Keracunan Miras, Lima Pemuda Tewas


Paru-Paru Menghitam

Keracunan Miras, Lima Pemuda Tewas

PALI “Tutupen botolmu, tutupen oplosanmu, emanen nyowomu, ojo mbok terus teruske, mergane ora ono gunane.” Penggalan lagu berjudul Oplosan yang dipopulerkan oleh Wiwik Sagita Pantura itu, sepertinya tak berlaku bagi lima pemuda di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI).

Faktanya, mereka tewas setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan yang dibeli di warung milik Julyadi alias Juhai (47), warga simpang tiga Tebing Gofar, kecamatan Talang Ubi. Kelimanya, Junaidi (25), Yanto (29), Agus Mureno (25), Iskandar (34), dan Juliadi (25).

Informasi yang dihuimpun Koran Ini menyebutkan, ppara korban tewas secara beruntun di kediamannya masing-masing. Hanya saja, miras yang dtenggak tidak dibeli secara bersama, melainkan sendiri-sendiri.

Tidak diketahui pasti, siapa di antara korban yang pertama kali membeli miras ke warung Julyadi. Pastinya, Junaidi lebih dulu menghembuskan napas terkahir, Sabtu (8/3), sekitar pukul 18.30 WIB

Sehari kemudian, Minggu (9/3) sekitar pukul 02.30 WIB, menyusul korban Yanto (29), warga Kecamatan Talang Ubi. Lalu, Senin (10/3) pukul 04.00 WIB, warga kembali diikejutkan dengan tewasnya Agus Mureno (25) warga Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi. Dia tercatat sebagai tenaga sukarela (TKS) Talang Ubi. Dua lainnya warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi yakni Iskandar (34) tewas sekitar pukul 17.45 WIB dan Juliadi (25) meninggal sekitar pukul 21.00 WIB. Korban terakhir, TKS di Pemkab PALI>

Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eriyadi SH MH, didampingi Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL menjelaskan, pihaknya telah membawa jenazah Iskandar ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, untuk proses autopsi. “Tujuan autopsi untuk melengkapi data. Saat ini, penjual minuman keras sendiri sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Itu setelah memeriksa para saksi,” ujar Kasat Reskrim AKP Eryadi, kemarin.

Barang ukti yang diamankan, tambah dia, berupa tiga botol minuman keras jenis Mansion House. “Miras sisa yang diminum korban, juga dibawa ke Palembang untuk dilakukan pemeriksaan ke Laboratorium Forensik Polda Sumsel.

Menurut Kasat Reskrim AKP Eryadi, pihaknya akan mengungkap semua jaringan miras. Sebab, sangat meresahkan masyarakat dan telah menimbulkan korban jiwa. “Kelima korban ini, saat minum miras bukan dari satu kelompok yang sama. Melainkan dari kelompok yang berbeda. Namun sumber minuman keras sendiri diperoleh dari toko milik Juhai. Makanya pemilik toko, Senin (10/3) sekitar pukul 21.00 WIB, langsung kita amankan dan dibawa ke Mapolsek Talang Ubi.

Sayangnya, saat petugas kepolisian menggerebek toko milik Julyadi, tak ditemukan miras “maut” tersebut. “Meski demikian, Julyadi tetap kita tangkap,” tegas Kasat Reskrim AKP Eryadi.

Sementara itu, jenazah Iskandar yang dibawa dengan mobil ambulance, tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin (11/3). Keluarga didampingi Kapolsek Talang Ubi AKP Zai’an ZL ikut menyasikan proses autopsi di kamar jenazah.

Autopsi jenazah Iskandar dipimpin dr Indra Nasution SPf. “Autopsi ini untuk mengetahui penyebab kematian korban. Hasilnya masih menunggu pihak forensik rumah sakit,” ujar AKP Zai’an ZL.

Dr Indra Nasution didampingi AKBP Hj Siti Khopsah AmKeb, Kaur Kedokteran Forensik (Doksik) Biddokes Polda Sumsel, menjelaskan bahwa penyebab kematian korban belum bisa diketahui. Lantaran mash harus diperiksa lebih lanjut ke Labfor Forensik Mabes Polri cabang Palembang. Dari autopsi tadi, petugas mengambil sedikit jaringan tubuh dari organ dalam jenazah. “Sampel itulah yang akan diperiksa oleh pihak Labfor,” jelas dr Indra.

Soal dugaan korban meninggal karena keracunan alkohol, dr Indra belum mau memastikan. Hanya saja, kata dia, memang ada ciri-ciri keracunan zat kimia dari organ dalam tubuh korban. “Ada warna hitam di paru-parunya. Hampir sama ciri-cirinya dengan orang yang keracunan zat kimia. Apakah itu keracunan alkohol, masih akan diperiksa lagi,” ungkapnya.

Kepala Ruangan Kamar Jenazah RS Bhayangkara, Ipda Edison mengataka n autopsi dilakukan sesuai permintaan penyidik Polsekta Talang Ubi.

Terpisah, kakak korban Iskadar, Pawir Tandri (38) mengatakan, korban sudah sehari semalam meningga. Sebelunnya, menenggak mirasbersama temannya, Sabtu malam (8/3). Lalu Minggu (9/3) korban hanya tertidur. “Sorenya korban mengaku dadanya sesak dan penglihatannya kabur. Tak lama kemudian waktu mau dibawa ke rumah sakit, adik saya meninggal,” ujar Tandri.

Yanti (28) adik korban mengaku puny firasat atas kepergian kakaknya itu. “Sabtu malam saya mimpi salah satu gigi patah. Mungkin ini pertanda kakak mau meninggal,” tukasnya.

Korban sendiri, rencananya dimakamkan kemarin. Namun, batal karena keperluan autopsi. “Kakak aku itu masih bujang. Sebenarnya mau dimakamkan tadi, karena sudah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan, tapi ternyata dibawa ke sini (rumah sakit) dulu. Mungkin malam ini (tadi malam) langsung kita kebumikan,” ungkapnya.

Rusak Organ Tubuh.
Kematian manusia akibat minuman keras sepertinya bukan hal aneh. Meskipun tidak rutin terjadi, korban miras oplosan cukup banyak. Lantas bagaimana kajian kesehatan terhadap minuman beralkohol tersebut?

dr Novadian SpPD dari RSMH Palembang menjelaskan, sebagian besar orang minum miras oplosan tahu bahwa minuman itu telah dicampur dengan bahan yang tidak jelas. “Tapi mereka tetap meminumnya. Malah, tak jarang minta pada penjual dicampur ini atau itu.”

Menariknya, setelah dicampur berbagai bahan justru harga miras lebih murah dengan efek menyenangkan. “Masyarakat harus mengetahui bahwa banyak dampak negatif yang diperoleh dari meneguk oplosan itu, terutama bagi kesehatan.”

Novadian menjelaskan, untuk mendapatkan cita rasa yang lebih baik biasanya penggemar alkohol sering menambahkan suplimen minuman berenergi ke dalam minumannya. Padahal, alkohol memberikan efek orang tenang dan rileks. Hanya, bila dicampur dengan minuman energi justru membuat orang lebih bersemangat. “Alkohol dan minuman berenergi memiliki efek berlawanan sehingga berakibat fatal. Orang bisa mengalami gangguan jantungdan akhirnya meninggal,” ujarnya.

Ia mengingatkan, efek minuman itu berjalan begitu cepat. Sebab, kandungan dalam minuman oplosan akan menjadi racun sehingga orang yang mengonsumsinya pun keracunan. Dampak lain bisa merusak ginjal, lambung, penglihatan kabur hingga kebutaan, serta merusak sistem saraf. “Orang yang mengonsumsinya bisa lumpuh.”

Katanya, banyak kasus yang sudah dilarikan ke rumah sakit, tapi tetap saja kondisi nyawa tak tertolong. Bukan dialami satu orang, justru lebih karena pesta miras dilakukan beramai-ramai. “Karenanya, saya mengimbau warga harus memberikan edukasi mengenai bahaya konsumsi oplosan. Efek ini sangat berbahaya, jadi harus diedukasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Hj Sri Agustina mengatakan, minuman beralkohol (MB) ditetapkan sebagai barang yang diawasi namun boleh diperdagangkan. “Khususn lokasi penjualan MB juga sudah diatur,” ujar Sri saat sosialisasi MB di Palembang beberapa waktu lalu.

Lokasi penjualan yang dimaksud meliputi, pertama, hotel, bar dan restoran dengan menjual MB langsung diminum di tempat. Pendek kata, tidak dijual dalam bentuk kemasan. Kedua, toko bebas bea, seperti pengecer dan dijual dalam bentuk kemasan. Ketiga, tempat tertentu yang ditempatan wali kota dan gubernur.

Lanjutnya, MB juga dibagi berdasarkan tiga golongan. Golongan A dengan kadar alkohol 0-5 persen, golongan B kadar alkohol 5-20 persen, dan golongan C 20-55 persen. Sekarang penjualan MB golongan A juga harus diletakkan di tempat khusus, seperti minimarket dan tingkat pengecer lainnya, serta tidak boleh ditempatkan di golongan B dan C.

Pembeli MB juga wajib menyertakan KTP dengan catatan umur minimal 21 tahun. “Untuk penjualan golongan A juga dilarang menjualnya di sekitar RS, lingkungan ibadah, sekolah, dan lainnya. Jika ditemukan pelanggaran, maka akan dikenakan sanksi administrasi dan sanksi pidana,” imbuhnya.

Soal pengecer yang menjual MB oplosan, Sri menegaskan, harus mengantongi surat izin penjualan akohol. Dalam perpres, kewenangan untuk menetapkan beberapa banyak peredaran MB yang boleh diperdagangkan diserahkan sepenhnya kepada gubernur serta bupati/wali kota. “Karena adanya otonomi daerah, maka setiap kepala daerah diberikan kewenangan sepenuhnya untuk membatasi peredaran barang beralkohol di daerah yang bersangkutan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Sumsel, Ir Permana MMA mengatakan, pihaknya akan selalu mengawasi lokasi penjualan minuman beralkohol. “Kalau kewenangan penentuan lokasi ada pada gubernur dan kepala daerah kabupaten/kota.”

Bagaimana dengan pengecer yang hendak menjualan oplosan? Kata Permana, harus menjual dalam bentuk kemasan. “Sesuai standar dan aturan. Jika tidak, itu berarti tak dapat izin.” (rip/cj3/ebi/gti/cj8/ce2)

Petaka Miras Oplosan
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Tersangka
Julyadi alias Juhai (47), wara simpang tiga Tebing Gofar, Kecamatan Talang Ubi.

Korban.
Junaidi (25), warga Talang Baru.

Yanto (29), warga Kecamatan Talang Ubi.

Agus Mureno (25), warga Talang Subur, Kecamatan Talang Ubi.

Iskandar (34), warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi.

Juliadi (25), warga Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi.

Barang Bukti.
Tiga botol miras jenis Mansion House.

Sisa miras yang diminum korban.

TKP:
Meninggal di kediaman masing-masing.

Kronologi
Korban (sendiri-sendiri) membeli miras jenis Mansion House diduga oplosan dari warung Julyadi.
Miras kemudian mereka tenggak di waktu berbeda.

Korban tertidur dan setelah bangun mengeluh sesak napas. Kelima korban, masing-masing kelang sehari meninggal dunia.
Efek Oplosan:
Rusak sistem saraf.
Penglihatan kabur.
Gagal jantung.
Rusak lambung.
Rusak ginjal.

Sumatera Ekspres, Rabu, 12 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: