Belum Siap Kalah, Depresi Mengintai


Baru Timses Caleg Dirawat di RS ERBA

Belum Siap Kalah, Depresi Mengintai
Rumah Sakit Ernaldi Bahar (ERBA) menyiapkan Ruang Cendrawasih untuk antisipasi pascapileg bagi caleg stress karena kalah pileg.

____________________________________________________

PALEMBANG — Pemilu legislatif telah usai beberapa minggu lalu. Namun, pesta demokrasi itu ternyata menyisakan kenangan pahit bagi bagi sejumlah calon angota legislatf (caleg) yang kalah.

Meskipun saat masih proses rekapitulasi suara, tapi para caleg sudah ada yang bisa mengetahui apakah akan duduk di gedung DPR, DPRD atau tidak.

Namun ternyata, bukan hanya caleg yang bisa mengalami depresi atau gangguan kejiwaan karena kalah dalam pileg ini. Para tim sukses yang sudah berjuang membantu caleg tersebut, juga tak luput dari depresi pasca pileg ini.

Seperti di RS Ernaldi Bahar sekarang sudah ada satu orang tim sukses yang mengalami depresi dan harus dirawat di rumah sakit ini. Timses dari caleg partai besar ini, sudah dirawat sejak seminggu lalu.

Direktur RS Erba Sumsel, Dr Hj Yumidiansi F MKes menerangkan, pasien yang diterima pihaknya bukanlah salah satu caleg, namun hanya timses caleg dari salah satu partai berasr.

“Pasien berinisial Z ini, kebetulan merupakan adik ipar caleg yang diusungnya. Namun, diprediksi caleg tersebut kalah dalam perolehan suara. Sementara pasien sudah menaruh harapan penuh kepada si caleg, sehingga menyebabkan pasien ini mengalami depresi,” ungkapnya.

Pasien tersebut, terangnya, saat tiba di RS Erba beberaa waktu lalu terus berteriak dan berontak, sehingga pihanya mesti memberikan injeksi atau suntikan penenang yang akan dilanjutkan dengan pemberian obat makan.

“Informsi awal yang kami dapat dari keluarganya, sejak pileg dilaksanakan dan kakak iparnya mendapat suara yang rendah, ia berteriak-teriak dan tidak tidur sama sekali, serta tidak terima dengan kekalahan kakaknya itu,” ujarnya.

Menurut analisa, lanjut dia, pasien tersebut terlalu menggantungkan harapan tinggi pada kakak iparnya. Ini juga dipengaruhi faktor ekonomi keluarganya, sehingga jika berhasil dia berharap dapat mengubah ekonominya.

“Bahkan pasien ini juga ikut membantu segala upaya pemenangan kakak iparnya, termasuk pratek money politic. Untuk saat ini pasien kita inapkan di Ruang Merpati 2. Setelah diberikan injeksi atau suntikan penenang, pasian akan kita lanjutkan dengan meminum obat, untuk sementara rekam mediik belum dapat disimpulkan,” terangnya.

Senada denga hal tersebut. Wakil Kepala RS Ernaldi Bahar, Rusdi Kawilarang menerangkan, sejauh ini pihaknya belum menerima satu orang pun caleg gagal yang masuk di RS Ernaldi Bahar. “Untuk ruang VVIP dan VIP bagi caleg ini masih kosong belum ada penghuninya. Namun memang dari beberapa pantauan kami banyak sekali ekspresi caleg yang terlihat secara psikologis banyak mengalami perilaku aneh dari beberapa laporan,” terang Rusdi.

Ditambahkan Rusdi, RS Erba merupakan solusi terakhir dalam penanggulangan pasien khusus caleg gagal. Jika pihak keluarga pasien masih memiliki alternatif lain lebih baik dilakukan jalur alternatif.

“RS Erba ini bukan solusi utama tapi jalan terakhir, karena psikologi caleg yang gagal itu tergantung dengan sprit keluarga dan lingkungannya. Atau jika dapat diobati secara alternatif silahkan dahulu, kalau memang sudah buntu baru dilimpahkan perawatannya di RS Erba ini,” katanya.

Rusdi menambahkan, RS Ernaldi Bahar sudah menyiapkan kamar VIP serta ruang rawat inap kelas I untuk caleg pemilu legislatif ini. Ini sebagai bentuk inisiatif rumah sakit ini untuk mengantisipasi para caleg yang mengalami gangguan kejiwaan, jika tidak terpilih dalam pileg.

Menurutnya, pihak RS Ermaldi Bahar Palembang telah menyiapkan layanan perawatan bagi para caleg yang mngalami depresi atau stress akibat kekalahan, dengan jumlah lima kamar kelas VIP dan satu kamar kelas I dan dapat menampung pasien sebanyak delapan orang.

“Memang tdak banyak kamar yang kami sediakan, belajar dari lima tahun lalu, tidak begitu banyak bahkan tidak ada caleg yang mengalami gangguan jiwa. Tetapi menurut keterangan orang lama disini, para caleg gagal tersebut hanya mengalami gangguan jiwa ringan saja. Jarang sekali yang sampai dirawat inap. Kalaupun ada, otomatis kami juga malu sebagai warga Sumsel,” cetusnya.

Terkait sistem perawatan atau penanganan, lanjutnya, yang akan dilakukan bagi caleg, tetap diperlakukan sama dengan pasien lainnya. Hanya saja untuk kelas kamar ada perbedaan, karena pihaknya tidak menyediakan kamar kelas tiga.

“Kalau kita gabungkan dengan orang gangguan jiwa biasa, tentunya itu tidak mungkin. Sebab, seorang caleg itu memiliki pemikiran yang luas. Jika digabungkan dengan orang gangguan jiwa biasa, saya pikir malah akan membuat mereka semakin parah dan pasti pihak keluarganya akan komplain ke kita,” terangnya.

Ditambahkan Rusdi, terkait stok obat-obatan, pihaknya memastikan tidak mengalami hambatan dan masih mencukupi. Baik obat gangguan kejiwaan maupun obat poli umum. “Untuk obat itu masih cukup, dan memang biasanya yang saya tahu, kalau caleg yang mengalami ganggu jiwa karena kalah, biasanya hanya minta dikontroldengan meminum obat rutin di rumahnya sendiri itu sudah cukup,” pungkasnya. (cr10)

Tidak Terima Kenyataan
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Tak sanggup menerima kekalahan diajang pemilihan legislatif nampaknya menjadi suatu fenomena tersendiri di kalangan masyarakat. Bahkan tak jarang banyak yang mengalami stress dan memilih untuk berobat ke ahli supranatural.

Hal itu diungkapkan oleh paranormal kondang asal Semarang, Ki Agem Kusumo Jati. Menurut Ki Agem, di tempat prakteknya yang terletak di Desa Betung Banyuasin sedikitnya ada sudah tiga caleg yang datang untuk berobat. Dari depresi berat, hingga terguncang kejiwaannya akibat kekalahan yang mereka alami.

“Beberapa minggu terakhir ini tempat praktek saya sudah didatangi caleg, dari yang depresi hingga yang mengalami stress ringan,” terang Ki Agem.

Dijelaskan Ki Agem, hal itu rata-rata dsebabkan oleh lemahnya iman dan ketakwaan sang caleg kepada Tuhan, sehingga menyebabkan lemah mental untuk kalah maupun menang. “Jadi atau tidak jadi itu biasa, yang jelas bagi caleg yang kalah harus bisa legowo dan ikhlas itu saja kuncinya,” kata Ki Agem.

Untuk pasien sendiri, jelas Ki Agem, kebanyakan berasal dari daerah sekitaran Banyuasin, Palembang dan Jambi. “Ada yang diantar keluarganya, namun tak jarang pula ada caleg yang datang sendiri. Tapi rata-rata dalam kondisi masih sehat ingatannya, dan hanya mengalami penyakit hati. Tingkat stress dari caleg sendiri dapat kita bagi dari yang hanya mengalami depresi hingga yang mengalami kegilaan, semuanya dapat kita obati tentunya dengan izin Allah SWT,” pungkasnya. (vot)>

Parpol Harus Siapkan Konsultan
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Beberapa hari ke depan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan nama-nama calon anggota legislatif yang bisa melenggang ke parlemen. Namun jumlah yang lolos pasti lebih sedikit dari jumlah calon anggota legislatif yang bertarung pada 9 April lalu.

Nah, apakah caleg ini bsa menerima kekalahan atau tidak, ini harus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk parpol yang mengusung caleg tersebut.

“Agar caleg yang kalah tidak larut dalam kekalahannya, saya menyarankan agar partai politik menyiapkan konsultan yang bisa menjadi tempat para caleg untuk berkomunikasi dan berbagi cerita. Sehingga para caleg bisa lebih ikhlas menerima kekalahan pada pemilu kali ini dan tidak stress,” ujar Andries Leonardo, pengamat politk Sumsel.

Menurut Andries, tidak semua caleg bisa menerima kekalahan ini dengan lapang dada, apalagi bagi caleg yang telah banyak mengeluarkan uang untuk menghadapi pemilu ini. Misalnya telah menjual rumah, tanah, kendaraan dan lainnya untuk kampanye, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. “Mereka inilah yang rawan untuk stress, sehingga harus mendapat perhatian serius dari semua pihak termasuk parpol yang mengusungnya,” katanya.

Namun untuk pemilu kali ini, Anries berharap, caleg yang stress tidak terlalu banyak. “Saya harap caleg yang belum siap menerima kekalahan akan lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Karena kebanyakan caleg tidak terlalu serius menghadapi pemilu, sehingga walaupun kalah mereka tidak terpukul,” katanya.

Lebih jauh Andries meminta agar para caleg bisa melihat kalau jabatan sebagai wakil rakyat adalah amanah. “Kalau saat ini mereka belum terpilih, maka mereka bisa menjadikan pemilu kali ini sebagai pelajaran, sehingga mereka lebih siap lagi dalam menghadapi pemilu selanjutnya. (del)

Siapkan RS dan Ponpes
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Pascapemilihan calon legislatif (caleg) 2014, Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin belum menerima satu pun caleg atau tim sukses (timses) yang tertekan jiwanya atau stress. Namun begitu, RSUD Banyusin jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tempat perawatan

Buktinya RSUD Banyuasin sendiri telah menyediakan 24 bed guna untuk mengantisipasi adanya caleg stress karena kalah dalam ajang pemilihan calog legislatif (pileg).

Direktur RSUD Banyuasin, dr Eka Mutika MKes mengatakan, selain menyediakan ruang perawatan, pihaknya juga menyediakan obat-obatan dan tenaga medis guna mengobati jika memang ada pasien yang mengalami gangguan jiwa. “Namun kami yakin orang yang ikut dalam pesta demokrasi tersebut mempunyai mental yang kuat, karena setiap pertarungan pasti ada yang kalah dan ada yang menang,” ujar Eka.

Penyediaan ruang perawatan bagi caleg stress tersebut, lanjut Eka, agar caleg yang ingin berobat tidak perlu jauh-jauh berobat ke rumah sakit jiwa.

Sementara itu, Kabag TU RSUD Banyuasin, Mahlar SE MSi menambahkan, pemahaman sakit atau stress, bukan hanya kejiwaannya saja, akan tetapi bisa jadi jasmaninya seperti, demam, pusing dan penyakit lainnya akibat kesibukan dalam berjuang mencari suara rakyat.

“Ya kita akan menyiasati apakah sakit tersebut dikarenakan stress, atau memang sudah lama dideritanya dan mungkin ada permasalahan keluarga, jadi mereka mengalami stress dan jatuh sakit,” kata Mahlar.

Langkah yang sama juga dilakukan Kabupaten OKU Timur (OKUT) Dimana RSUD setempat juga telah melakukan antsipasi dengan menyiapkan tempat khusus untuk menampung caleg stress. Setidaknya suda ada beberapa tempat yang disiapkan untuk menangani para caleg gagal tersebut yakni RSUD OKU Timur dan Pondok Pesantren (Ponpes) Labuhan Batin Desa Negeri Agung di Kecamatan Buay Pemuka (BP) Peliung.

Namun untuk saat ini kekhawatiran banyak kalangan tersebut meleset, sebab hingga kini belum terlihat caleg gagal yang mengalami stress, depresi, atau gila hingga mesti mendapat perawatan di tempat tersebut.

Direktur SRUD Gumawang OKUT, dr Sindang Iwari MKes mengatakan, kendati telah menyiapkan ruang perawatan bagi para caleg gagal, namun sejauh ini pihaknya belum menerima satu pun caleg yang mendapatkan perawatan ataupun datang untuk melakukan konsultasi psikologis. “Kita juga menyiapkan pelayanan konslutasi psikologis bagi caleg gagal, tetapi hingga kini belum ada pasien yang datang ke kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) atau Ponpes Labuhan Batin juga belum didatangi atau menerima caleg stress kaibat kalah pileg. Kepala Dinkesos OKUT, Yasir SIP MM didampingi Kepala Bidang (Kabag Kessos) Marwan SE MM mengatakan, pihaknya terus menunggu kemungkinan ada laporan mengenai hal tersebut. “Belum ada satu pun laporan yang masuk ke kita. Namun kita masih menunggu kalau-kalau ada,” tutrnya. Diakuinya, Dinkesos juga menjalin kerja sama dengan Ponpes Labuhan Batin dalam hal merawat merawat dan mengobati orang gila (orgil) atau stress ke Pondok Pesantren Labuhan Batin.

“Untuk masalah caleg gagal, kita juga sudah menjalin kerja sama dengan pihak Ponpes untuk memberikan penanganan terhadap para caleg gagal tersebut di Ponpes Labuhan Batin,” ucapnya. Kendati ke depan ada caleg stress yang minta diobati, pihaknya hanya sebatas menyalurkan, sementara teknis penyembuhan dan pengobatan para pasien tersebut, diserahkan sepenuhnya kepada Kiyai Hasyim selaku pengurus Ponpes Labuhan Batin. (far/cr07)

Pengakuan Dulkhoiri, Korban Penganiayaan Caleg Kalah
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Jadikan Pelajaran, Berharap Muncul Pemimpin Pengayom
___________________________________________________

Pascapemilihan legislatif (pileg) tak sedikit para caleg yang terlalu yakin akan terpilih jadi stress lantaran harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal semua usaha telah dilakukan dari pendekatan ke masyarakat hingga melakukan pratek money politic. Tertekannya caleg karena kalah terkadang justru bisa merugikan jiwa orang lain. Bagaimana ceritanya?

================================
================================

Inilah yang dialami Dulkhoiri (42), warga Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama yang mengalami korban penganiayaan berat yang dilakukan BY, orang suruhan caleg salah satu parpol daerah pemilihan (dapil) V, berinisial MA, lantaran Dulkhoiri tak bisa memenuhi target suara yang diminta Ma. Stress dengan kegagalannya meraih suara, membuat MA melampiaskannya dengan menganiaya Dulkhoiri melalui kaki tangannya.

Berkecimpung dalam pemilu, bukan hal baru bagi Dulkhoiri. Tukang bangunan tulen ini mengaku sudah semenjak kepemimpinan Eddy Yusuf (Wagub periode 2008-2013) berurusan dengan sibuknya kegiatan pemilu. Makanya kali ini, saat dirinya diminta tolong tim sosialisasi Partai PAN, sekaligus Tim Keluarga di Partai PKB, semua dikerjakan dengan ketulusan dan kesungguha. Bahkan dari Partai PAN, Herman sebagai calon No urut 6 meminta tolong kepada Dulkhoiri langsung. Demikian pula dari partai PBK, dirinya dianggap keluarga oelh Partai calon No urut 1 tingkat provinsi, sehingga terpilih dengan total sekitar 52 ribu suara.

Nah, saat bersedia menolong caleg MA justru Dulkhoiri tidak bisa mencapai target sebesar 50 suara lantaran hanya bisa meraih 20 suara. Padahal Dulkhoiri sudah diberi uang oleh MA sebesar Rp 2,5 juta.

“Katanyabagikelah duit ini ke keluargo, tetanggo dekat, soal milih itu urusan mereka, katek paksaan,” ungkap Dulkhoiri menirukan perkataan caeg MA tersebut melalui orang suruhnya. Ternyata saat kalah, dirinya dikeroyok 4 orang sambil mengancam akan membunuhnya.

Pasca penganiayaan yang dialami Dulkhoiri, Selasa (15/4) sekitar pukul 17.00 WIB. Dirinya mengaku ada dua kali penelpon gelap yang mengaku suruhan BY, tapi menurut Dulkhoiri itu semua sudah terlambat, selain telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Palembang, dirinya juga sudah menyiapkan pengacaranya CA EL Mangku Anom SH MH, dan rencananya akan melaporkan kejadian itu ke Panwaslu Kota Palembang.

“Itikad baik waktu aku menemui BY, aku keliling mencari rumahnya. Akhirnya ketemudi Lorong Majapahit, di Jalan Angkatan 45, sesampainya di sana aku dikeroyok 4 orang, ngadang aku. Aku ngajak salaman malah ditolok kasar, terus kepala aku diancam senpi jenis FN sama BY, dia meledakkan sekali. BY itu ngakunya polisi anggota Polda. ‘Ngadulah kau, aku nih plisi dak usah macem-macem, kagek kumatike kau’ begitulah ancaman BY,” ungkapnya.

Dibeberkan Dulkhoiri, target 50 suara hingga tak tercapai diluar kuasanya, karena warga punya pilihan sendiri. “Aku cuma menjalankan amanah itu ke warga, aku bagikan uang Rp 2,5 juta itu. Jadi aku tidak merasa menipu, tidak merasa mencuri. Tetapi malah dihakimi seperti ini, aku jelas merasa dijebak sama BY. Setelah kejadian mereka juga sempat mengajak damai, katanya mau dkasih uang 5 juta, tapi ini semua sudah terlajur aku melapor, jadi akan aku teruskan,” tegasnya.

Pria bertubuh kurus kulit hitam terbakar ini menambahkan, kejadian yang menimpa dirinya akan dijadikannya pelajaran untuk berpikir panjang ke depan jika ada tawaran serupa. “Ke depan harapan kita sebagai warga mencari pemimpin itu yang mengerti rakyat, bukannya mencelakakan. Pemimpin yang pantas, mengayomi, melindungi. Seperti aku inikan buruh bangunan, apa salahnya mungkin ke depan diberi pekerjaan. Misalnya proyek bangunan rumah, jalan, atau cat rumah, yang penting halal, jadi pemimpin itu bisa menjadi tempat kita menopang nanti, bukan cuma uang sesaat semasa kampanye, setelah itu hilang,” harapnya. (*)

Palembang Pos, Minggu, 20 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: