Keutamaan Basmalah


Keutamaan Basmalah

Oleh: Fadil

Basmalah adalah bentuk isim mashdar dari kata kerja Basmala — Yubasmilu yang artinya membaca lafadz Bismillahir rahmaanir rahim, seperti halnya Hasbala — Yuhasbilu berarti membaca lafadz Hasbiyallah. Jadi Basmalah adalah bacaan “Bismillahir rahmaanir rahim” yang artinya “Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

______________________________

Kita sering mendengar untaian kalimat Basmalah keluar dari bibir seorang muslim, saat hendak melakukan aktivitas atau pekerjaan. Walaupun banyak juga yang telah melupakan Basmalah dalam mengawali aktivitas mereka sehari-hari.

Tapi dari sekian orang yang membaca Basmalah di keseharian mereka, entah berapa gelintir orang yang bisa memahami dari kalimat yang mereka ucapkan atau yang mereka suarakan. Terkadang ucapan tersebut karena seringnya diucapkan, akhirnya menjadi rutininitas bahkan layaknya mesin otomatis yang berbunyi degan sendirinya, dan pengucapna sendiri tidak paham maknanya.

Akhirnya untan kalimat Basmalah ituu kering dan kurang berpengaruh bagi pengucapnya pada khususnya, dan bagi yang mendengernya pada umumnya.

Imam Al-Jashshash berkata ; “Membaca Bismillahir rahmaanir rahim adalah erintah untuk membuka segala urusan, dengannya kita memohon berkah pada Allah SWT. Dengannya kita mengagungkan dan menyebut nama Allah SWT dalam aktivitas dalam syair Islam dan mengusir setan. Juga sebagai pembeda antara kita dengan orang-orang musyrik, yang mana mereka memulai aktivitasnya dengan menyebut nama berhala atau makhluk lain yang disembahnya.”

Imam Ath-Thabari berkata; “Bismillahir rahmaanir rahim yang dibaca di awal aktivitas bermakna, aku melakukan aktivitas ini dengan memohon pertolongan Allah. Atau aku melakukan aktivitas ini dengan menyebut nama Allah.”

Muhammad Ali Ash-Shabuni berkata; “Makna dari Bismillahir rahmaanir rahim yang kita baca saat memulai suatu aktivitas ialah, akku memulai dengan nama Allah dan mengingat-Nya ebelum melakukan sesuatu. Dengan nama-Nya aku memohon pertolongan-Nya dalam segala urusanku. Sebab Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Muhammad Abduh berkata; “Membaca Bismillahir rahmaanir rahim saat memulai aktivitas bermakna: Aku beeraktivitas sebab perintah-Nya dan hanya untuk-Nya bukan untukku atau lainnya. Dan saya tidaklah berkativitas atas nama pribadi sebab saya adalah si Fulan yang terlepas dari-Nya.”

Lafadz Basmalah
Tidak banyak perbedaan di kalangan para ulama seputar lafadz Basmalah. Hanya saja ada sedikit perbedaan teks atau lafadz dalam beberapa riwayat yang penulis dapatkan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Di antaranya adalah:

1. Bismillah
Sebagaimana yang diriwayatkan Anas bin malik RA, Rasulullah SAW bersabada; “Barangsiapa keluar dari rumahnya membaca: Bismillah, aku bertawakkal pada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah,” maka dikatakan padanya, “Kamu telah tercukup dan terlindungi, dan syetan pun akan menjauh darinya.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani).

2. Bismikallaumma
Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah SAW dalan hadits. Bila Rasulullah SAW berbaring di tempat tidurnya, beliau membaca: Bismikallahumma ahya wa amut….” (HR. Bukhari)

3. Bismillahil Kabir
Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas RA, “Rasulullah SAW pernah mengajari mereka (para sahabat) ruqyah untuk demam dan penyakit-penyakit lainnya, (dengan do’a): Bismillahil Kabi, a’udzu billahil ‘adlim min kulli ‘arqin ni’ar wa min syarri harrin nar.” (HR. Tirmidzi)

4. Bismillahil malikir rahman
Berdasarkan riwayat dari A-Husein bin Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda; “Umatku akan selalu aman dari tenggelam, bila mereka naik kapal dengan membaca: bismillahil malikir rahman, biismillahi majreha wa mursaha inna rabbi ghafurur rahim.” (HR. At-Thabrani, Ibnus Sunni dan Abu Ya’la).

5. Bismillahir rahman
Seperti yang diceritakan oleh as-Sya’bi. Biasanya orang-orang Jahiliyah mulai menulis (surat) dengan kalimat “Bismikallahumma”. Sampai turn ayat “Bismillahi majreha wa mursaha’ (QS. Hud: 41), maka beliau pun menulis dengan “Bismillah.”

Lalu turun ayat “Ud’ullaha awid’ur rahman” (QS. Al-Isra’: 110), maka beliau pun menulis dengan “Bismilahir rahman.” Tapi saat turun ayat yang berbunyi; “Innahu min Sulaiman wa innahu bismillahir rahmaanir rahim.” (QS. An-Naml: 30), maka beliau pun mulai menulis dengan “Bismillahir rahmaanir rahim.” (Dari Abdur Razzaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnul Mundzir dan Ibnu Hakim).

6. Bismillahir rahmaanir rahim
Berdasarkan riwayat dari Abu Malik: “Dahulu Rasulullah SAW menulis diawali dengan kalimat “Bismikallahumma”, saat turun ayat “Innahu min Sulaiman wa innahu Bismillahir rahmaanir rahim” (QS. An-Naml: 30), beliau pun menulis dengan kalimat “Bismillahir rahmaanir rahim.” (HR. Abu Daud).

7. Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa
Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Yang bisa menutup aurat anak Adam (manusia) dari pandangan mata jin, saat hendak menanggalkan pakaiannya adalah membaca: Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia).” (HR. Ibnus Sunni).

Dari beberapa lafadz di atas yang paling populer dan banyak diucapkan kaum muslimin dan lebih utama untuk dibaca adalah “Bismillahir rahmaanir rahim”. Sebab lafadz itulah yang dipilih oleh Allah SWT sebagaimana tercantum dalam firman-Nya, “Innahu min Sulaimana wa innahu bismillahir rahmaanir rahim”. (QS. An-Naml: 30).

Dan juga lafadz-lafadz Basmalah yang tertulis dalam mushhaf Al-Qur’an di awal setiap surat yang berjumlah 114, kecuali surat bara’ah yang memang tidak tertulis lafadz Basmalahnya.

Di dalam kitabnya, Imam Nawawi mengatakan: “Adapun lafadz Basmalah itu sendiri lebih utama “Bismllahir rahmaanir rahim”, tapi bila ada orang yang membaca “Bismillah” saja, itu sudah cukup baginya dan dianggap telah mengikuti sunnah Rasulullah SAW.”

Kisah Teladan Yang Berkaitan dengan Basmalah
Di bawah ini ada beberapa kisah teladan yang betul-betul bisa kita jadikan teladan dan cerminan untuk mengantarkan kita pada suatu keyakinan yang mantap dan kokoh akan kebenaran firman Allah, wa bil khusus lafadz Basmalah, Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah membuktikan keagungan dan kedahsyatan Basmalah dalam kehidupa mereka.

Dan sekarang kita sebagai umat dan sekaliguus genersi penerusnya bisa mencontoh mereka dan merasakan keabadian mu’jizat Al-Qur’an yang tidak pernah habis. Simaklah peristiwa demi peristiwa yang telah mereka lalui berikut ini.

Tsabit radiyallahuanhu (RA) berkata bahwa Anas RA telah bercerita. “Sebagian sahabat Rasulullah SAW mencari-cari air wudhu. Maka Rasulullah SAW barsabda: “Apakah salah seorang dari kalian ppunya air wudhu?” (Saat dihadirkan air wudhu), maka Rasulullah SAW meletakkan tangannya dalam air seraya berkata: “Wudhulah kalian dengan membaca Bismillah.” Tiba-tiba aku melihat air mengalir dari sela-sela jari beliau, yang akhirnya mereka berwudhu semuanya. Aku bertanya pada Anas RA, “Berapa banyak kamu melihat jumlah mereka?” Anas menjawab, “Sekitar 70 orang.” (HR. Tirmidzi)

Hudzaifah Ra berkata; “Bila kami berkumpul dengan Rasulullah SAW lalu datang makanan, kami tidak akan menyentuh makanan tersebut dengan tangan kami sebelum tangan Rasulullah SAW menyentuhnya. Pada suatu hari (di saat kami berkumpul dengan Rasulullah SAW) dan datang makanan, tiba-tiba datanglah seorang budak wanita, yang seakan ada yang mendorongnya. Ia langsung menghampiri makanan tersebut dan meletakkan tangannya di makanan. Rasulullah SAW pun menahan tangannya. Lalu datanglah seorang Arab badui, yang seakan ada yang mendorongnya (untuk mengambil makanan), lalu Rasulullah SAW menahannya juga.

Maka Rasulullah SAW bersabda; “Sesungguhnya syaitan ikut bersama ke dalam makanan yang saat menyantapnya tidak disebut nama Allah (tidak membaca Basmalah). Dan syaitan itu telah datang bersama budak perempuan ini untuk ikut bersama makan bersamanya, maka dari itu aku menahan tangannya. Lalu datanglah syaitan bersama orang badui ini untuk ikut bersama makan, maka dari itu aku pun menahannya. Sungguh demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tangan (syaitan) ada ditanganku bersama tangan keduanya juga. Lalu Rasulullah SAW membaca Bismillah dan memakannya.” (HR. Muslim)

Umaiyah bin Makhsyi RA berkata; “Saat Rasulullah SAW sedang duduk, ada seorang laki-laki sedang makan dan tidak membaca Bismillah sampai makanannya hampir habis hingga tinggal satu suapan. Lalu aat dia menyuapkan suapan itu ke mulutnya, dia membaca: Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). Lalu tertawalah Rasululah SAW, lalu bersabda; “Syaitan masih terus makan bersamnya, tapi saat dia membaca Basmalah, syaitan pun langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud dari Nasa’i)

‘Aisyah RA berkata; “Rasulullah SAW memakan makanan dengan enam sahabatnya, lalu datanglah seorang Arab badui, lalu ia kut makan dan mendapattkan dua suapan saja. Lalu Rasulullah SAW bersabda; “Adapun dia, kalau membaca Basmalah maka makanan itu akan cukup baginya.” (HR. Tirmidzi)

Abus Safar berkata, “Khalid bin Walid pernah singgah di suatu perkampungan untuk berdakwah ke pemuka Bani Murazabah. Penduduk setempat berpesan, “Waspadalah terhadap racun. Jangan minum minuman dari orang yang tidak kamu kenal.”

Khalid berkata; “Coba datangkanlah minuman beracun itu untukku”. Maka dihadirkanlah minuman tersebut untuknya. Dia pun meminumnya seraya membaca: “Bismillah. Subhanallah wallahu akbar”. Ternyata minuman yang mengandung racun itu tidak membahayakannya.

Cerita ini diperkuat leh penuturan Qais bin Abi Hazim, ia berkata, “Saya telah melihat Khalid diberi minuman beracun. Dia bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab, “Racun.” Khalid membaca Bimillah, lalu meminumnya. Sungguh, demi Allah itu ialah karamah dan suatu keberanian yang luar biasa. (*)

Sumber: Misteri Edisi 582, Tahun 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: