Sebulan Menghilang, Djuremi Tinggal Tengkorak


Mengapung di Kolam

Sebulan Menghilang, Djuremi Tinggal Tengkorak
Tengkorak: Anggota Unit Identifkasi Polresta Palembang menarik jasad Djuremi yang tinggal tengkorak, kemarin (21/4). Inzet: Kapolsekta Sako AKP Oloan Purba, memperlihatkan selebaran hilangnya Djuremi.

___________________________________________________

PALEMBANG — Tatapan Mulyadi (42), tertuju pada sebuah benda yang mengapung di sebuah kolam di Jl MR R Sudarman Ganda Subrata, Gg Family, RT 24/8, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang. Siang kemarin (21/4), sekitar pukul 11.00 WIB, Mulyadi sedang bekerja membuat atap salah satu rumah di Kompleks Puri Sejahtera,, yang persis di samping Gg Family.

“Ternyata ada mayat ngambang,” ujar Mulyadi (42), warga Jl Margoyoso, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni. Dia pun berinisiatif memberitahu satpam kompleks, hingga warga berduyun-duyun ingin melihat dari dekat penemuan mayat manusia yang sudah tinggal tengkorak itu.

Warga setempat bernama Amir Syamsudin (53), mengungkapkan sekitar sebulan yang lalu pernah melihat kakek-kakek dengan ciri-cir pakaiannya mirip dengan yang melekat pada mayat tersebut. “Sempat wara wiri dan duduk di Gg Family. Beberapa minggu belakangan ini memang tercium bau, tapi kami dak nyangko kalau bau itu ternyata mayat manusia. Kami pikir bangkai binatang,” ujar Amir.

Aparat Polsekta Sako dan Polresta Palembang yang datang ke lokasi penemuan mayat, menggali informasi dan keterangan saksi-saksi.

“Awalnya ada pengumuman orang hilang. Karena ciri-ciri orang hilang sama dengan korban Mr X ini, maka langsung kami hubungi pihak keluarganya,” ungkap Kapolsekta Sako AKP Oloan Purba, didampingi Wakapolsekta Iptu Novan Dwi Putra.

Mayat yang mengapung di kolam itu, ternyata benar Bee Jim Kui alias Djuremi (75), warga Jl Seduduk Putih 1, Gg Anggrek 1, RT 52, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang. “Anaknya Efend sudah engecek dan membenarkan mayat itu adalah Bee Jim Kui alias Djuremi, berdasarkan ciri-ciri pakaiannyadan keterangan warga yang pernah melihatnya,” tambah Oloan.

Selanjutnya jasad korban, dibawa ke Kamar Jenazah RSMH Palembang. Dikatakan Efendi, pihak keluarga sudah sempat melaporkan ke pihak kepolisian maupun menempelkan seleberan-selebaran. Dikatakannya kalau orang tuanya itu sudah mulai pikun. “Sebulan yang lalu hilangnya. Bapak punya penyakit kadang lupa, mungkin waktu keluar rumah, tidak ingat lagi tempat tinggalnya,” tutur Efendi. (gti/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 22 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: