedangkan tim dua yang beranggotakan dr Alfarobi MKes dan tujuh orang lainnya melakukan sidak ke Hypermart PIM, Ramayana, Carrefour PS, Hypermart PSX, Rie Mart, MM Kharisma Puncak, MM Kharisma Way Hitam, PD Serasi, Pasaraya JM, PD Manis Dempo, Toko Yulia, dan Toko Anggrek.

Sementara tim tiga yang beranggotakan H Yuliswan SH MH, Hj Eni Hardiani SKM MSi, dan lainnya melakukan sidak ke beberapa minimarket Pratama Mart, JM Plaju, Hypermart Lippo Plaza, MM Plaju, Kharisma, dan PD Manis Km 12, dan lainnya. (wia/cj6/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 16 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: