Rakyat Rukun, Elite Harus Damai


Tim Sukses Tak Perlu Saling Berhadapan

Rakyat Rukun, Elite Harus Damai Komitmen siap kalah yang dilontarkan pasangan calon dan para pendukungnya benar-benar diuji dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) kali ini. Dengan perolehan suara yang cukup ketat, kubu yang dinyatakan kalah harus punya sikap ekstralegawa.

______________________________

mayoritas quick count alias hitung cepat lembaga survei telah menunjukkan kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)–Jusuf Kalla. Namun, juga berdasarkan hitung cepat lembaga penyigi suara, kubu Prabowo Subianto–Hatta Rajasa masih yakin bahwa kemanangannya di depan mata.

Dengan klaim kemenangan masing-masing kandidat, hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang paling lambat diumumkan 22 Juli mendatang manjadi penting dan ditunggu-tunggu. Namun, bukan hasilnya saja yang penting. Perhitungan suara di setiap jenjang rekapitulasi pun menjadi lebih utama. Dengan proses yang transparan, setiap pasangan calon dan pendukungnya diharapkan bisa ikhlas menerima. Apa pun hasilnya.

Prabowo Subianto menyatakan akan tetap berpegang kepada komitmen untuk menghormati apa pun keputusan rakyat. Dalam rekaman wawancara dengan BBC Indonesia, Jumat malam (12/7) Prabowo memastikan komitmennya tersebut. “Saya berkali-kali ngomong. Sejak pendaftaran di KPU, saat dapat nomor urut, saat deklarasi kampanye, apa pun keputusan rakyat saya hormati,” ujarnya.

Menurut Prabowo, dirinya tidak pernah berhenti menyatakan itu. Selama kampanye pun dia tidak pernah lupa menyampaikan poin penghormatannya kepada suara rakyat. Prabowo menegaskan bahwa jabatan presiden bukanlah tujuan. Yang utama ialah mengemban amanat rakyat melalui jabatan tersebut. Karena itu, segala proses harus dipastikan melalui hukum yang berlaku.

“Kalau terbukti secara hukum saya kalah, tentunya saya hormati. Saya tidak mau terima mandat kalau mandat itu tidak sah. Tetapi, sebaliknya, kalau ada rekayasa untuk tidak menghormati bukti hukum, ya itu yang saya tidak terima,” tegasnya.

Tjahjo Kumolo, Ketua Tim Pemanangan Nasional Jokowi-JK, juga menegaskan komitmen siap menang dan siap kalah. Hal tersebut, menurut dia, tidak perlu diperdebatkan karena sudah menjadi hal biasa dalam kompetisi.

Namun, dia menambahkan bahwa saat ini ada hal penting yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Yaitu, pengamanan suara dukungan pemilih kepada Jokowi-JK dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga ke pusat. Sebab, kata dia, suara yang tergambar dalam hasil quick count sejumlah lembaga, termasuk real count, yang dilakukan tim pemenangan adalah amanat rakyat yang harus dijaga. “Ini yang sekarang kami konsentrasikan. Relawan kami kembali kami kerahkanuntuk melakukan pengawasan,” ujar Tjahjo.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sesaat setelah pencoblosan pada 9 Juli lalu menegaskan pentingnya menjaga komitmen siap menang siap kalah. Saat itu, di kediamannya, Mega menyatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada para pendukung untuk menahan diri merayakan kemenangan.

Hasyim Muzadi, pengarah Tim Pemenangan Nasional Jokowi-JK, pun memberikan penekanan bahwa kunci mengendurkan ketegangan di tingkat elite beberapa waktu terakhir adalah kesabaran para kontestan untuk menunggu keputusan resmi KPU. “sebenarnya tim sukses pasangan capres-cawapres tidak perlu berhadap-hadapan. Apalagi karena berita di televisi terkait hasil quick count,” kata Hasyim.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga kembali memberikan imbauan terkait dengan pengawsan perhitungan suara di KPU. Untuk memastikan proses rekapitulasi suara berlangsung lancar. SBY pada Jumat (11/7) menghubungi Ketua KPU Husni Kamil Manik melalui telepon. Dalam pembicaraan tersebut, dia memberikan saran kepada KPU agar melibatkan dua pasangan capres-cawapres dalam proses tersebut.

Sebab, kata SBY, sekalipun kedua pasangan calon itu telah berjanji ikut menjaga keamanan dan ketertiban penghitungan suara oleh KPU, pihaknya menyadari persoalannya tidak sesederhana itu. Potensi konflik masih ada. “Nanti ada opini di sana sini. Misalnya, perhitungan KPU memenangkan pasangan mana pun dianggap oleh yang kalah tidak kredibel dan bahkan mengancam akan ada aksi rakyat. Karena itu, saya memiliki saran agar KPU mengajak, mengundang, melibatkan kedua pasangan untuk iukt mengawasi perhitungan yang dilakukan KPU sejak awal,” kata SBY kepada Husni dalam video Youtube yang diunggah di akun Twitter SBY, @SBYudhoyono.

SBY melanjutkan, hal itu penting untuk meminimalkan konflik pascapengumuman hasil real count oleh KPU pada 22 Juli mendatang. Selain itu, hal tersebut membuktikan bahwa perhitungan suara oleh KPU berlangsung transparan dan akuntabel. Dengan begitu, saat pengumuman hasil real count, dua pasangan diharapkan mampu menerima hasilnya dengan lapang dada.

Dalam penghitungan suara, netralitas kepala daerah juga menjadi penting. Mendagri telah membuat surat edaran yang meminta kepala daerah tidak memengaruhi hasil rekapitulasi suara di daerahnya. “Saya berharap bahwa kepala daerah dan wakilnya dapat menjalani tugas di koridornya,” kata Kapuspen Kemendagri Didik Suprayitno.

Hingga kini, belum ada laporan dari masyarakat, baik kepada Kemendagri maupun Kepala Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), tentang dugaan keterlibatkan kepala daerah dalam proese rekapitulasi suara. “Itu berarti memang tidak ada yang macam-macam. Kita mengharapkan lancar dan sesuai dengan rencana kegiatan,” tuturnya.

Sementara itu, stabilitas keamanan yang terjadi saat pemungutan suara diharapkan terjaga. Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan, kondisi yang terjadi pada 9 Juli lalu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia makin dewasa dalam berdemokrasi. Masyarakt tidak peduli dengan konflik yang terjadi di level elite. Mereka meyambut pemungutan suara tersebut dengan senang tanpa gangguan. Berkaca dari laporan jajaran Polri di daerah, Sutarman meminta kedua kubu capres juga ikut tenang. Kalaupun ada yang sudah mendek-larasi-kan kemenangan setelah melihat hasil quick count, dia meminta perayaan tidak berlebihan. “Saya mengimbau masing-masing kubu agar menunggu perhitungan riil yang dilakukan KPU untuk menyatakan kemenangan,” ujar Sutarman.

Dengan kondisi masyarakat yang kondusif selama pelaksanaan pemilu, menurut Sutarman, tidak seharusnya elite berlaku sebaliknya. Sebab, masyarakat di level akar rumput justru merasa aman-aman saja. “Karena itu, kami minta rekan-rekan (elite) menyebarkan kesejukan kepada masyarakat agar masyarakat tidak bingung. Mari kita tunggu perhitungan KPU yang akan terus berlangsung,” lanjur Kabareskrim itu. Panglima TNI Jenderal Moeldoko juga meminta kedua kubu capres untuk cooling down dan tidak saling tuding dalam menyikapi hasil quick count. (byu/c10/sof/dyn/ken/dod/ce2)

Tunggu Hasil Resmi KPU
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewanti-wanti agar panitia penghitungan suara hasil pemilihan presiden tidak bertindak curang. “Ancamannya bisa pidana,” kata anggota KPU, Hadar Nafis Gumay, di Jakarta kemarin.

Penghitungan suara di tingkat desa atau kelurahan berakhir kemarin, dan akan dilanjutkan di kecamatan sampai provinsi. Penghitungan terakhir di KPU dilakukan pada 20-22 Juli nanti.

Hadar mengatakan panitia harus jeli mengecek perolehan suara di Formulir C1 dengan mengacu pada jumlah suara sah di tempat pemungutan suara. “Mungkin saja ada yang mau berbuat curang, tapi itu kan bisa dirunut lagidan dikoreksi,” kata dia. Potensi kecurangan, kata Hadar, bisa saja terjadi jika hasil pindaian lampiran formulir C1 yang dikirm ke KPU tidak dikoreksi.

Ketua KPU Husin Kamil Malik menegaskan, perhitungan hitung cepar atau quick count, yang dilakukan lembaga survei, bukanlah hasil resmi KPU. Karena sesuai undang-undang, yang diakui dan menjadi acuan menang pilpres, adalah perhitungan manual yang akan dilakukan KPU.

Husni menjelaskan, proses rekapitulasi suara, akan dimulai di tingakt desa atau kelurahan dan kecamatan pada 12 Juli. Kemudian rekapitulasi luar negeri dan tingkat provinsi pada tanggal 18 dan 19 Juli 2014, dan dilanjutkan rekapitulasi nasional mulai tanggal 20 hingga 22 Juli. KPU berharap mnasyarakat, terutama tim kedua pasangan capres bersama panwaslu, mengawal rangkaian proses ini.

Sebelumnya, sejumlah pengamat menyayangkan adanya perbedaan hasil dari perhitungan quick count dari sejumlah survei. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Ari Dwipayana berpendapat munculnya hasil hitung cepat atau quick count yang berbeda sudah diperkirakan sebelumnya, bahkan dinilai sebagai bagian untuk membingungkan masyarakat.

“Quick count tandingan akan dimunculkan sebagai tandingan atas hasil hitung cepat yang dimunculkan oleh lembaga survei kredibel,” kata Ari menanggapi munculnya perbedaan hasil hitung cepat. (rei/asa/ce2)

Rumor Tidak terbukti, Arus Modal Mulai Masuk
Panasnya persaingan perebutan kursi presiden sempat membuat kalangan dunia usaha waswas dan menurunkan dulu gigi ekspansi bisnisnya. Pemerintah terus berusaha meyakinkan pebisnis bahwa polarisasi yang tajam antarkedua calon dan pendukung tidak akan mengganggu iklim berusaha di Tanah Air.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) membantah rumor tentang adanya sebagian pengusaha yang telah memindahkan aset finansialnya ke Singapura. Konglomerat pemilik jaringan bisnis CT Corp itu meyakinkan, kabar tersebut tidak benar karena para pengusaha dan investor terbukti tidak panik dengan eskalasi politik di Indonesia.

CT juga telah menghubungi para konglomerat dan investor untuk mengklarifikasi kabar burung yang tidak jelas sumbernya tersebut. “Saya meyakinkan bahwa proases pemilu presiden akan berjalan lancar seperti pemilu legislatif sebelumnya,” ujar dia.

Dia juga menemui pengusaha-pengusaha besar di Indonesia dan meminta bisnis mereka tetap berjalan sebagaimana biasa. Untuk meyakinkan pebisnis, CT memberikan garansi pribadi. “Saya contohkan, semua aset saya ada di Republik Indonesia tidak ada yang dibawa ke luar,” kata pria yang menurut versi majalah Forbes memiliki kekayaan hingga US$ 4 miliar atau sekitar Rp 44 triliun tersebut.

Menurut CT, para pengusaha memang selalu berpikir realistis. Jika memang kondisi keamanan di Tanah Air memburuk, perekonomian pun akan segera tertular dan hal itu bisa memicu pelaku usaha untuk menyelamatkan aset-asetnya dengan memindahkannya ke negara-negara yang relatif lebih stabil seperti Singapura.

“Tapi, itu tidak perlu dilakukan karena kondisi di sini (Indonesia, red) aman. Semua terkendali karena pemerintah terus bekerja untuk memastikan proses pemilu berjalan lancar,” ucapnya.

CT kini dapat tersenyum karena tiga hari seusai pemilihan presiden, para pengusaha dan masyarakat sudah meyakini situasi dan kondisi keamanan dan perekonomian tetap terkendali. Persaingan dua calon presiden memang masih panas karena saling klaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei.

Namun, pengusaha dan investor justru mengapresiasi prediksi kemenangan Joko Widodo (Jokowi). Karena itu, janganlah membawa aset finansial ke luar negeri (capital outflow), sepanjang pekan lalu justru terjadi aliran modal masuk (capital inflow) dalam jumlah besar. Indikatornya jelas, nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat terperosok bisa bangkit dengan cepat.

Kamis lalu (10/7) atau sehari seusai pemilihan presiden yang menunjukkan unggulnya perolehan suara Jokowi-Jusuf Kalla (JK) menurut mayoritas lembaga survei, nilai tukar rupiah sempat menguat hingga level 11.549 per US$. Itu berarti, dalam periode dua pekan, rupiah sudah menguat 554 poin atau 4,57 persen dari posisi terlemah di 12.103 pada 27 Juni lalu.

Euforia unggulnya Jokowi-JK yang lebih banyak dijagokan investor juga terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Sehari pascapilpres pada Kamis lalu (10/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) melesat 73 poin ke level 5.098 karena guyuran dana asing yang mencapai Rp 4,19 triliun pada hari itu. Dengan demikian, sejak awal tahun total terdapat Rp 50,68 triliun dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia. (owi/c10/sof/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 14 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: