Temukan Mamin Kadaluarsa


Temukan Mamin Kadaluarsa
Sidak: Tim gabungan saat melakukan sidak makanan dan minuman di sejumlah toko dan pasar tradisional. Dalam sidak yang digelar kemarin petugas menemukan produk makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa dan juga minuman keras

“Barang-barang yang kadaluarsa kami amankan. Termasuk miras yang diperjualbelikan tanpa disertai surat izin,” Husnizar SE

_________________________________________

BATURAJAProduk makanan dan minuman (mamin) yang kemasannya rusak dan kadaluarasa ditemukan tim gabungan saat inpeksi mendadak (sidak) kemarin. Sidak dilakukan tim yang beranggotakan Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindagkop, Satpol PP dan kepolisian, MUI, serta Badan Ketahanan Pangan (BKP) OKU. Sidak dilakukan di toko dan pasar tradisional. “Barang-barang yang kadaluarsa kami amankan. Termasuk miras yang diperjualbelikan tanpa disertai surat izin,” kata Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM OKU, Husnizar SH, usai sidak pasar, Selasa (15/7).

Pantauan di lapangan, saat sidak petugas mengambil sampel makanan dan minuman yang diduga mengandung zat berbahaya. Sebagian petugas lagi melakukan razia ke toko makanan dan manisan.

Dari sepuluh toko manisan yang dirazia, ada empat toko yang menyimpan makanan kadaluarsa. Sejenis Pop Mie, roti, Mie Sedap, Energen, minuman Segar Sari. Juga ditemukan makanan dan minuman rusak kemasan, serta sudah mendekati kadaluarsa. Lalu terdapat juga produk yang tak mencantumkan waktu kadaluarsa.

Bahkan, saat merazia di salah satu toko di Jl Dr Setia Budi, Pasar Baru, Baturaja, petugas mendapati mamin yang tak layak. Di toko tersebut, ppetugas juga mendapati miras jenis Figur dan Mansion House jenis Whisky diperjualbelikan. “Semuanya barang kadaluarsa sudah kami amankan. Selanjutnya akan kami berikan surat peringatan agar jangan mengulangi lagi, karena itu sesuai aturan,” tambahnya.

Disinggung soal hasil penelitian mamin yang diduga ada zat berbahaya, menurutnya baru sepekan ke depan bisa diketahui. “Kwemungkinan pean depan. Akan kita ketahui makanan yang diperjualbelikan mengandung formalin, boraks, atau zat berbahaya lainnya atau tidak,” pungkasnya.

Sementara, para pedagang tak mengetahui barang dagangannya sudah kadaluarsa. Bahkan, salah satu pemilik toko penjual miras menanggapi enteng saat diperingatkan petugas. “Harusnya sama tahu lah. Kan di toko-toko lain banyak yang jual juga . Nanti, miras ini akan kami kembalikan ke distributornya,” ujarnya. (gsm/ce6)

Sumatera Ekspres, Rabu, 16 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: