Diculik, Dianiaya Oknum Perwira


Soal Utang Piutang

Diculik, Dianiaya Oknum Perwira PALEMBANG — Terkait utang piuutang, Sutarnedi (51), warga Jl Slamet Riyadi, Lr Mentok, Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, diduga diculik oleh oknum perwira pertama (pama) Polri berinisial AKP Slb dan teman-temannya. Sutarnedi yang belum bisa membayar utangnya Rp 65 juta, dianiaya hingga babak belur. Bahkan sulit berbicara akibat pukulan di bagian rahangnya.

Kasihan melihat nasib kakaknya, Suhandi (44) lalu melaporkannya ke SPKT Polda Sumsel, Minggu sore (2/3). Adanya laporan itu, Propam Polda dan piket lainnya langsung menindaklanjutinya. “Saat penggerebekan dilakukan, Sutarnedi masih berada di kediaman AKP Slb di Jl Brigjen Hasan Kasim, dengan kondisi babak belur,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova, kemarin (3/3).

Oknum AKP Slb yang berdinas di Denma Polda Sumsel, dan Sutarnedi dibawa ke Maploda Sumsel, untuk dimintai keterangannya. “Korban telah berobat di rumah sakit dan dilakukan visum. Kami menunggu hasil visum, untuk melihat luka-luka korban disebabkan oleh apa saja. Tunggu saja hasilnya,” ujarnya, seraya mengatakan untuk dugaan sementara oknum perwira itu bisa dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol J Didiek DP, mengatakan, pihaknya juga telah menerima laporan keluaga korban, di Yanduan Bidang Propam Polda Sumsel. “Setelah selesai ditangani pihak Ditreskrimum baru bakal disiplinnya,” ujar Didiek. Informasi yang berhembus, diduga hutang piutang masalah narkoba. Namun Didiek belum bisa membeberkannya. “Yang jelas masalah utang. Untuk apa itu, masih ditangani pihak Ditreskrimum,” tukasnya.

Sementara menurut keterangan pelapor Suhandi, Minggu (2/3) dia mendapat SMS dari korban, yang berbunyi: “Cpt lah nang, aku nak dibunuh wong.” Mendapat SMS tersebut, Suhandi langsung menghubungi korban. Hingga akhirnya Suhandi mendatangi halaman parkir sebuah rumah makan di kawasan Jl Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning, sekitar pukul 16.30 WIB.

Setibanya di sana, Suhandi menghampiri mobil yang disebutkan, jenis Toyota Fortuner warna putih BG 333 xx (diinisialkan serinya). Saat kaca mobil dibuka, Suhandi melihat korban duduk di bangku tengah, dijaga para pelaku. Suhandi juga melihat, hidung kakaknya memar/bengkak, serta mengeluarkan darah. Di lehernya juga terlihat ada tetesan bercak darah.

Kepada Suhandi, para pelaku mengatakan baru akan melepaskan korban, jika telah dibayarkan utangnya Rp 65 juta. Suhandi yang tidak tega melihat kakaknya sudah babak belur tersebut, kemudian melaporkannya ke SPKT Polda Sumsel. Hingga akhirnya polisi menjemput oknum AKP Slb di rumahnya, didapati korban yang babak belur. Diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. AKP Slb yang sebelumnya lama berdinas di Ditpolair Polda Sumsel, kemudian menjalani pemeriksaan. (gti/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Selasa, 4 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: