Makna dan Fungsi Basmalah


Makna dan Fungsi Basmalah

Oleh: Fadil

Untuk memperluas pemahaman kita akan makna dan fungsi Basmalah, dalam edisi ini akan dipaparkan pendapat para ulama yang pakar dalam bidangnya yang dilihat dari sudut pandang ilmu tertentu. Tujuannya mengajak Pembaca untuk memahami makna dan funsi Basmalah.

______________________________

Allah SWT telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memulai bacaan Al-Qur’an dengan Basmalah. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah ciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-Alaq: 1-2). Para ulama ahli baca Al-Qur’an yang berjumlah tujuh orang sepakat bahwa hendaklah setiap orang yang membaca Al-Qur’an mengawali bacaannya dengan Basmalah di setiap awal surat, kecuali surat At-Taubah.

Sebab lafadz Basmalah telah tertulis di setiap awal surat kecuali surat At-Taubah. Dan dalam hadits yang disampaikan ole Ibnu Abbas dinyatakan; “Sesungguhnya Rasul pada mulanya tidak mengetahui akhir dari suatu surat, sehingga turun lafadz “Bismillahi rahmaanir rahim.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

Tapi bila seseorang membacanya dimulai dari tengah surat, maka ia punya pilihan untuk membacanya atau tidak. Imam asy-Syathibi berkata dalam bait syairnya; “dan seseorang membaca Al-Qur’an diharuskan memulainya dengan membaca Basmalah saat memulai bacaannya dari awal surat, kecuali surat At-Taubah. Tapi bila memulai dari tengah surat, maka ia diperbolehkan untuk membaca atau meninggalkannya.”

Sedangkan makna dan maksud dari bacaan Basmalah saat memulai membaca Al-Qur’an adalah untuk mengingatkan si pembaca agar ikhlas dalam membacanya dan memohon keberkahan pada Allah SWT dari bacaan yang akan dibacanya. Berikut ini pernyataan para ulama yang memaknai Basmalah dari sudut pandang ilmu baca Al-Qur’an.

Imam ath-Thabari berkata: “Bismillahir rahmaanir rahim yang dibaca saat hendak membaca A-Qur’an bermakna, aku memulai membaca Al-Qur’an dengan menyebut nama Allah.”

Sedangkan Muhammad Abduh berkata: “Al-Qur’an adalah imam dan dan teladan kita, dibukanya Al-Qur’an dengan membaca Bismillahir rahmaanir rahim ialah petunjuk bagi kita untuk memulai bacaan dengannya. Apa maksud dari itu? Kita membuka bacaan Al-Qur’an dengan membaca Bismillahir rahmaanir rahim tujuan utamanya bukan sekedar mencari berkah atau memohon pertolongan Allah, tapi kita membacanya sebab itu perintah Allah SWT dan bagian dari ibadah pada-Nya.”

Imam Nawawi berkata: “Seyogyanya seseorang selalu baca Bismillahir rahmaanir rahim setiap hendak membaca awal surat Al-Qur’an, kecuali surat Bara’ah atau At-Taubah. Setiap mayoritas ulama berpendapat bahwa Basmalah adalah ayat, maka dari itu tertulis dalam mushhaf Al-Qur’an di setiap awal surat kecuali surat At-Taubah. Bila seseorang membaca Al-Qur’an per surat tanpa membaca Bismillahir rahmaanir rahim, berarti dia telah meninggalkan sebagian ayat Al-Qur’an. Tapi bila dia membaca setiap juz atau tidak memulainya dari awal surat, maka tetap dianjurkan untuk membaca Bismillahir rahmaanir rahim. Sebab membacanya itu lebih utama daripada meninggalkannya.”

Dari keterangan dan pendapat para ulama di atas bisa kita simpulkan bahwa hukum membaca Basmalah saat memulai membaca Al-Qur’an ada dua macam: Saat tilawahnya (bacaannya) dimulai dari awal surat, maka Basmalah harus dibaca kecuali surat Bara’ah atau At-Taubah. Saat tilawah dimulai dari tengah-tengah surat, maka Basmalah boleh dibaca boleh tidak. Tapi lebih afdhal (utama) membaca Basmalah.

Pendapat Empat imam Madzab
Lalu bagaimana pendapat para ulama Fiqh terutama empat Imam Madzab (Malik, Hanafi, Syafi’i, dan Ahmad bin Hanbal), dalam memandang Basmalah yang dibaca saat hendak membaca surat Al-Fatihah atau surat lainnya dalam shalat lima waktu atau shalat sunnah? Marilah kita simak pendapat mereka agar kita bisa memahami dan mentolerir bila melihat atau menemui seseorang yang tidak membaca Basmalah saat baca surat Al-Fatihah atau yang lainnya saat menjadi imam. Dan ternyata masing-masing pendapat tersebut mempunyai dalil yang menguatkan.
br />Malikiyyah dan Hanafiyyah berpendapat: Tidak dibolehkan membaca Basmalah sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat lain dalam shalat lima waktu, sebab Basmalah bukan sebagian ayat dari surat Al-Fatihah atau surat lainnya selain surat An-Naml. Tapi dalam shalat sunnah dbolehkan.

Argumentasi mereka juga berdasarkan ppada hadits dari Anas bin Malik, “Saya telah shalat bersama Rasuullah SAW, Abu Bakar RA, dan saya tidak pernah mendengar seorang pun dari mereka membaca Bismillahir rahmaanir rahim.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Hanya saja Hanafiyyah memperbolehkan orang yang shalat sendirian untuk membaca Bismillahir rahmaanir rahim secara lirih di setiap rekaat shalat sebelum Al-Fatihah.

Hanabilah dan Syafi’iyyah berpendapat: Harus dibaca bersama dengan membaca Al-Fatihah, sebab Basmalah adalah bagian dari surat Al-Fatihah. Hanya saja Hanabilah memberi syarat membacanya yaitu dengan lirih atau tidak dikeraskan, bak dalam shalat yang keras (Maghrib, Isya’, dan Shubuh) atau shalat yang lirih (Dzuhur dan Ashar). Sedangkan Syafi’iyyah mengatakan: Basmalah dilirihkan pada shalat yang bacaannya lirih, dan dikeraskan pada shalat yang bacaannya dikeraskan.

Dalil mereka adalah hadits dari Abu Hurairah; “Bila kalian membaca Alhamdulilahirrabbil’alamin, bacalah Bismillahir rahmaanir rahim. Sebab ia adalah bagian dari Ummul Qur’an dan Ummul Kitab dan as-Sab’ul Matsani. Dan Bismillahir rahmaanir adalah bagian darinya.” (HR. ad-Daruquthni dangan sanad yang shahih). Juga berdasarkan riwayat Ibnu Abbas; “Sesungguhnya Rasulullah SAW mengerskan suaranya saat membaca Bismillahir rahmaanir rahim.”

Dari beberapa pendapat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Rasulullah SAW terkadang mengeraskan bacaan Basmalah dan terkadang melirihkannya atau tiada menyuarakannya. Ada hadits riwayat Abu Daud yang menjelaskan hal itu. Sa’id bin Jubair berkata; “Rasulullah SAW mengeraskan bacaan Bismillahir rahmaanir rahim sewaktu berada di Mekkah. Sedangkan penduduk Mekkah kalau memanggil Musailamah (seorang nabi palsu) dengan panggilan ar-Rahman. (Saat mendengar Rasulullah SAW menyebut ar-Rahman dengan keras), maka mereka berkata, ‘Sesungguhnya Muhammad memanggil-manggil tuhannya negeri Yamamah’. Lalu Rasulullah SAW diperintahkan untuk melirihkan bacaan (Basmalah), dan beliau tidak pernah mengeraskannya sampai beliau meninggal dunia.” (HR. Abu Daud)

Catatan: Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah dalam hal ini bersikap moderat atau mengambil jalan tengah. Dia menjelaskan sifat shalat Rasulullah SAW setelah membaca takbiratul ihram; “Setelah Rasulullah SAW membaca do’a iftitah, beliau membaca isti’adzah (dengan lirih). Lalu membaca Al-Fatihah. Kadang-kadang Rasulullah SAW mengeraskan bacaan Basmalah, dan kadang juga melirihkannya. Tapi beliau lebih sering melirihkannya daripada mengeraskannya.”

Pendapat Ulama
Bagaimana para ulama memandang makna Basmalah yang tercantum setiap awal surat Al-Qur’an selain surat At-Taubah dari sisi ketauhidan dan keimanan kita kepada Allah? Atau apa tujuan kita saat memulai setiap aktivitas dengan membaca Basmalah? Marilah kita ikuti paparan mereka untuk menyambungkan kalimat Basmalah yang kita ucapkan dengan Pemilik lafadz Basmalah, yaitu Allah SWT yang Maha Benar Firman-Nya.

Imam ath-Thabari berkata: “Bismillahir rahmaanir rahim yang dibaca di awal aktivitas bermakna, aku lakukan aktivitas ini dengan memohon pertolongan Allah SWT. Atau aku lakukan aktivitas ini dengan menyebut nama Allah.”

Sayyid Quthub berkata: “Memulai aktivitas dengan Basmalah adalah adab yang telah diwahyukan Allah pada Rasul-Nya seperti yang tertulis pada pembukaan mushhaf.”

Prof. DR. Wahbah az-Zuhaili berkata: “Hikmah Illahiyah dari dimulainya surat Al-Fatihah dengan Bimillahir rahmaanir rahim dan begitu juga surat-surat yang lain selain surat Bara’ah adalah, sebagai peringatan pentingbahwa setiap yang terkandung di dalam surat tersebut adalah benar adanya. Begitu juga apa yang dijanjikan Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya adalah benar. Hal itu juga petunjuk dan anjuran agar setiap aktivitas kita dimulai dengan membaca Basmalah, untuk mencari pertolongan Allah SWT dan persetujuan-Nya. Sekaligus membedakan kita dengan orang kafir yang memulai pekerjaan mereka dengan nama tuhan mereka dan nama tokoh pujaannya.”

Prof. DR. Wahbah az-Zuhaili menambahkan; “Makna dari Basmalah di awal mushhaf Al-Qur’an adalah, Allah SWT mengajari kita untuk memulai segala aktivitas dengan membaca Bismillahir rahmaanir rahim adalah, aku memulainya dengan membaca dan mengingat Allah SWT serta mensucikan-Nya sebelum memulai segala sesuatu. Dengan maksud minta pertolongan-Nya dalam segala urusanku. Sebab Dia-lah Rabb yang berhak untuk disembah, Maha Luas Rahmat-Nya dan meliputi segala sesuatu. Yang memberi kenikmatan, baik berskala kecil maupun besar. Yang selalu membari karunia, rahmat, dan kebaikan.”

Muhammad Abduh berkata: “Sedangkan makna Bismillahir rahmaanir rahim di awal Al-Fatihah dan surat-surat lainnya adalah, kita meyakini bahwa segala yang ditentukan Allah SWT dalam Al-Qur’an, termasuk keberadaan ayat dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, semua adalah milik Allah SWT. Bukan milik seseorang dan juga bukan bukan berasal dari Rasul SAW.

Muhammad Abduh menambahkan; “Adapun membaca Bismillahir rahmaanir rahim saat memulai aktivitas maknanya adalah, aku beraktivitas sebab perintah-Nya, hanya untuk-Nya dan bukan untukku. Dan saya tidalah berkativitas atas nama saya pribadi sebab saya adalah si Fulan yang terlepas dari-Nya. (*)

Sumber: Misteri Edisi 583, Tahun 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: