Jalan Raya Prabumulih-Baturaja Hancur, Rakyat Menderita


Rawan Kriminal, Marak Pak Ogah

Jalan Raya Prabumulih-Baturaja Hancur, Rakyat Menderita
Ambrol: Gorong-gorong ambrol di Desa Lencah, Kecamatan Lumbai, Muara Enim

Pemerintah jangan tinggal diam melihat kondisi infrastruktur yang kian hancur karea hal itu sangat merugikan rakyat. Terlebih, hampir seluruh jalan utama d Sumsel Rusak.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Kondisi jaan milik Pemerintah Provinsi Sumsel, yang membentang antara Prabumulih–Baturaja, Kabupaten OKU, rusak parah. Apalagi, angkutan kendaraan yang melebihi tonase menambah hancurnya jalan yang menjadi jalur utama di kawasan itu.

Belum ada langkah perbaikan yang dilakukan pemerntah. Satu sisi, kerusakan jalan tersebut memicu munculnya pungutan liar (pungli) yang dilakukan masyarakat. Tidak hanya itu, kekhawatiran akan aksi kriminal pun menghantui pengguna jalan.

Jika kondisi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan pelaku kriminal untuk melancarkan aksi jahatnya. Inilah yang harus diantisipasi pemerintah maupun aparat. Kerusakan umumnya terjadi pada titik jalan yang landai dan berdampingan dengan anak sungai. Dari kondisi tersebut, tidak sedikit kendaraan yang terjebak hingga terguling. Biasanya, kondisi itu menimpa pengemudi yang belum mengetahui medan.

Sedianya, instansi terkait memasang rambu-rambu peringatan pada kawasan yang mengalami kerusakan. Karena keberadaan lubang yang menganga lebar mengakibatkan rawan kecelakaan. Apalagi, bagi pengemudi kendaraan yang melintas saat malam hari. “Khawatir sih Mas, sebab gak ada rambu-rambu peringatan jika jalan ini banyak rusak. Kalau bisa, pemerintah segera lakukan perbaikan agar masyarakat tenang di jalan,” ujar Wawan (34), pengemudi mobil yang melintas di jalur tersebut.

Dia seperti kesal dengan banyaknya lubang di sepanjang Jalan Prabumulih Raya–Baturaja itu. Menurutnya, keberadaan lubang yang menganga hanya memicu munculnya Pak Ogah. Kondisi ini yang dicemaskan pengguna jalan karena khawatir akan tindak kriminal bisa saja terjadi. Oleh karena itu, kata dia, pemerintah harus segera melakukan perbaikan agar keberadaan Pak Ogah tidak ada lagi.

“Memang selama ini mereka (Pak Ogah) tidak memaksa pengguna jalan untuk meminta uang. Mereka cenderung menerima apa adanya, tetapi kecemasan itu pasti ada. Apalagi saat melintas pada malam hari,” katanya. Untuk itu, aparat harus melakukan tindakan tegas terhadap keberadaan pak ogah jika melakukan tindakan yang meresahkan pengguna jalan. Masih kata dia, dirinya kerap terjebak lubang. Ini tentunya dirasakan juga oleh pengemudi lainnya.

Jika dihitung, lubang yang berada di sepanjang jalur tersebut sangat banyak. Bahkan, banyak dijumpai lubang baru yang muncul di kanan-kiri jalan. Apalagi, kendaraan truk yang melintas di jalur itu umumnya memiliki tonase yang melebihi dari ketentuan. Akibatnya, mempercepat terjadinya lubang yang lebih besar.

Bagaimana dengan pengemudi motor? Tentunya lebih menakutkan lagi. Pasalnya, mereka harus ekstrahati-hati agar tidak terjebak lubang. Sebab, lubang yang menganga dengan kedalaman berkisar 30 sentimeter hingga lebih, akan memicu kecelakaan tunggal. “Gak bisa ngebut, Pak. Kalau ngebut harus siap-siap kecelakaan. Karena tidak diduga, tahu-tahu ada lubang. Inilah yang membuat banyak terjadi kecelakaan tunggal,” kata Indra (30), pengemudi motor.

Kerusakan jalan juga dikeluhkan para sopir travel Palembang–Baturaja–Martapura. Adi (33), misalnya. Dia mengaku tak bisa memprediksi waktu tempuh antara Baturaja–Palembang maupun sebaliknya. Ini lantaran, banyaknya lubang di sepanjang Jalan Raya Prabumulih–Baturaja. “Alhamdulillah penumpang mengerti. Mereka tahu kok masalahnya. Begitu juga dengan kemacetan di jalan Inderalaya–Palembang,” ucapnya. (roz/asa/ce4)

Terus Ingatkan Pemerintah
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Pungutan liar makin marak di jalan provinsi yang rusak, seperti di Jalan Prabumulih Raya–Baturaja (OKU). Melihat kondisi itu, anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Erza Saladin, sangat menyayangkan hal tersebut.

“Hal ini sungguh tidak patut dilakukan, apalagi oleh anak-anak. Hal ini tentunya mengurangi citra baik Provinsi Sumsel. Mungkin saja, anak-anak itu ingin memberikan sumbangsih terkait jalan yang rusak, tapi perbuatan yang dilakukan itu tidak pas,” ujar Erza.

Politikus PKS ini menilai, bisa jadi, anak-anak yang melakukan pungli tersebut disuruh oleh orang dewasa atau pihak lainnya yang memanfaatkan anak-anak untuk mendapatkan uang dari sopir. “Tentu kita berharap hal yang demikian, karena anak-anak itu harusnya sekolah, bukan di jalanan meminta pungli,” katanya lagi.

Menurutnya, fokus yang paling utama adalah kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumsel. “Insya Allah, selama ini komunikasi dengan pihak PU Bina Marga Sumsel lancar-lancar saja, dan kita selalu mengingatkan pihak PU Bina Marga terkait kejadian adanya jalan rusak,” jelasnya.

Ditambahkan Erza, anggaran untuk perbaikan jalan rusak, termasuk di Jalan Prabumulih Raya–Baturaja semuanya sudah tersedia. Intinya, proses perbaikan jalan segera diserahkan pada Dinas PU Bina Marga Sumsel. “Soal dana, sudah tersedia,” imbuhnya.

Yang penting dalam hal ini, menurut Erza, adalah komitmen Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, yang sebelumnya siap pasang badan demi perbaikan semua ruas jalan provinsi. “Jadi, ini semacam garansi bahwa jalan-jalan provinsi yang rusak akan terus diperbaiki. Tentu kita selalu mengingatkan pak gubernur untuk memperbaiki jalan yang rusak,” pungkasnya.
(roz/ce4)

Rutin Lakukan Perbaikan
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Sejak 2012, Tekan Kemacetan
Banyaknya jalan rusak menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Pada tahun 2014 ini, perbaikan semua ruas jalan provinsi menjadi perhatian utama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel.

Plt Kepala Dinas PU BM Sumsel, Rizal Abdullah mengatakan, perbaikan jalan di Jalur Lintas Tengah Sumatera, yakni ruas Jalan Prabumulih Raya–Baturaja, OKU dilakukan sejak 2012.

Ruas jalan yang diperbaiki sepanjang 400 meter. Itu memang baru sebagian. Selanjutnya, kita terus lakukan inventarisasi, terlebih pascamusim penghujan ini.

Dimana, jalur relatif mulus meskipun masih terus diperbaiki secara berkala. Jalan dari Prabumulih menuju Baturaja ini berjarak sekitar 150 kilometer. “Kini, jalan yang dulu dipenuhi lubang besar itu tidak tampak signifikan lagi,” ujar Rizal.

Nah, kini di beberapa titik Jalan Prabumulih Raya–Baturaja tersebut dimanfaatkan anak-anak untuk meminta uang secara ilegal. Mereka berdalih meminta uang kepada pengguna jalan, yakni sopir mobil dan truk dengan kedok bantuan penimbunan jalan rusak.

Untuk memulus aksi mereka, di beberapa titik jalan rusak itu diberi tanda seperti roli dan alat perbaikan jalan. “Tentu apa yang dilakukan itu adalah ilegal. Bagi pengendara yang melintas, tak usah dikasih kalau ada anak-anak yang minta uang,” kata Rizal.

Sebagian besar anak-anak itu masih berusia 10 tahun atau masuk kategori wajib sekolah. Mereka berdiri di tengah-tengah jalan sambil melakukan aksi meminta-minta kepada para pengendara yang melintas di sepanjang jalan.

Posisi anak-anak yang berdiri di ruas jalan sangat membahayakan. Apalagi, lokasi itu banyak kendaraan besar yang lalu-lalang. Sementara, tubuh anak-anak itu masih sangat kecil sehingga membahayakan jiwa mereka.

Bahkan, sering terjadi kecelakaan truk besar yang terbalik di jalan Beringin tersebut. Selain jalannya masih ada yang belum mulus, juga rawan kecelakaan akibat minimnya lampu penerang jalan. Ditambahkan Rizal, secara keseluruhan, kondisi jalan di Sumsel 90 persen dalam kondis baik. Menurutnya, kerusakan jalan di Sumsel dipengaruhi tingginya volume kendaraan serta penambahan infrastruktur bangunan di sejumlah badan jalan. Pihaknya lebih fokus untuk mempertahankan kondisi jalan dengan meningkatkan kapasitas jalan dan pelebaran.

Target perbaikan jalan ini memang sudah dijalankan sejak 2013 lalu dan terus berlanjut hingga tahun ini. Seluruh pelaksanaan proyek pembangunan jalan merampungkan semua kegiatan sebelum H-10 Idul Fitri pada Juli 2014 mendatang. (roz/ce4)

Lokasi Jalan Rusak
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Desa Lubuk Batang, Kecamatan Lubuk Batang, OKU

Kondisi: Terdapat banyak lubang, aspal mengelupas, tanpa rambu-rambu peringatan.

Desa Lencah, Kecamatan Lubai, Muara Enim

Kondisi: Ada gorong-gorong ambrol di pinggir jalan, banyak lubang, aspal mengelupas, dan tanpa rambu-rambu peringatan.

Desa Prabu Menang, Kecamatan Lubai, Muara Enim

Kondisi: Banyak dijumpai lubang dengan kondisi aspal mengelupas dan belum ada rambu peringatan.

Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai, Muara Enim

Kondisi: Banyak dijumpai lubang dengan kondisi aspal mengelupas.

Desa Aur, Kecamatan Lubai, Muara Enim

Kondisi: Jalan berlubang dengan aspal mengelupas dan banyak tikungan.

Desa Menanti, Muara Enim

Kondisi: Banyak lubang, aspal mengelupas, dan rawan kecelakaan.

Desa Air Asam

Kondisi: Jalan berlubang dan aspal mengelupas.

Desa Suka Merindu, Muara Enim

Kondisi: Banyak lubang, warga melakukan pengecoran di jalan rusak, serta aspal mengelupas.

Desa Karangan, Kecamatan Kapak Tengah, Prabumulih

Kondisi: Jalan berlubang, aspal mengelupas, dan belum ada perbaikan.

Sumatera Ekspres, Senin, 10 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: