Massa-Polisi Nyaris Bentrok


Massa-Polisi Nyaris Bentrok

Terjunkan Dua Peleton Anggota
Saat Tangkap Bandar Sabu

BATURAJA — Bandar narkoba jenis sabu yang beroperasi di wilayah hukum Polres OKU berhasil “dicangking.” Tersangkanya, Yopi (37), warga Dusun Baturaja, Kecamatan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, Minggu (9/3), sekitar pukul 03.45 WIB.

“Saat akan menangkapnya di sana (Dusun Baturaja, red) sedikit waswas. Apalagi, mendengar cerita-cerita lama susah menangkap di sana. Kami bersyukur, penangkapan tadi berjalan sukses dan tidak ada apa-apa,” ujar Kapolres OKU, AKBP Mulyadi SIK MH melalui Kasat Narkoba, AKP Raphael BJ Lingga, Minggu (9/3).

Menurut Raphael, saat penangkapan memang sempat ada seseorang berusaha memprovoksi untuk menyerang polisi. Beruntung, warga tidak terpancing. Kemudian, tersangka bisa dibawa k Mapolres OKU.

Bahkan, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, pada penangkapan itu, Kapolresta mengerahkan dua peleton, baik dari Polres maupun dari Polsek. “Kapolres langsung memimpin penangkapan. Sempat ada yang memprovokasi. Namun setelah diberikan penjelasan dari Kapolres dan ditunjukkan barang barang bukti, masyarakat mengerti. “Kami juga berterima kasih kepada masyarakat karena tidak terprovokasi,” lanjutnya.

Selain menangkap Yopi, polisi juga mengamankan yang diduga kurir Andi Wiranata (20). Warga Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim. Keduanya ditangkap saat sedang mempersiapkan narkoba jenis sabu sabu untuk diedarkan dan dipakai. Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga butir ineks warna putih merek mercy. Empat paket sabu, alat penghisap sabu, 1 unit timbangan digital, plastik klip serta uang tunai hasil penjualan sabu sebanyak Rp 13 juta.

“Tersangka ini terbilang licin. Karena dalam melakukan transaksi selalu di rumahnya. Kemudian, selalu menyuruh pembeli untuk mengonsumsi narkoba yang dijualnya di rumahnya. Sudah setaun tersangka menjadi TO (target operasi, red). Tersangka juga atensi dari Mabes Polri dan Poda Sumsel,” lanjutnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam Pasal 114 KUHP tentang kepemilikan narkoba dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. “Kami terus lakukan pengembangan untuk menangkap bandar yang lebih besar. Jaringan pelaku sendiri lintas kabupaten,” pungkasnya.

Menurut keterangan tersangka Yopi, dirinya menggeluti penjualan barang haram ini sudah setahun belakang. Setiap harinya tersangka bisa menjual sabu sebanyak lima paket. Dari hasil penjualan tersebut dirinya berhasil meraup keuntungan Rp 2,5 juta setiap harinya. “Sehari bisa jual lima paket sedang. Sudah setahun ini saya jualan,” ungkapnya. (Gam/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 10 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: