Ingin Kembali Kondusif


Ingin Kembali Kondusif
Aksi Damai: Ratusan PNS aktif maupun pensiunan melakukan aksi damai di DPRD Kota Palembang, kemarin

________________________________________

PALEMBANGRatusan PNS, honorer aktif, dan mantan pejabat di lingkungan Kota Palembang yang mengatasnamakan anggota Forum Pegawai Peduli Kota Palembang (FP3) melakukan aksi damai di halaman DPRD Kota Palembang, kemarin (15/7). Para anggota FP3 merupakan para PNS, honorer, serta karyawan BUMD yang dimutasikan pada masa kepemimpinan Wali Kota H Romi Herton dan H Harnojoyo.

Koodinator FP3, Arie Wijaya MSi mengatakan, pihaknya mendesak DPRD untuk meminta fatwa MA agar didapat kepastian hukum penyelenggaraan di Kota Palembang. “Sehingga penyelenggaraan pemerintahan kembali kondusif,” ujarnya. Selain itu pihaknya juga meminta dewan mengawasi ketat penyelenggaraan pemerintahan sebelum tercapainya kepemimpinan yang sesuai dengan hasil pilkada yang bersih dan jujur sesuai pilihan rakyat Palembang. Jika tuntutan yang kami sampaikan ini tidak ditindaklanjuti dalam waktu singkat oleh DPRD maka akan kembali datang ke DPRD dengan massa yang lebih banyak lagi,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua FP3, Ibnu Rohim mengaku pihaknya tidak akan melakukan hal negatif. “Kami hanya berusaha menyampaikan aspirasi,” ujarnya seraya mengatakan, sebagian besar PNS Kota Palembang saat ini merasa resah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Suhaili mengatakan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut. Pihaknya akan mempelajari lagi terkait permohonan ratusan PNS tersebut.

Terpisah, Plt Wali Kota Palembang, Harnojoyo bersikap dingin terhadap demo yang dilakukan oleh sejumlah PNS dan mantan honorer di lingkungan Pemkot Palembang tersebut. “Mereka ungkapkan aspirasinya, itu wajar. Namun, tentu kembali pada proses hukum yang sedang berjalan. Biarkan, sedang berproses,” ujarnya di Mapolresta Palembang guna berkoordinasi soal pengamanan jelang pengumuman hasil pilpres 2014 dan Idul Fitri 1435 H.

Diketahui, Wako Romi Herton dan istri Hj Masyitoh Romi, sejak Kamis lalu (10/7) ditahan KPK. Romi ditahan di Rutan KPK di Pomdam Guntur. Sedangkan Masyitoh ditempatkan di rutan yang ada di KPK.

Dalam perkara ini, selain dituduh menyuap Akil Mochtar terkait pemenangan Pilkada Kota Palembang, Romi dan istrinya juga dijerat pasal memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan. Saat menjadi saksi untuk Akil, pasutri ini memang memberikan keterangan yang berbelit dan bertentangan dengan kesaksian orang lain.

Pasal yang digunakan untuk menjerat keduanya ialah pasal 6 ayat 1 huruf (a) UU No 20/2001, jo pasal 64 ayat 1, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Serta pasal 22 jo pasal 35 ayat 1 UU20/2001 untuk keterangan tidak benar dalam persidangan.

Dalam sengketa pilkada Palembang, Akil didakwa meminta uang suap Rp 20 miliar, namun hanya diberi Rp 19,8 miliar oleh Romi. Transaksi penyuapan itu dalam sidang diketahui melalui perantara orang dekat Akil, yakni Muhtar Ependi.

Sidang pembuktianuntk suap sengketa pilkada Palembang dilakuakan beberapa kali dengan memeriksa sejumlah saksi. Pada sidang 28 Maret diketahui Sekda Kota Palembang Ucok Hidayat membawa uang Rp 2 miliar ke Jakarta melalui pesawat terbang. Uang itu ditaruh koper dan terditeksi petugas keamanan Bandara Sultan Mahmud badaruddin II.

Tiga Ajudan Romi Diperiksa
Sementara itu, KPK kembali memeriksa sejumlah saksi-saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap pilkada Palembang dan memberi keterangan tidak benar dalam persidangan. Ada 7 saksi di panggil KPK. Namun 3 di antaranya ialah ajudan Wali Kota Palembang, Romi Herton (RH) yang berlatar belakang unsur Polri. Juru Bicara KPK, Johan Budi menjelaskan dari ketujuhsaksi tersebut tiga di antaranya anggota Polri bernama Jimmy, Martin, dan Satria Afrial Dalamu. Sementara 4 lainnya yakni Rika Fatmawati (BPD Kalbar), Zulhafis (satpam MK), Risna Hasrilianti (BPD Kalbar), dan Nur Afandi (satpam BPD Kalbar). “Saksi-saksi diperiksa untuk tersangka RH dan M dalam kaitan kasus yang sama,” katanya kemarin (15/7) di Gedung KPK.

Para ajudan Romi itu juga kata Johan memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan seputar kasus yang menjerat Romi Herton dan Masyitoh. Ketiganya menurut Johan karena dianggap mengetahui, melihat ataupun mendengar tentang kasus korupsi suap penanganan sengketa Pilkada Palembang di Mahkamah Konstitusi yang ditangani Akil Muchtar.

Di tempat yang sama Ketua Tim Kuasa Romi dan Masyitoh, Sirra Prayuna enggan mengomentari terkait sangkaan yang diberikan KPK kepada kedua kliennya tersebut. Menurutnya saat ini baik penyidik maupun media massa harus mengedepankan praduga tidak bersalah kepada setiap tersangka. (ran/tim)

BKD Bentuk Tim Khusus

Terpisah, Kepala BKD Kota Palembang, Kurniawan, mengatakan, BKD akan membuat tim khusus untuk meneliti perbuatan yang dilakukan oleh sebagian PNS di Kantor DPRD Kota Palembang, kemarin. “Saya nanti akan laporkan ini kepada wakil walikota dan sekretaris daerah terkait untuk membentuk tim khusus.”

Lanjutnya, pihak BKD juga akan berkoordinasi dengan BKN karena perbuatan sebagian PNS tersebut dinilai sarat akan pelanggaran. “Perbuatan mereka sudah mencoreng nama PNS di Kota Palembang yang jumlahnya ribuan. Sementara mereka hanya sebagian kecil saja dan berada dalam forum selain Korpri,” terangnya.

Terkait status wali kota yang ditetapkan menjadi tersangka. Kurniawan menegaskan semuanya sudah diserahkan kepada hukum sehingga tidak perlu untuk bertindak sendiri mengatasnamakan PNS. “Jadi, nanti setelah diteliti terdapat berbagai pelanggaran maka mereka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya. (cj8/ce6)

Sumatera Ekspres, Kamis, 16 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: