Tabrakan Beruntun Telan korban


Dipicu Rem Blong Tronton

Tabrakan Beruntun Telan korban
Rusak Berat: Kondisi motor yang ditumpangi korban Maria rusak berat terlindas mobil pick up yang ditabrak tronton dari belakang.

___________________________________________________

PALEMBANG — Terjadi tabrakan beruntun di ruas Jl Kol H Barlian, Km 5, kemarin (25/4), pukul 11.00 WIB. Ada lima mobil dan satu sepeda motor yang terlibat tabrakan maut itu. Penumpang sepeda motor, Maria Magdalena (45), warga Jl Kebun Bunga, RT 14/4, Kelurahan Kebun Bunga, Sukarami tewas dalam kejadian itu. Bagaimana ceritanya?

Siang itu, tronton Nopol BG 8107 UR yang disopiri Basuni (57) melaju dari arah Punti Kayu menuju Simpang Polda. Di lokasi kejadian, kendaraan padat merayap. Warga Jl Padjajaran, RT 15/3, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I itu mencoba menginjak rem. Diduga rem tronton blong.

Karena posisi tronton berada diturunan, langsung saja angkutan barang besar pengangkut karet itu menabrak mobil pick-up nopol BG 9358 NQ di depannya. Pick-up yang disopiri Arlliyani (29), warga Jl Serka KKO Badaruddin, RT 26/4, Kelurahan Sei Buah, Kecamatan Ilir Timur (IT) II itu pun terdorong cepat hingga menabrak sepeda motor Honda Beat merah BG 4505 ZM yang dikendarai Diah Nur Agustian (23), warga Jl Sukatani, RT 16/07, Kelurahan Sukamaju Sako itu membonceng korban (Maria Magdalena). Sepeda motor korban sempat terjepit di antara pick-up dan Taksi Sriwijaya BG 1201 PG. Motor dan korban pun terlindas.

Kerasnya dorongan pick-up membuat taksi yang disopiri Hamzan (58), warga Lr Jeruk, RT 22/5, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu I menghantam mobil Avaza BG 1768 ZS disopiri Syarifah Samad (32), warga Kompleks Bukit Naskah Indah, Blok M, RT 42/3, Kelurahan Sukarami. Dan Avaza mau tidak mau ikut terdorong hingga menabrak Toyota Rush nopol B 1794 SYU yang dikendarai Sulaiman Efendi (48), warga Lr Budi Setia, Rt 14/4, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I.

“Remnya blong. Aku sudah berusaha banting setir menghindari tabrakan dengan menabrak median jalan, tapi masih kena mobil juga karena mobil nyelonong karena tidak bisa direm,” ungkap Basuni, sopir tronton. Katanya, ia mengantar muatan karet dari Sekayu ke Boom Baru.

Katanya, saat kejadian ia sebenarnya memacu pelan mobil yang dikemudikannya. Tapi karena jalannya menurun, akhirnya tronton tetap melaju. “Muatan yang dibawa ini sekitar 1,25 ton,” cetus Basuni.

Arlliyani, sopir pick-up mengaku terkejut dan tak bisa menghindari mobilnya menghatam sepeda motor di depannya. Kejadiannya begitu cepat. “Saat itu sebenarnya sepeda motor di sebelah kanan, lalu bergeser ke kiri. Nah, saat itulah dari belakang tronton menabrak mobil yang saya kemudikan dari belakang,” bebernya.

Akibat tabrakan itu, muatan barang-barang elektronik yang dibawanya juga mengalami kerusakan. Warga di sekitar lokasi dan polisi yang mengetahui tabrakan beruntun itu langsung menolong pengendara sepeda motor dan penumpangnya yang terjepit dan terlindas.

Korban Maria diduga meninggal di lokasi kejadian. Sedang pengendara sepeda motor, Diah, dilarikan ke RS Bhayangkara. Sedangkan sopir tronton diamankan aparat Poslaka 902 Pakjo, pimpinan Aiptu Syarnubi. Terjadi kemacetan panjang karena tabrakan beruntun itu.

“Korban luka ada dua. Seorang meningal atas nama Maria dan seorang lagi mengalami luka-luka atas nama Diah Nur Agustian. Sopir tronton telah kami amankan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami akan cek rem tronton itu berfungsi atau tidak. Jika berfungsi, sopirnya bisa kena pasal kelalaian. Tapi jika tidak berfungsi, kami akan cari sebab lain,” ujar Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Arief Fitrianto melalui Kepala Regu II Pos Laka 902 Pakjo, Aiptu Syarnubi.

Kecelakaan beruntun dipicu rem angkutan barang blong ini harus menjadi bahan evaluasi semua pihak terkait. Angkutan barang/truk dilarang melintas di beberapa ruas jalan protokol. Di antaranya Jl Parameswara, Jl Demang Lebar Daun, Jl Basuki Rahmat, Jl Residen A Rozak, dan lainnya. Selain itu, dilarang pula melintas dari simpang Tanjung Api-Api hingga flyover Polda (Jl Kolonel H Barlian dan Jl Jenderal Sudirman).

Pelarangan ini di jam-jam tertentu, tepatnya masa kepadatan lalu lintas yakni pukul 06.00–10.00 WIB dan 16.00–21.00 WIB. Diketahui, pada 19 April lalu, buskota jurusan Plaju–Km 12 nopol BG 7552 RH yang mengangkut empat penumpang terguling di Jl Kol H Barlian, Km 8, dekat perputaran (U-Turn) di seberang United Tractor. Buskota terguling setelah ditabrak tronton bermuatan 13 ton karet yang melaju dari arah Km 12 menuju Km 5. Tak ada korban jiwa, tapi kejadian itu sempat menggangu kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan padat kendaraan tersebut. (gti/ce1)

Sempat Minta Istri Hati-Hati

Tabrakan Beruntun Telan korban
Haru: Edi Tarmizi (50) dan buah hatinya, Ema Nadia (13) menangisi kepergian orang yang mereka cintai, kemarin.

___________________________________________________

Suasana kamar jenazah RS Bhayangkara mendadak ramai. Tangis memecah suasana hening di sana. Keluarga, Kerabat, dan karyawan PT SSK datang untuk melihat jenazah Maria, korban kecelakaan beruntun di Jl Kol H Barlian, kemarin siang.

Sebelum itu, korban sempat dilarikan ke IGD RS Bhayangkara. Sayang, nyawanya tak tertolong. Diduga korban telah meninggal di lokasi kejadian. Suami korban, Edi Tarmizi (50) yang mendapat kabar istrinya mengalami kecelakaan, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Di sana, ia mendapat informasi kalau istrinya sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Ia pun menyusul ke sana dan berharap kondisi istrinya tidak parah. Begitu tiba dan tahu jenazah orang yang dicintanya berada di kamar jenazah RS Bhayangkara, isak tangisnya pun pecah. Apalagi lag melihat tubuh istrinya sudah terbujur kaku.

“Ya Tuhan…,” ucap Edi tercekat sembari mengelap air matanya. Tidak ada frasat apapun yang dirasakannya. Malam kemarin, ia dan istrinya terkasih sempat bercanda di rumah bersama anaknya. “Tadi (kemarin) pagi, sebelum berangkat saya berpesan kepada istri saya agar hati-hati di jalan,” kata Edi lagi. Dia mendapat kabar kecelakaan itu dari keponakannya, Diah. Kata Diah, mereka mengalami kecelakaan di Km 5.

“Saya kira kecelakaan biasa, tidak menyangka seperti ini,” ucapnya. Istrinya dibonceng Diah, sang keponakan, dari rumah tujuan ke kantornya di Km 6. “Kalau lihat arah, saya menduga mereka tidak langsung pulang ke rumah, tapi mau jemput anak saya dulu di SMPN 19,” tutur Edi.

Isak tangis kembali pecah ketika Erna Nadia (13), anak Edi dan korban tiba di kamar jenazah RS Bhayangkara. “Mama kenapa, Yah? Di mana mama sekarang?” Tanya Erna. Mendengar itu, Edi pun menangis sembari memeluk erat putrinya. Ayah dan anak itu pun menangis bersama kehilangan orang yang mereka cintai.

Korban (Maria) bekerja di PT SSK bagian sekretaris. Menurut salah seorang karyawan SSK yang datang ke kamar jenazah, Sul (23), korban dari gudang di kawasan Gasing, Banyuasin menuju ke kantor di Jl Kol H Barlian, Km 6. Di sana korban mengambil uang lalu pulang.

“Dari Gasing sudah dibonceng keponakannya. Saya sempat berpapasan dengan Ibu (Maria, red), sempat tegur sapa sebentar. Beberapa menit kemudian saya dapat kabar beliau kecelakaan, langsung saya ke sini,” beber Sul.

Keponakan korban, Diah Nur Agustian, saat ditemui awak media masih menjalani perawatan medis di IGD RS Bhayangkara. Dia mengalami luka di bagian pipi kanan hingga dagu dan lecet-lecet di tangan dan kaki. (cj1/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 16 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: