Praktek Nakal Pemilik Depot Air Isi Ulang


Air PAM Dicampur Air Sumur

Praktek Nakal Pemilik Depot Air Isi Ulang

Depot air isi ulang meningkat setiap tahunnya. Untuk Kota Palembang sendiri terdapat lebih dari 260 depot. Tetapi ada saja ulah oknum yang hanya mengejar keuntungan, tanpa memperdulikan kesehatan konsumen.

———————————————————————-

Seiring kemajuan teknologi, berimbas ada gaya hidup masyarakat serba instans. Tidak hanya dari sisi pakaian atau barang-barang mewah, namun dari makanan dan minuman. Misalnya, air minum isi ulang. Konsumen kerap abai terhadap kualitas kebersihannya. Apakah tercemar atau tidak oleh bakteri atau zat-zat berbahaya lainnya.

Penelusuran Koran Ini, masih ada ulah ppengelola depot air minum isi ulang yang nakal. Hanya ingin serba praktis untuk melayani konsuumennya, pengelola kerap mengabaikan kebersihan galon. Seperti, saat membersihkan tidak menggunakan sikat. Padahal, itu sangat penting untuk terhindari dari bakteri. Belum lagi, adanya debu yang menempel pada perangkat yang digunakan pada proses penyaringan air.

Terutama pada depot air isi ulang yang berdampingan dengan jalanan berdebu. Saat kendaraan jenis truk pengangkut barang lewat, maka debu langsung menyelimuti sekitar depot. “Itu kendalanya kalau lokasi depot berada di pinggir jalan,” ujar salah seorang pegawai depot air isi ulang yang beroperasi di Palembang.

pemilik depot air minum isi ulang lainnya, Hd mengatakan, untuk membuka usaha ini harus mendapatkan sertifikat izin dari Dinas Kesehatan, jadi tidak asal-asalan. “Sebelum dujual, kandungan air diperiksa dan diteliti oleh laboratorium Dinkes. Demikian peralatan depot. Setiap enam bulan sekali depot harus memeriksakan produk air minum isi ulangnya,” kata Hd.

Menurut Hd, terkait adanya kasus air galon yang mengandung bakteri ecoli mungkin karena belum diteliti dan mendapatkan izin Dinkes. Kalau air galon yang berlumut dan keruh terjadi jika tabung galon tidak dibersihkan secara tepat dengan mesin penyikat galon. Mesin ini wajib ada di setiap depot berfungsi membersihkan kemungkinan kotoran dan lumut yang menempel dalam galon sehingga galon menjadi steril. “Yang terpenting adalah media penyaring dan alat di depot juga harus rutin dibersihkan, seperti tangki penampungan air dan tabung filter,” jelasnya.

Tapi, menurutnya ada pula kejadian yang disebabkan karena masyarakat atau konsumen yang lalai. “Misalnya sudah berbulan-bulan, air galon dari tabung di rumah warga masih berisi, jadi berlumut. Sebaiknya air galon segera digunakan, minimal dua minggu dipakai,” katanya.

Penyebab galon berlumut juga karena air dalam galon terkena sinar matahari langsung ataupun pantulan. “Artinya memang ada pengusaha depot yang lalai bahkan sengaj mengabaikan produk air galonnya, tapi konsumen juga harus menjaga kualitas air dan membersihkan galon saat dibuka di rumah,” imbuhnya.

Walaupun galon dalam keadaan ditutup dan bersegel, kata Hd, air dan galon juga akan berlumut jika berada dekat benda-benda berbau tajam. Bahan baku air galon yang digunakan di depot miliknya berasal dari air PAM. Media filter penyaringan air yang digunakan adalah pasir silika. Menurutnya, jika memang ada produk air galon yang bermasalah, maka masyarakat atau konsumen berhak mengembalikan dan mempertanyakan pada pihak depot.

“Jadi depot ini juga bisa ditindak dan teramcam ditutup dan dicabut izinnya apabila terbukti merugikan konsumen,” pungkasnya. Sedangkan untuk pihak-pihak nakal yang menjual air galon tanpa izin Dinkes, biasanya karena bahan baku airnya tanpa melalui proses penyaringan standar di depot resmi serta uji kelayakan di laboratorium.

Namun yang lebih ekstrim lagi, ada oknum yang bermain curang. Mereka yang biasanya menggunakan air PAM sebagai sebagai bahan utama air minum isi ulang mencampurnya dengan air sumur. Praktek-praktek pemcampuran ini memang sulit dibuktikan, karena air tersebut sudah disaring dengan media penyaring.

Bagaimana dengan perizinan? Dinas Kesehatan Kota Palembang mengakui sampai saat ini masih ada beberapa depot air minum isi ulang tidak mengantongi izin. Umumnya, depot seperti itu beroperasi di daerah pinggiran, yang sulit dijangkau petugas. “Kita akui, masih ada bebeapa yang tidak terdaftar, terutama yang berada di pojok-pojok, jadi kami merasa kesulitan menindak depot-depot nakal ini. Karena tidak bisa secara langsung menjangkau lokasinya,” ungkap Kepala Dinkes Palembang Dr Anton Suwindro MKes.

Hingga saat ini, ratusan depot air minum isi ulang tersebar di Palembang. Untuk mendirikan depot air isi ulang, harus mendapat rekomendasi Dinas Kesehatan (Dinkes), dengan persyaratan kualitas air antara lain meliputi mikrobiologi (tida boleh mengandung kuman ekoli), fisik air (harus jernih, tidak berwarna dan tidak bau).

“Tentu, kalau ada depot air minum isi ulang yang beroperasi tanpa izin, maka Dinkes akan merekomendasikan untuk ditutup,” jelasnya. Ditambahkan dr Anton, rata-rata air minum isi ulang yang dijual oleh depot air minum di Palembang sudah layak konsumsi karena sudah mendapat uji kualitatif dari Dinkes Palembang.

“Yang masalahnya adalah depot air minum yang belum ada izin, maka dikhawatirkan menjual air minum isi ulang yang tidak higienis,” imbuhnya.

Depot air minum harus memenuhi syarat, di antaranya, petugas tidak menderta penyakit menular (dibuktikan dengan kir kesehatan), tempat simpan air bersih, peralatan bersih, dan lainnya. Peralatan depot juga harus menetralisir bakteri-bakteri yang mungkin hidup dalam air. Seperti ekoli dan bakteri coliform. Galon jangan hanya dibilas saja, tapi juga harus disikat. (roz/asa)

Sumatera Ekspres, Minggu, 6 April 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: