Masuk SD Negeri Bebas Pungutan


Masuk SD Negeri Bebas Pungutan

Mengenal Huruf: Salah satu guru SD Negeri 179 Palembang saat menerapkan tes kemampuan dasar untuk mengetahui potensi calon murid mengenal huruf dan angka

________________________________________

PALEMBANGPungutan berupa uang di awal masuk sekolah pada musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dikhawatirkan pada jenjang sekolah dasar (SD), SMP, maupun SMA negeri tahun ajaran baru 2014/2015. Namun, SD Negeri di Kota Palembang telah mengikuti sesuai peraturan yang berlaku, yakni bebas pungutan ketika masuk ajaran baru.

“Tidak ada pungutan di sekolah kami, semua bebas pungutan. Jadi, memang tidak ada sumbangan apa pun, kecuali orang tua siswa yang mau menyumbang untuk kelas di tempat anaknya sekolah, tidak apa-apa. Saat masuk ajaran baru nanti, ya langsung sekolah, tidak ada uang sumbangan awal masuk,” ujar Kepala SD Negeri 179 Palembang Maulina SPd MM, Jumat (4/7).

Menurut Maulina, tidak hanya itu, di sekolahnya pun tidak ada penarikan uang SPP untuk tiap bulan. Pasalnya, seluruhnya sudah dianggarkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, untuk seragam sekolah, tentunya menjadi tanggung jawab para orang tua siswa ketika menyekolahkan anaknya.

“Seragam sekolah, orang tua beli di luar sekolah atau menjahit sendri. Kecuali baju muslim dan olahraga, memang dijual di koperasi sekolah. Kalau sumbangan orang tua, komite kelas, jadi orang tua masing-masing siswa inilah yang akan melihat fasilitas di kelasnya, perlu menambah atau tidak, jelasnya.

Dalam melakukan PPDB, terang Maulina, sekolah hanya menerapkan Tes Kemampuan Dasar (TKD). Hal tersebut dilakukan bukan penentu kelulusan atau seleksi, ini bertujuan untuk melihat potensi murid untuk mengenal huruf dan angka saja. Selain itu, juga untuk melihat cara berkomunikasi mereka dalam menyesuaikan lingkungan sekitarnya.

“Tes yang kami terapkan selama dua hari (4-5 Juli) ini hanya ingin mengetahui apakah anak tersebut sudah mengenal angka dan huruf. Sebab, kami dilarang melakukan tes baca, tulis, dan hitung. Di sini yang kami lihat, pertama, usia 5,8 tahun kami ambil. Kedua, jarak rumah dengan sekolah kami ambil 5 persen dan TKD,” urainya.

SD Negeri 179 Palembang tahun ajaran baru ini menerima sebanyak 140 murid baru untuk lima rombel. Saat ini, jumlah pendaftar mencapai 170 murid dan pendaftaran sudah ditutup. “Pengumuman akan dilakukan 7 Juli mendatang serentak dengan SD se-Kota Palembang,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kepala SD Negeri 1 Palembang, Nurhasanah. Menurutnya, saat masuk, dibebaskan pungutan atau tidak ada sama sekali sumbangan kepada orang tua siswa. “Masuk jenjang SD tidak boleh ada pungutan, tidak tahu jika SMP dan SMA. Nanti orang tua murid akan kami kumpulkan untuk serah terima anaknya kapada wali kelas di sekolah. Kalau kegiatan, kami menggunakan dana BOS,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Ahmad Zulianto, menjelaskan pihak sekolah dilarang untuk melakukan pungutan kepada peserta didik baru, kecuali pungutan tersebut mendapatkan kesepakatan dari komite di sekolah.

“Khusus untuk sekolah negeri, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun. Kalau ada pihak sekolah yang melakukan pungutan kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah, karena semua proses penerimaan siswa baru sudah ditanggung pemerintah,” pungkasnya. (cj4/war/ce4)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 5 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: