Oknum CPNS Edarkan Sabu


Oknum CPNS Edarkan Sabu
Narkoba:(Dari kiri) Tersangka Ranailah, Alfiansyah, Andianto, yang diamankan di Mapolres OKU setelah ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba. Ketiga tersangka, terlibat dalam peredaran sabu-sabu di wilayah OKU (foto: Sumeks cetak)

______________________________

BATURAJAOknum calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur honorer kategori dua (K2) Andi Ardianto (38), ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polres OKU. Warga Talang Bandung, Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, OKU itu mengedarkan sabu-sabu (SS) dan terindkasi bandar SS.

Saat digerebek di rumahnya, Sabtu (28/6), sekitar pukul 20.30 WIB, tersangka Andi sedang mandi. “Kami menemukan barang bukti (BB) sabu-sabu di dalam lemari,” kata Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK MH, melalui Kasat Reserse Narkoba Iptu Rio Reza Parindra SH, Senin (30/6).

BB yang diamankan, seperti satu tas kecil warna hitam berisikan satu paket besar SS, satu dompet biru berisi satu paket SS, empat paket hemat SS. Dua plastik klip bening terdapat sisa serbuk SS, dan empat bal plastik klip bening. Serta satu timbangan digital, bong alat isap SS, dan empat buah cooton bud.

“Total barang bukti yang kami amankan sekitar bernilai Rp 14 juta. Tersangka ini merupakan bandar dan terbilang licin. Sudah menjadi TO (target operasi, red) sejak Januari lalu. Dia mengambil barang haram itu kapada salah satu bandar di Palembang. Tersangka ini bekerja di Dinas Perhubungan OKU,” tambah Rio.

Ditambahkan Rio, meski tersangka Andi ini bekerja di Dinas Perhuubngan OKU, namun tidak ada kaitannya dengan oknum honorer Dishub OKU yang sebelumnya terlebih dulu ditangkap dalam kasus yang sama. “Mereka kerja sendiri-sendiri, atau beda jaringan,” jelasnya.

Tersangka Andi Ardianto sendiri mengaku, dirinya mneggeluti bisnis haram tersebut baru tiga bulan terakhir. Awalnya dirinya hanya sebagai pemakai, lalu menjual. “Saya terpaksa bisnis ini, karena butuh uang banyak untu ngobatkan anak. Saya menyesal sekali, tidak tahu seperti apa ke depannya nanti,” turut tersangka Andi, kemarin.

Dia mengaku sudah tujuh tahun bekerja sebagai honorer Dinas Perhubungan OKU. “Kemarin ikut tes CPNS jalur K2, lulus. Sekarang tinggal menunggu pelantikan saja,” ungkapnya. Sementara Kepala Dinas Perhubungan OKU, Firmansyah mengaku belum mendapat konfirmasi soal penangkapan anak buahnya itu.

Firmansyah hanya mengaku, ada salah satu pegawainya yang bernama Andi. “Namun belum tahu pasti apakah Andi yang saya maksud atau bukan. Misalkan benar, soal CPNS nanti akan kami laporkan ke Bupati soal pengangkatan menjadi PNS. Karena itu wewenangan atasan kami yakni Bupati. Selebihnya, saya belum bisa berkomentar,” pungkasnya.

Terpisah, aparat Satresnarkoba Polres OKU juga meringkus pasangan suami istri (pasutri) Alfiansyah dan Ranailah, warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, OKU. Dari keduanya, didapati satu buah dompet kain berisi 12 paket hemat SS, masing-masing seharga Rp 100 ribu. Kemudian 10 paket sedang, Rp 200 ribu per paket.

Selanjutnya, enam paket besar seharga Rp 300 ribu per paket, uang tunai Rp 250 ribu, dan HP Nokia tipe 103. “Ketiga bandara narkoba ini (Andi, Alfiansyah, Ranailah, red) terancam pasal 114 UU No 35/2009 tentang Narkoba dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, minimal hukuman 5 tahun penjara,” tegas Rio. (gsm/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 1 Juli 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: