Kesiapan Armada Jelang Musim Mudik Lebaran 2014


Ajang Menaikkan Tarif Angkutan

Kesiapan Armada Jelang Musim Mudik Lebaran 2014

Pelabuhan: Suasana Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Banyuasin menuju Mentok Bangka. Pihak pelabuhan pada musim mudik Lebaran tahun 2014 siap melayani setiap penyeberangan baik kendaraan dan orang

________________________________________

Pulang kampung atau mudik sudah jadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah berkewajiban memberi pelayanan baik dari segi infrastruktur, armada hingga keamanan. Satu sisi, momen ini menjadi ajang bagi pemilik armada menaikkan tarif angkutan.

* * * * * * * * * *

Lonjakan penumpang belum begitu terasa di sejumlah perwakilan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Palembang. Meski memasuki pekan kedua Ramadhan, jumlah penumpang belum meningkat dan masih seperti hari-hari biasanya.

“Jelang Idul Fitri armada siap, bahkan untuk mengatasi lonjakan penumpang telah disiapkan 100 armada tambahan,” ujar Junaidi, kepala cabang PO Lorena Palembang, ia mengatakan, hari biasa pemberangkatan setiap hari ada empat bus. Yakni jurusan Palembang–Jakarta Rp 290 ribu, Palembang–Bogor Rp 320 ribu, Palembang–Pekanbaru Rp 290 ribu, Palembang–Medan Rp 390 ribu.

“Harga tersebut masih normal, meski mengalami kenaikan itu pun hanya 30 persen,” ucapnya. Prediksi lonjakan baru akan terjadi H-7 dan H+7 Lebaran. Kepala Seksi Opreasi dan Pelayanan Damri Palembang, Desmon Pakpahan mengatakan, khusus tahun ini pihaknya ada penambahan trayek dari Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA), Prabumulih ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Sedangkan untuk AKAP jurusan Palembang–Jakarta, Palembang–Purbolinggo (Jawa Tengah). “Total armada 24 untuk tiga jurusan tersebut, khusus AKAP 12 armada,” terang Desmon

Saat ini, semua armada full AC terdiri 39-43 kursi untuk AKAP dengan tarif Rp 585 ribu, rincian Palembang–Jakarta Rp 380 ribu, Jakarta–Purworejo Rp 205 ribu. Menurutnya, perkiraan tuslah (kenaikan tarif) baru akan terjadi H-7 hingga H+10 Lebaran. Tapi ia memastikan saat terjadinya tuslah justru penumpang tidak banyak yang akan berangkat.

Sementara pada sejumlah armada lainnya, seperti PO Handoyo belum ada lonjakan penumpang yang berarti. “Sekarang masih sepi. Kita perkirakan penumpang mulai ramai H-10 dan puncaknya sekitar H-4 menjelang Lebaran,” terang agen bus PO Handoyo, Karnoto Efendi. Mengena harga tiket mulai kemarin (14/7) terjadi kenaikan sebesar Rp 510 ribu dari harga normal Rp 450 ribu. Semua armada full AC, dengan kapasitas 40 tempat duduk,” tukasnya.

Bagaimana dengan angkutan sungai, danau dan penyeberangan? Manager Operasional Express Bahari, Hasyim mengatakan, akan ada kenaikan tarif pada angkutan penyeberangan. “Ini baru rencana pihak kita dan akan berlaku mulai 20 Juli, tapi kita ikuti perkembangan dulu, yang penting bisa memenuhi kehendak masyarakat yang menjadi penumpang,” ujarnya.

Untuk diketahui, jelang musim mudik Lebaran, harga tiket sejumlah kapal cepat jet foil di Pelabuhan Boom Baru Palembang bakal mengalami kenaikan. Seperti yang akan dilakukan kapal cepat Express Bahari.

Kenaikan akan diterapkan mulai 20 Juli hingga 15 Agustus 2014. Untuk kelas eksekutif dewasa akan naik menjadi Rp 250 ribu (sebelumnya Rp 216.500), anak-anak Rp 210 ribu (sebelumnya Rp 176.500).

Kelas bisnis dewasa naik menjadi Rp 225 ribu (sebelumnya Rp 191.500), anak-anak Rp 185 ribu (sebelumnya Rp 151.500). Kelas VIP dewasa akan naik menjadi Rp 300 ribu (sebelumnya Rp 266.500), anak-anak Rp 260 ribu (sebelumnya Rp 226.500). Sebelum tanggal 20 Juli, tarif yang berlaku per tanggal 16 Juni 2014.

Pelaksana Tugas Operation Service Manager PT Angkasa Pura II Palembang, Achmad Muchtar mengatakan, saat ini jumlah penumpang berangkat dan pergi melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II berkisar 3 ribu-3.400 (P/P) penumpang per hari.

Jumlah ini menurun 30 persen dibanding kondisi normal yang mencapai 4.500-5 ribu penumpang (P/P). Dikatakan, kondisi normal total penerbangan keberangkatan dari SMB II sebanyak 35 flight per hari. Tapi sejak Ramadhan menjadi 20 flight per hari.

Tapi, H-7 Lebaran pihaknya memprediksi penumpang akan kembali melonjak. Bahkan, lonjakan penumpang diprediksi hingga 30 persen dari kondisi normal. Menyiasati momen tersebut, pihaknya berencana membuka posko siaga untuk mengantisipasi ada penumpang yang butuh pertolongan.

General Manager PT Garuda Indonesia Cabang Palembang, Henny Nurcahyani mengakui, beberapa jadwal penerbangan di cancel selama Ramadhan. Tapi kata Henny, mulai 14 Juli 2014 ini Garuda Indonesia 11 kali terbang per hari. “Lebaran sudah dekat, jadi kemungkinan sebagian masyarakat yang tidak ada lagi urusan sudah mudik,” tuturnya.

Senada, Station Manager Lion Air Palembang, Irvan Radiktya meyakini permintaan melonjak mendekati momen Lebaran. Ditambahkan, jelang Lebaran pihaknya tetap menjual tiket di harga normal yakni Rp 600 ribu-Rp 900 ribu per tiket. (nni/roz/cj9/asa/ce2)

Antisipasi Lonjakan Penumpang
Mengatasi lonjakan penumpang di Sumsel, baik leawt jalur darat, laut, dan udara bakal disiapkan armada tambahan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya lonjakan penumpang di Sumsel belum terlalu berarti, sehingga tidak menjadi kendala untuk kendaraan. “Perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 2014 diharapkan tidak mengalami hambatan dan berjalan lancar seperti tahun sebelumnya,” tukas Kepala Dishubkominfo Sumsel, Musni Wijaya. (roz/cj9/ce2)

Dirikan Posko Pengamanan

Pada arus mudik tahun ini, Ditlantas Polda Sumsel mendirikan lebih dari 60 posko. Baik posko pengamanan dan pelayanan di sepanjang jalur mudik di Sumsel. Lokasi posko, ditempatkan pada tempat-tempat rawan kecelakaan. “Jaraknya antar posko disesuaikan kebutuhan dan lokasi rawan,” ucap Ditlantas Polda Sumsel, Suharsono.

Petugas siap memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan selama 24 jam. “Obat-obatan kami siapkan hanya untuk penanganan awal selebihnya pihak yang paling kompetibel,” ungkapnya. (roz/cj9/ce2)

ASDP Tambah Frekuensi Trip
Mangasi Sinaga, Kepala UPTD Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dishubkominfo Sumsel mengungkapkan, jelang mudik Lebaran, pihaknya sudah menyiapkan delapan kapal penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) menuju Tanjung Kelian, Provinsi Bangka Belitung.

Yakni KMP Kerapu (170 seat/tempat duduk, KMP Kuala Batee (120 seat), KMP Srikandi (128 seat), KMP Mulia Nusantara (240 seat), KMP Permata Lestari (60 seat), KMP Kayung Utara (75 seat), KMP Adhi Swadarma III (200 seat), KMP Satya Kencana II (400 seat). Delapan KMP ini juga menyediakan kapasitas mengangkut kendaraan roda empat dan roda dua.

Tarif penyeberangan tidak mengalami kenaikan saat mudik, sebab dalam ASDP tidak mengenal istilah tuslah atau kenaikan tarif. Harga tiket pemunpang dewasa Rp 31.450, penumpang anak-anak Rp 22.250, kendaraan R-2 (motor) Rp 85.650 (gratis 1 orang), kendaraan R-4 (pribadi) Rp 568.650 (gratis 1 orang).

Meski tidak menambah armada KMP, namun pihaknya menambah frekuensi trip sebagai antisipasi lonjakan penumpang. “Normalnya 4-5 trip tergantung muatan yang kita berangkatkan, nah selama mudik bisa kita tambah sampai 10 trip,” ujar Mangasi, saat ditemui di kantornya, kemarin (14/7).

Dijelaskan Mangasi, pihaknya memprediksi arus mudik maupun arus balik mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. Menurutnya puncak lonjakan penumpang mudik kapal diprediksi selama empat hari, yakni pada H-5 hingga H-2 Lebaran, dikategorikan sangat padat. Sementara H-1 hingga hari Lebaran diprediksi akan normal kembali. Nah, selama enam hari yakni H+2 sampai H+7 diprediksi akan kembali mengalami lonjakan penumpang yang ingin balik.

Menurutnya, jumlah penumpang pulang dan pergi dari TAA menuju Tanjung Kelian kini mulai seimbang. (roz/ce2)

Tambah Gerbong, Tiket KA Ludes
Arus mudik di Stasiun Kertapati Palembang mulai mengalami lonjakan. Meski puncaknya baru diprediksi pada H-7 Lebaran. Berdasarkan pantauan, kepadatan penumpang baik kedatangan maupun kepergian dari Kertapati menuju Lampung maupun Lubuklinggau masih normal.

Manager Humas PT KAI Divre III Sumsel Rapino Situmorang mengatakan, puncak lonjakan penumpang diperkirakan baru akan terjadi pada H-L lebaran. Meski diprediksi lonjakan penumpang, Rapino menyebutkan bahwa sebetulnya tidak bisa disebut lonjakan.

“Karena hari raya Lebaran jatuh bertepatan pada hari Senin, nah penumpang KA melakukan perjalanan pada hari sebelumnya yaitu Jumat atau Sabtu atau Minggu, sedangkan okupansi KA pada hari-hari tersebut memang penuh,” ungkap Rapino.

Sementara itu, Devre III Sumsel juga bakal menambah gerbong KA. Itu pun jika permintaan tiket KA melampaui batas. “Mengenai penambahan gerbong, kita lihat perkembangan permintaan tiket KA,” terangnya. Untuk tiket KA ekonomi AC Rajabasa (relasi Kertapati–Tanjungkarang) tiket dari H-4 Lebaran sudah habis. (roz/asa/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 15 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: