Terlibat 18 TKP Curanmor


Dari Rumah Warga Tiga Pelaku Didor

Terlibat 18 TKP Curanmor
Curanmor: Wakapolresta OKU Kompol FX Winardi Prabowo, interograsi tersangka Yudi (kanan), yang dilumpuhkan Selasa pagi (29/4). Dia ditangkap bersama dua rekannya, Yadi (tengah) dan Muharam (kiri). (inzet) Tersangka curanmor yang juga ditembak aparat Satreskrim Polres Empat Lawang, Alatas dan Budi.

_____________________________________________________

BATURAJA — Tiga gembong pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga Kabupaten OKU, akhirnya berhasil dilumpuhkan dengan timah panas. Tersangkanya, Yudi (24), warga Air Gading, didor kaki kanannya; Yadi (26), warga Talang Bandung, juga didor kaki kanannya, dan Muharam (22), warga Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, didor kaki kiri dan kanannya.

Ketiganya digerebek aparat Polres OKU, di Desa Umpam, Kecamatan Lengkiti, OKU, Selasa (29/4) sekitar pukul 06.00 WIB. “Pelaku sedang pesta narkoba di sebuah gudang Desa Umpam. Sebelumnya kami melakukan penyisiran menindaklanjuti laporan warga Laya, Tajudin, yang kehilangan motor Vario,” kata Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH, melalui Wakapolres Kompol FX Winardi Prabowo SIk.

Dari penangkapan itu, disita barang bukti (BB) tiga sepeda motor. Honda Vario warna hitam bernopol BG 2137 FH, Yamaha Yupiter MX warna merah terpasang pelat nopol palsu BG 9614 FR, dan Honda CBR 250R warna hitam. “Juga sepucuk senpi rakitan cold berikut dua butir amunisi aktif, dua buah pahat, serta berbagai jenis spare part motor,” ujar Winardi, didampingi Kasat Intelkam AKP Hamdanil Azmi dan Kasat Pidum Iptu Yuliko.

Dijelaskan, modus pelaku ini membobol rumah korbannya dengan merusak kunci, pagar, atau atap. Lalu mengambil sepeda motor. “Tersangka ini residivis dan sudah melakukan di 18 tempat kejadian perkara (TKP). Kami terpaksa melumpuhkan mereka dengan menembak kakinya, karena mencoba melawan dan melarikan diri saat penangkapan,” aku Winardi, mantan Kanit Jatanras Ditreskriim Polda Sumsel itu.

Winardi menambahkan, untuk menyamarkan hasil motor hasil curiannya, tersangka mengganti spare part aslinya. Tujuannya, agar mengelabui polisi dan lolos jika ada razia. “Mereka ini menjual hasil curiannya ke luar Kota Baturaja, mereka punya jaringan. Jadi mash ada beberapa pelaku yang buron, identitasnya sudah kami ketahui dari tersangka yang tertangkap,” bebernya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (curat) yang ancamannya tujuh tahun penjara. “Sementara kepada masyarakat yang pernah kehilangan motornya di rumah pada malam hari, agar mengecek ke Polres OKU. Siapa tahu sama,” imbaunya. Informasinya, ada juga anggota polisi yang menjadi korbannya. Tapi dengan malu-malu, Winardi membantahnya.

Tersangka Yudi yang merupakan pemimpin komplotannya, mengaku sengaja beraksi pada malam hari, mencuri motor dengan membobol rumah warga. “Kalau di tempat umum, kami justru takut,” aku tersangka Yudi, yang kedua lengannya dipenuhi tato.

Hasil sepeda motor curian, diakuinya dijual ke kawasan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim. “Uangnya habis untuk beli rokok dan makan tulah, serta foya-foya bae Pak. Biasanya kalo begawe (mencuri, red), betigo nilah. Yang metik (eksekutor, red) Muharam ini,” ucapnya sambil menunjuk ke arah tersangka Muharam.

Ditempat lain, aparat Satuan Reskrim Polres Empat Lawang, juga menindak tegas pelaku curanmor, Alatas (22) dan Budi (20), keduanya warga Talang Jawo, Desa Pendopo, Kecamatan Pendopo. Keduanya sama-sama didor kaki kanannya, Selasa siang (29/4).

Sebelumnya sekitar pukul 14.00 WIB, kedua tersangka mencuri motor Yamaha Mio milik Nahno Dewi (30), yang diparkirkan di depan rumahnya, di daerah Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi. “Tersangka terpaksa ditembak, karena mereka melawan dan memiliki senpi,” kata Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan SIk, melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna MH

Dari kedua tersangka, tambah Nanang, disita barang bukti (BB) motor Mio milik korban dan milik pelaku, pucuk senpi rakitan dan sembilan butir amunisi aktif, sebilah badik, lima kunci letter T, dan sebuah topeng. “Yang jelas pelaku ini sudah biasa melakukan aksi ini, diduga pemain lama,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Alatas, mengaku baru pertama kali mencuri motor. Alasannya, penghasilannya sebagai buruh di kebun sawit tidak mencukupi. Lalu dia diajak mencuri motoroleh Budi. “Hasil dari pencurian tersebut rencannya akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,” akunya. (idi/gsm/air/ce2)

Sumatera Ekspres, Rabu, 30 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: