Proyek Musi III Mandek


Terlalu Tinggi, Hamburkan Uang Negara

Proyek Musi III Mandek PALEMBANG — Belum adanya titik temu terkait penentuan ketinggian Jembatan Musi III ternyata berdampak serius. Salah satunya, terancam mandek sebelum Pelabuhan Boombaru dipindah ke Tanjung Api-Api (TAA).

Seperti yang diungkap Ahmad Truna Jaya, PPK SNVT Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Metropolis. Menurutnya itu sudah didasarkan kajian akhir yang dilakukan pihaknya bersama stakeholders. Alasannya, karena tidak ada titik temu terkait tinggi jembatan yang diminta Pelindo dan KSOP.

“Terakhir mereka minta tinggi jembatan 60 meter, padahal desain jembatan 50 meter. Itu pun jembatannya sudah benar-benar tinggi,” terang Truna Jaya ketika dibincangi Wartawan Koran Ini, kemarin (30/3).

Untuk itulah, lanjut dia, keputusan terbaik adalah menunggu pelabuhan pindah. Sehingga tidak perlu dibangun jembatan yang tinggi karena akan menghamburkan uang negara dan bisa membangun lebih 10 jembatan. “Daripada habis untuk bangun 1 jembatan. lebih baik bangun jembatan lainnya,” ujarnya.

Idealnya tinggi jembatan itu sekitar 12 atau 14 meter untuk di Palembang. Ia mencontohkan, untuk Jembatan Ampera saja, vertical clearence-nya yakni 9 meter saat air pasang. Dikurangi faktor aman akibat gelombang dan lain-lain, kapal yang lewat maksimal ketinggian 6 meter. “Jadi, sementara kita tak bangun dan fokus pembangunan Musi IV dan Musi VI,” jelasnya.

Untuk Musi IV, dirancang maksimal vertical clearence antara 12 sampai 14 meter. Namun, ada sedikit kendala yang ditemuinya. Dimana, masyarakat yang berada di sekitar Musi IV tak rela melepas tanahnya.

“Kami meminta masyarakat mengerti, karena jembatan baru memang sangat mendesak. Jadi, kerja sama memang sangat dibutuhkan demi menjaga Jembatan Ampera yang sudah menjadi ikon Kota Palembang,” ungkap Truna Jaya.

Ia juga memastikan, pihaknya juga akan membuat konsep ganti rugi pembebasan lahan yang tak merugikan. “Pasti nanti kita akan lakukan dengan konsep ganti untung, sesuai dengan NJOP yang berlaku dipasaran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl SE MT mengatakan, pembangunan Musi IV akan dilakukan pada tahun ini. Mei mendatang proses tender untuk tahap awal pembangunan senilai RP 10 miliar akan dilakukan. “Tahap awal kita tanam pondasi bawah di wilayah Pasar Kuto,” tegasnya.

Terkait pembebasan lahan, cetusnya, ada kesepakatan antara pemkot dan pemprov. Dimana, Gubernur Sumsel melakukan pelimpahan kepada Pemkot Palembang untuk menjalankan proses tersebut. “Dilimpahkan ke wali kota,” terang Rizal.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, H Musni Wijaya SSos MSi mengungkapkan, pelabuhan tersebut menggunakan APBN. “Kita akan terus mendorong pusat melalui Direktur Laut untuk pembangunannya,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPALSDP Dishubkominfo Sumsel, Mangasi Sinaga menambahkan, untuk pelabuhan kapal cepat Boombaru juga akan dipindahkan ke TAA. Namun, prosesnya juga melalui Pemerintah Pusat melalui Kemenhub RI.

Menurutnya, usulan tersebut sedang tahap pengkajian. Diharapkan, ada suatu respons positif sehingga dapat segera dibangun dermaga yang memang diperlukan jika harus ada pelabuhan baru di Pelabuhan Penyeberangan TAA. “Jika nantinya disetujui, kita harapkan pada tahun depan (2015, red) akan segera dibangun dermaga kapal cepat,” pungkas Mangasi. (rip/asa/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 31 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: