Masjid Tertua Setelah Masjid Agung


Masjid Lawang Kidul berlokasi di Kampung 5 Ilir Palembang, di tepi Sungai Musi. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Palembang setalah Masjid Agung dan Masjid Kiyai Muara Ogan, yang didirikan pada tahun 1881 Masehi oleh Kiyai Abdul Hamid bin Mahmud alias Kiyai Muara Ogan.

Berdasarkan catatan yang ada pada prasasti di salah satu pojok mimbar Masjid Lawang Kidul bertanggalkan 28 Safar 1310 Hijriah, berarti masjid ini selesai dibangun pada tanggal tersebut, yang kemudian diwakafkan oleh Masagus H Abdul Hamid pada tanggal 6 Syawal 1310 Hijriah atau tanggal 23 April 1893 Masehi bersama-sama dengan Masjid Muara Ogan.

Masjid Lawang Kidul maupun Masjid Muara Ogan dibangun dengan biaya sendiri 100 persen oleh Masagus H Abdul Hamid bin Mahmud, hal ini wajar saja karena beliau adalah seorang pengusaha kaya yang sukses pada waktu itu. Masjid Lawang Kidul adalah semacam duplikat Masjid Agung Palembang dalam bentuk mini, kecuali menaranya yang unik, lokasi masjid ini strategis, diapit Sungai Musi dan Sungai Lawang Kidul.

Masjid ini dibangun dengan biaya sebesar NF 20 ribu. Untuk dapat berfungsi sebagai Masjid Jami’, masjid ini mengalami sejarah yang sangat berat, panjang serta kompleks.

Sebuah kasus yang menarik bagi penulis-penulis barat dan Indonesia untuk membahasnya. Pada tahun 1893, di Palembang terjadi perselisihan tentang pembangunan masjid baru setelah adanya Masjid Agung. Di satu pihak, peradilan agama membenarkan inisiatif Masagus H Abdul Hamid mendirikan masjib baru tersebut, dan residen Palembang merestui keputusan peradilan agama itu.

Tetapi di pihak lain pendukung Masjid Agung diperkuat oleh Sayid Oesman, yang dalam karyanya Jamiul Fawaid menegaskan bahwa pembangunan masjid baru tersebut tidak bisa dibenarkan, bahkan masjid semacam ini sebagai Masjid Dhirar (cr1)

BERITA PAGI

Sejarah Masjid Lawang Kidul

Kiai Muara Ogan yang memiliki nama asli Massagus H Abdul Hamid selain membangun Masjid Kiai Muara Ogan juga membangun Masjid Lawang Kidul. Masjid ini terletak di muara Sungai Lawang Kidul, berdiri diatas tanjung muara pertemuan Sungai Lawang Kidul dengan Sungai Musi. Dibangun pada tahun 1310 Hijriah atau tahun 1890 Masehi, masjid ini diberi nama Lawang Kidul, sesuai dengan posisi pintu utama masjid yang menghadap selatan, berhadapan langsung dengan Sungai Musi.

Dilihat dari posisi kedua masjid peninggalan Kiai Muara Ogan berada di tepi Sungai Musi, besar kemungkinan sebagian besar aktifitas beliau berada di kawasan perairan Sungai Musi. Biasanya beliau menggunakan perahu kayu mengarungi Sungai Musi bersama murid-muridnya.

Arsitektur Masjid Lawang Kidul menyerupai Masjid Agung Palembang dan Masjid Kiai Muara Ogan. Ada ciri khas pada Masjid Lawang Kidul, yakni menara masjid memiliki tiga undakan pada bagian tubuh menara. Kemudian, atap masjid pada bangunan utama melebar memayungi ruangan utama di bawahnya.

Atap Masjid Lawang Kidul memiliki tiga undakan. Uniknya, undakan kedua seakan-akan menutupi undakan pertama. Diantara undakan kedua dan ketiga tidak ada diberi sekat jendela. Bagian puncak atap terpasang bulan sabit. Atap ruangan mihrab tidak sama dengan atap utama masjid. Atap mihrab dibuat sangat mirip dengan atap kelenteng.

Material masjid terdiri atas campuran batu kapur, putih telur dan pasir. Bahan-bahan inilah yang mempertahankan lamanya usia bangunan. Material utama lainnya adalah kayu unglen untuk unsur tiang, pintu, atap, dan jendela.

Pilar utama masjid yang terdiri dari empat soko guru setinggi 8 meter dengan 12 pilar pendamping setinggi 6 meter. Seluruh tiang masjid berbentuk segi-delapan. Empat alang (penyangga) atap sepanjang 20 meter juga terbuat dari kayu unglen yang disusun tanpa sambungan.

Tiang masjid lainnya terpasang di serambi. Ukurannya sedikit lebih besar dari tiang utama di ruangan utama. Pola pahatan tiang serambi berbentuk oval dengan sudut melengkung. Dasar dan puncak tiang dibentuk bulatan cincin.

Bahan atap pada mulanya genteng belah bambu, kemudian diganti dengan genteng kodok. Renovasi masjid dilaksanakan pada kurun tahun 1983-1987 untuk mengganti beberapa bagian masjid yang sulit dipertahankan lebih lama. Namun bentuk bangunan tidak diubah sama sekali. Bangunan utama masjid tetap berukuran 20 meter x 20 meter. Penambahan pada bagian tempat wudhu, toilet, kelas TK-TPA, kantor yayasan masjid, sehingga ukuran luas masjid menjadi 40 meter x 41 meter. Perbaikan dan penambahan dilakukan pada atap teras, pagar masjid dan turap.

Interior Masjid Lawang Kidul lebih sederhana dari Masjid Kiai Muara Ogan. Hiasan ukiran dan kaligrafi hanya terdapat pada mimbar dan langit-langit ruangan utama. Ukiran kayu membentuk sulur-sulur bunga pada mimbar menunjukkan unsur budaya Melayu yang menyatu dengan alam. Pada langit-langit ruangan utama, kaligrafi empat sahabat utama Rasulullah SAW terbingkai serasi dengan ukiran sulur-sulur bunga yang senada pada mimbar.

Sang pendiri masjid, Kiai Muara Ogan, sangat gigih dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Sumatera Selatan yang dahulu menjadi wilayah kekuasaan Kesultanan Palembang Darussalam ini. Beliau sangat dikagumi masyarakat karena kesungguhannya mengembangkan pendidikan Islam di Palembang. Beliau jadikan masjid sebagai pusat penggemblengan santri-santri yang kelak akan menjadi penerus beliau menyebarluaskan ajaran Islam hingga ke pelosok wilayah Sumatera Selatan.

Peninggalan Kiai Muara Ogan tidak hanya Masjid Lawang Kidul dan Masjid Kiai Muara Ogan di Palembang. Beliau meninggalkan pula tiga unit pemondokan jemaah haji di Saudi Arabia, sebuah masjid di Dusun Pedu Pemulutan, dan masjid di Dusun Ulak Kerbau Lama Pegagan Ilir, Sumatera Selatan.

Masjid Lawang Kidul dan Masjid Kiai Muara Ogan sampai kini tetap menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Di tempat inilah ajaran Islam disebarluaskan dan berkembang dengan sangat baik oleh seorang saudagar berpengetahuan agama yang luas.

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: