Amankan SS dan 41 Amunisi


Di Rumah Bandar Sabu

Amankan SS dan 41 Amunisi
Diamankan: Aparat Polsekta Ilir Timur II Palembang menangkap seorang bandar narkotika jenis SS bersama tiga pelanggan. Polisi juga mengamankan 41 butir amunisi. Inzet: Sejulah barang bukti berupa sabu-sabu berikut alat isap yang disita.

___________________________________________________

PALEMBANG — Bandar narkotika jenis sabu-sabu (SS) dan tiga pelanggannya tidak berkutik ketika digerebek aparat Polsekta Ilir Timur II, Rabu (23/4), sekitar pukul 23.00 WIB. Masing-masing Nuzul Ramadhan (33), warga Jl Bambu Runcing RT 07/02, Kecamatan Kemuning, Afransyah (28), warga Jl Sukatani RT 01/01, Kelurahan 8 Ilir, IT II, dan Zufakar (46), warga Jl Dr M Isa, Lr Bendung Jaya, RT 17/05, Kelurahan Kuto Batu, IT II.

Penangkapan ketiganya dilakukan di rumah sang bandar, Ansori alias Ansor (45) di Jl Dr M Isa, Lr Bendung Jaya, No 1284, RT 17/05, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan IT II. Dalam penangkapan itu, aparat menyita barang bukti (BB) berupa 5 paket sabu-sabu, 11 pil ekstasi (10 warna hijau, 1 warna coklat), 2 bungkus plastik klip bening, 6 alat isap sabu (bong), 1 gulungan almunium poil, 2 pipet warna hitam, 2 pirak, dan 1 timbangan digital.

Selain itu juga ditemukan 41 butir amunisi senjata api (senpi). “Senpinyo katek. Peluru itu bukan punyo aku, itu titipan kawan aku Jn anggota TNI, nak minta kasihke samo kawannyo Jk. Kebetulan kawan dio itu galak maen ke rumah. Baru duo hari di simpen di rumah aku,” aku tersangka Ansor yang kedua kakinya lumpuh.

Bapak dua anak ini mengaku bukan bandar, namun jika pelangannya memesan SS akan disiapkan serta difasilitasi tempat berikut alat hisabnya (bong). “Bukan bandar. Aku cuman pemakai untuk menghilangkan stres. Kalo jual ini (SS, red) baru empat bulan itupun kalu ado wong yang mesan bae. Aku ngembek barang di 13 Ilir dak tau siapo namonyo,” aku bapak dua anak ini.

Lanjutnya, dia nekad jual SS karena tidak mampu bekerja karena kedua kakinya lumpuh sejak 10 tahun terakhir. Rumahnya pun dijadkan tempat mngisap sabu. “Iyo kadang pelangan nak pakai di rumah. Tempatnyo di ruang tamu,” kata tersangka yag cacat akibat terserang virus tulang.

Sedangkan tersangka Nuzul mengaku hanya membeli SS. “Rencananyo nak di pakek dan sudah duo kali beli samo dio (Ansor, red)> Diakui tersangka Zulfakar dirinya tidak tahu jika tersangka Ansor penjual sabu. “Setau aku cuman pemaai bae. Aku tu idak nak beli tapi nak minta tolong kawannyo untuk ngobati anak aku yang sakit di RS Charitas kareno kawan dio pacak ngobati segalo macam penyakit. Pas aku di rumah mereka (Nuzul dan Afransyah, reddateng dak lamo itu datang jugo polisi,” kelitnya.

Kapolsekta IT II Kompol Yoga Bagaskara Jaya SH SIk melalui Wakapolsekta AKP Rachmat S Pakpahan SH mengatakan, para tersangka ditangkap atas informasi masyarakat.

Ketika digerebek para tersangka sedang bertransaksi SS. “Selanjutnya tersangka kami amankan berikut BB. Keempat tersangka dijerat UU RI No 35/2009 tentang Narkoba. Untuk tersangka Ansor juga dijerat UU Darurat No. 12/1951 atas kepemilikan amunisi senjata api,” ungkap Pakpahan. (cj1/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 26 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: