Buya Nasir Tega Gauli Anak di Bawah Umur (bag. 2/Selesai)


Tetangga Tak Menyangka

Nasir (60) atau yang akrab disapa Buya, kini menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi Polsek IB II Palembang, sejak diamankan Rabu (25/6). Guru ngaji itu dijerat UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, lantaran mencabuli tetangganya yang masih di bawah umur, sebut saja Bunga (16).

================================
================================

Warung manisan milik Buya terletak di Jl PSI Lautan, samping Lr Bunga Tanjung, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, tutup saat didatangi Koran Ini akhir pekan lalu. Warung yang bercat kuning itu pintunya terihat digembok. Etalase jajanan model dan tekwan di depan warung itu pun tidak buka.

Warung yang menjadi saksi bisu ulah bejat itu belum buka lagi sejak pemiliknya diamankan keluarga dari Bunga dan diserahkan ke Polsekta IB II Palembang. Namun, di depan warung itu, ada dua orang perempuan berdiri. Salah satunya yang berusia paruh baya, berinisial EI Dia tetangga korban sekaligus tetangga pelaku.

“Sekampung ini tekejut pas tau kelakuan Buya, padahal dio itu baru abis umrah. Dio jugo biaso shalat di masjid, pergi ke acara keagamaan. Tapi kelakuan bejatnyo seperti itu, dak nyangko nian,” cetus perempuan berambut pendek itu.

Dikatakan EI, sehari-hari Buya memang menjaga warung miliknya. Jika pagi, suasana waruung memang terlihat agak sepi. Beda dengan sore hari, warung itu memang selalu ramai karena banyak pembeli yang datang. Terutama warung model. Makanya, masyarakat di sana bingung kapan Buya menyalurkan nafsu syahwatnya itu kepada Bunga.

Ironisnya, Buya juga mash memiliki istri yang berinisial WD (59). Kalu dudo, mungkinlah ado raso kepengen berhubungan intim. Ini mash punyo istri, keterlaluan nian Buya,” Tutur EI sambil menggelengkan kepala.

Setelah mengobrol dengan singkat dengan EI, Koran Ini menuju rumah Buya. Pintu rumah berwarna pink terunci rapat, sepertinya tidak ada penghuninya sore itu. Tepat di samping rumah Buya, rumah panggung kayu berwarna kuning merupakan rumah korban Bungan. Sayang Bungan sedang tidak ada di rumah. Di depan rumahnya, ada bibinya yang sedang duduk.

Menurut bibinya, Bunga baru saja dibonceng kakak kandungnya. Bersama ibunya, mereka pergi ziarah ke makam ayah Bunga. Ziarah jelang bulan Ramadhan. “Masih untung kami marah idak gunoke kekerasan, tapi kami marah dan kecewa dengan perilakunyo. Kami minta dio (Buya) dihukum seberat-beratnyo,” pungkasnya. (*/air/ce6)

Sumatera Ekspres, Rabu, 2 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: