Pemain Lama, Pelaku Makin Ganas


Jaringan Spesialis Pembobol ATM di Palembang Mengkhawatirkan

Pemain Lama, Pelaku Makin Ganas | LEMABANG 2008 -- Berita, Foto, dan Wallpapers | Informasi Seputar Kota Palembang, Sumsel, dan Lainnya
Police Line: Polisi melakukan olah TKP terhadap mesin ATM Bank SumselBabel, samping pos jaga Satpol PP Pemkot Palembang yang dibobol pada 27 Juni lalu

Jaringan spesialis pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) kerap beraksi. Dalam operasinya pelaku sangat berani. Tak pelak, kondisi ini seakan menambah panjang deretan kasus kriminal di Kota Palembang.

________________________________________

Dalam aksinya, pelaku diduga berkelompok dengan memiliki peran masing-masing. Mereka menggunakan alat untuk merusak barankas ATM. Bahkan, untuk memuluskan aksi jahatnya pelaku dilengkapi senjata api (senpi).

Contoh kasus, seperti yang terjadi Sabtu (5/7) lalu sekitar pukul 04.24 WIB, sebuah ATM BCA berisi uang tunai Rp 96.500.000 di dalam minimarket Alfamart Jl KS Tubun (Lapangan Hatta), RT 13, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I jadi sasaran komplotan tersebut.

Akibat kejadian itu, Bank BCA Kanwil IV Palembang mengalami kerugian berupa mesin ATM dan uang senilai Rp 321.500.000. Keberanian kawanan pembobolan brankas ATM ini makin menggila. Oleh karenanya, tugas aparat segera meringkus para pelaku. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan melakukan aksi serupa di tempat lain.

Belum lama ini juga, kasus serupa terjadi di ATM Bank SumselBabel, samping pos jaga Satpol PP Pemkot Palembang pada Jumat (27/6) sekitar pukul 03.42 WIB. Dari kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 212 juta. Nah, dalam aksi itu juga pelaku diduga enam orang menggunakan sebo.

Aksi yang dilakukan komplotan itu, merupakan bagian dari modus pencurian atau pembobolan ATM (ATM Bulgary). Modus ini cukup serius. Dimana mesin ATM dibongkar di tempat, atau dibawa lari menggunakan kendaraan.

ATM normalnya dilengkapi oleh angkur. Dimana bagian bawah mesin ATM dipasang kotak besi berbentuk bujur sangkar atau dipasang baut berukuran besar. Kemudian ditanam ke dalam lantai dimana ATM tersebut disimpan. Ada beberapa ATM yang tidak bisa dilengkapi alat ini, biasanya karena keterbatasan kemampuan lokasi, misalnya lokasi di lantai 2 atau di dalam mall.

Kekuatan angkur dan dynabolt sudah cukup untuk menahan mesin diangkat menggunakan dongkrak atau linggis. Namun pelaku pembobolan ATM dengan modus seperti ini biasanya membawa mobil atau bahkan truk, dan bisa ditebak, mobil diparkir di depan ATM, lalu mesin ATM ditarik dengan rantai besi dan digulingkan.

Jumlah pelaku biasanya lebih dari lima orang, karena cukup berat mengangkat mesin ATM ke atas mobil. Modus ini biasa dilakukan pada tengah malam hingga dini hari. Kasus-kasusnya banyak dilakukan pada tahun 2007 hingga sekarang.

Untuk Palembang sebagai kota metropolitan, tentunya menjadi perhatian aparat. Selain melakukan langkah antisipasi, polisi juga harus mampu mengungkap kasus pembobolan ATM tersebut. Terlebih, di bulan Ramadhan saat ini.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi menegaskan, pihaknya tidak menjadikan hal ini pekerjaan rumah (PR) semata. “Perkaranya terus kita perdalam, orang-orang yang sudah kita curigai dan sebagai target operasi sudah ada,” katanya.

Kasus ini lanjut Ginting, biasanya ada pemain lama termasuk sejumlah pemain baru. Tentunya potret tahun ini harus lebih baik, kejahatan menurun, pengungkapan kasus tinggi.

Sabaruddin mengakui, meningkatnya kesibukan masyarakat jelang hari raya Idul Fitri juga seiring dengan naiknya tingkat kriminalitas, terutama tindak pidana pencurian dengan sasarannya mulai dari brankas perkantoran hingga mesin ATM bank.

“Antisipasi tingkat kerawanan, itu dengan menggerakkan fungsi operasional anggota di lapangan dengan titik kring serse yang ada. Menerjunkan petugas patroli dengan rutenya hingga stationer dengan petugas berjaga di suatu tempat. Misal Pasar 16 Ilir itu salah satu titik rawannya ada kompleks pertokoan,” ungkap Ginting.

Untuk modus pembobolan ATM bermacam-macam, mulai dari mengganjal mulut ATM dengan batang korek api dan tusuk gigi, membongkar brankas ATM, hingga menggondol dan mencongkel pintu ATM.

Terhadap rawannya waktu kejahatan pada dini hari, Ginting menambahkan, pihaknya akan menempatkan personel yang akan melakukan pengamanan dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat), sedangkan jelang siang harinya tetap memantau keamanan dari tindakan pencurian dengan kekerasan (curas), penjambretan, dan pencopetan.

“pihak bank bisa memberi informasi ke polisi, kepada nasabah bank untuk minta dikawal bila transaksi uang dalam jumlah banyak, apalagi di wilayah rawan dengan pengawalan gratis,” tukas mantan Kabid Humas Polda Sumsel itu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, R Djarod Padakova mengatakan pada Ramadhan dan Idul Fitri, transaksi masyarakat menggunakan mesin ATM meningkat. Kewaspadaan masyarakat mesti ditingkatkan, jangan sampai mudah tergiur oleh modus yang sudah sering digunakan pelaku, untuk mendapatkan sandi dari pemilik ATM.

“Diimbau kepada masyarakat hati-hati, jika terjadi permasalahan pada mesin ATM, jangan mudah terpengaruh orang-orang di sekitar. Diharapkan langsung kontak dengan pihak bank terdekat,” pungkasnya. (roz/rel/asa/ce2)

Gunakan Kekerasan Fisik, Seleksi Pemasangan ATM
Kriminolog Adrianus Meliala mengungkapkan, modus dalam kasus pembobolan rekening melalui ATM biasanya menggunakan kekerasan fisik.

“Kekerasan fisik ini maksudnya, mesin ATM dibongkar paksa, dirusak, atau dibawa pergi oleh para pelaku yang biasanya lebih dari dua orang,” ujar Adrianus saat dihubungi Sumatera Ekspres tadi malam.

Pelaku yang menggunakan cara fisik, menurut Adrianus, biasanya residivis atau penjahat kambuhan. Momen pembobolan brankas biasanya merebak jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri dimana meningkatnya transaksi keuangan melalui ATM. Untuk mencegahnya, Adrianus menyarankan agar bank besar menyeleksi tempat sebelum memasang mesin ATM. Pihak bank harus bisa menyediakan pengawasan ganda, tidak hanya oleh penjaga namun juga masyarakat sekitar.

“Mesin sebaiknya dipasang di tempat yang tidak jauh dari keramaian. Masyarakat selain turut mengamankan juga bisa membuat kondisi sekitar mesin nyaman,” ungkap anggota Kompolnas ini.

Selain itu, harus ada perlindungan ekstra untuk mesin ATM itu sendiri. Bank diimbau mendirikan rintangan sekitar ATM. Misalnya, dengan menempatkan barikade di sekitar mesin sehingga mobil tidak bisa menabrak mesin atau membawa kabur. Ia juga menyarankan bank membuat saluran aduan dan bekerja sama dengan pihak kepolisian. “Jadi pengaduan bisa cepat ditanggapi,” pungkasnya. (roz/asa/ce2)

Monitoring Mesin ATM 24 Jam
Butuh pengawasan ketat terhadap keberadaan ATM oleh masing-masing bank yang ada di Metropolis. Lankah ini sebagai bentuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang akan membobol ATM.

Sekretaris Peruahaan Bank SumselBabel Faisol Sinin mengatakan, menjelang Lebaran ini, pihaknya akan lebih megnoptimalkan pengawasan terhadap mesin ATM, dalam mengantisipasi tindak pencurian uang di mesin ATM. Selain pengawasan dari kamera closed circuit television (CCTV), petugas keamanan BSB akan berkeliling memantau ATM-ATM yang tersebar di Sumsel.

Saat ini ada 270 mesin ATM yang ada di Sumsel. Transaksi tertinggi pada mesin ATM menjelang Lebaran terjadi di mall-mall. “Sementara untuk tempat yang rawan biasanaya di daerah sepi. Kita juga berharap agar pihak kepolisian juga lebih meningkatkan patroli agar pencurian mesin-mesin ATM dapat diantisipasi,” ujarnya.

Dirinya juga tak menampik, bahwa aksi pelaku kejahatan juga kadang lebh pintar. Pelaku memanfaatkan waktu saat pihak keamanan maupun polisi lengah. “Biasanya mesin ATM yang suka dibobol waktu malam hari menjelang dini hari,” ungkapnya lagi.

Sama halnya dari pihak Bank BNI, Siwi Peni CEO BNI Region Palembang mengatakan, dalam pengamanan terhadap mesin ATM, pihaknya melakukan monitoring selama 24 jam. Pihaknya akan mengecek langsung ke lapangan apabila ada salah satu mesin ATM yang offline. “Kita memiliki teknologi untuk memantau mesin ATM kita. Jadi kalau ada masalah petugas kita akan mengeceknya,” ungkap Siwi Peni.

Selain itu, dalam antisipasi tindak kejahatan ATM Bank BNI juga telah dipasang kamera CCTV. Saat ini di Sumsel ada sekitar 265 mesin ATM yang tersebar. “Dengan adanya kamera CCTV, aktifitas nasabah bisa terekam begitupun aksi pelaku kejahatan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kasus pembobolan mesin ATM BCA yang berisi uang tunai Rp 96.500.000 di dalam minimarket Alfamart Jl KS Tubun (Lapangan Hatta), RT 13, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan IT I, polisi terus melakukan pemburuan terhadap pelaku.

Sebelumnya, Kapolsekta IT I Kompol Afria Jaya SH melalui Kanit Reskrim Ipda Hamsal SH menjelaskan, mobil pelaku tidak terekam kamera CCTV toko. Sedangkan rolling door toko hanya dikunci dari luar oleh karyawan yang lain, pintu kaca di dalam tidak dikunci. “Dalam rekaman itu pelaku diduga juga membawa senpi yang disimpan di pinggang,” ungkap Hamsal.

Hamsal menduga para pelaku sama dengan kejadian di ATM Bank SumselBabel di kompleks Pemkot Palembang. Peralatan yang digunakan pelaku juga tidak ada yang tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP). Aparat kepolisian langsung melakukan oleh TKP dan mengambil sidik jari pelaku. “Korban dan saksi-saksi saat ini masih kami mintai keterangan. Menurut keterangan pihak bank, ATM itu baru satu bulan di TKP,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, Bank BCA diwakili salah satu karyawannya, Rixson Napitupulu (48), warga Jl Kelapa Sawit III, RT 18/14, Perumnas Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), sudah melaporkan ke SPK Terpadu Polsekta IT I dan sudah diterima dengan bukti laporan polisi bernomor LP/340-B/VII/2014/Sumsel/Resta/Sek IT I.

Kepala BCA Cabang Demang Lebar Daun Palembang, Oktavianus, membenarkan adanya pembobolan mesin ATM BCA. Pihaknya sudah melakukan pengecekan di lapangan. “Benar memang ada kejadian itu (pembobolan, red) dan sudah dilaporkan ke polisi. Kerugiannya uang tunai kurang lebih Rp 96.500.000,” ungkap Oktavianus. (gti/cj1/asa/ce2)

Pemain Lama, Pelaku Makin Ganas | LEMABANG 2008 -- Berita, Foto, dan Wallpapers | Informasi Seputar Kota Palembang, Sumsel, dan Lainnya

Pemain Lama, Pelaku Makin Ganas | LEMABANG 2008 -- Berita, Foto, dan Wallpapers | Informasi Seputar Kota Palembang, Sumsel, dan Lainnya

Sumatera Ekspres, Senin, 7 juli 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: