Debt Collector Tewas di Ampera


Derita Lima Tusukan

Debt Collector Tewas di Ampera
Dibunuh: seseorang warga sedang memeriksa denyut nadi korban Heriansyah, yang ditemukan terkapar di Jembatan Ampera, Rabu dini hari (26/3), korban akhirnya tewas. (foto kanan) Ibu korban, Naimah tampak histeris di RSUD Palembang Bari.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALEMBANG — Seorang pria berjaket hitam, menggelepar di Jembatan Ampera, arah Seberang Ulu, Rabu (26/3) sekitar pukul 00.00 WIB. Tak ada yang berani menolongnya, warga hanyan mengerumuninya. Termasuk pengendara mobil yang melintas, tak ada yang dihentikan untuk dimintai tolong.

Hanya seorang perempuan berbaju kaos pink dilapisi swater merah, yang membaranikan diri mendekat dan mengecek denyut nadi di tangan kiri korban. “Masih hidup, tapi denyut nadinya lemah. Coba tolonglah,” ucap perempuan itu. Sekitar 20 menit terkapar korban, sampai akhirnya meregang nyawa.

Aparat Polsekta SU I yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP), kemudian membawa jasad korban ke ruang instalasi jenazah RSUD Palembang Bari. Seorang pria yang ditemui di TKP, mengaku bernama Riki, mengatakan, melihat korban sudah terkapar. “Punggungnyo itu berdarah, pecaknyo habis keno tujah. Dak tau ditujah gara-gara apo,” Kata Riki kepada Wartawan Koran ini.

Setelah di RSUD Palembang Bari, baru diketahui identitas korban tewas itu adalah Heriansyah (31). Dari dompet korban, didapati STNK motor Yamaha Mio atas nama Heriansyah, alamat Jl Harapan, RT 42, RW 06, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang. Dalam saku jaketnya, ditemukan ID Card pegawai sebuah bank, korban bekerja sebagai debt collector.

“Dompet korban masih ada di saku celenanya, berisi uang sekitar Rp 1,5 juta. Nah, sekarang kami mulai telusuri penyebab mulai dari keterangan keluarga korban. Kami berharap, jika memang ada masyarakat yang mengetahui, juga dapat membantu pihak kepolisian,” imbuh Kapolsekta SU I Kompol M Hadiwijaya ST melalui Kanit Reskrim Iptu M Shabur SAg.

Dari hasil visum, diketahui korban menderita luka lima tusukan. Di bagian dada, pinggang, dan punggung, membuatnya diduga kehabisan darah dan tewas. “Saat anggota datang, tidak ada agi orang di lokasi. Tidak ada yang mau menjadi saksi tewasnya korban yang ditemukan tertelungkup di Ampera mengarah ke Seberang Ulu. Hingga kini kami masih melakukan penyelidikan mengenai siapa dan apa motif pelaku menghabisi korban,” tambah Shabur.

Informasi dari pihak keluarga, saat ini korban tinggal di Rusun Blok 45, bersama dua anaknya, yang pertama dan ketiga. Sementara anak keduanya, ikut bersama istrinya yang sudah pisah ranjang dan tinggal di Kecamatan Tulung Selapan, OKI.

“Oi salah apo anak aku ni. Dio ini dak pernah macem-macem, ngapo nak dubunuh cak ini nian. Lah ditinggalke bininyo, sekarang dio mati cak ini (dibunuh) pulok. Kasihlah balasan ya Allah,” isak ibu korban Naimah (60). Naimah berulang kali menjerit histeris dan mengusap wajah anak lelaki satu-satunya dari empat bersaudara itu. Sementara paman korban, Hanif (64) memilih menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami tidak tahu persis penyebabnyo, diduga gara-gara istrinya selingkuh. Karena kerjaan dia (korban) sebagai debt collector, atau ada yang lain,” tutur Hanif. (vin/aja/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: