Penelitian Panjang Candi Lesung Batu Rawas Ulu


Ungkap Tata Ruang Situs Candi

Penelitian Panjang Candi Lesung Batu Rawas Ulu

Peninggalan sejarah di Sumatera Selatan (Sumsel) cukup banyak. Satu di antaranya Candi Lesung yang diduga dibangun pada abad 10 Masehi. Hanya saja, Tim Balai Arkeologi Palembang hingga saat ini belum menemukan bangunan utama candi itu.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Awalnya Candi Lesung yang berlokasi di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rasaw Ulu, Kabupaten Muratara ditemukan warga. Candi tersebut berada di lahan milik warga setempat bermana Abdullah. Lantaran bentuknya menyerupai candi, warga selanjutnya melaporkan temuan itu ke Balai Arkeologi pada 1990 silam.

Lokasi situs yang masuk cagar budaya ini persis berada di pinggir jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Km 93 berjarak sekitar 500 meter dari dari area kebun karet seluas dua hektare.

Sisa-sisa bangunan kuno pada Candi Lesung Batu ini masih menarik perhatian para peneliti, arkeolog, penggali, petualang, bahkan sampai pemburu harta karun yang berharap menemukan barang berharga. Penelitian kali pertama dilakukan Pusat Penelitian Balai Arkeologi Nasional pada 1990. Bermula dari adanya penemuan yoni.

Penelitian Panjang Candi Lesung Batu Rawas Ulu Lalu pada tahun 1993, Balai Arkeologi Palembang mulai melakukan penggalian pertama di situs Candi Lesung yang berlanjut di tahun 1996. Kemudian penelitian dilanjutkan lagi pada tahun 2000 dan 2013.

Penelitian terus dilakukan. Hingga saat ini, tim arkeolog masih berusaha mengungkapkan struktur bangunan serta napak tilas peninggalan budaya di situs tersebut.

Baru-baru ini, delapan tim arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang sudah menyelesaikan penelitian selama 12 hari, 6-17 Februari 2014 lalu. Delapan tim arkeolog diketuai Sondang M Siregar, dengan anggota Waty Yusmaini, Retno Purwanti, Kristantina, Indriastuti, Yusuf, Firdaus, Untung, dan Ismayanti. Penelitian lanjutan pada tahun 2014 ini untuk mengungkap tata ruang situs candi.

Intinya tim kembali menggali dan meneliti sisa bangunan kuno berupa batu-batu napal sejenis batu lempung yang mengandung kapur. Apa hasilnya? Tim menemukan tempayan kubur dan fragmen keramik Cina peninggalan Kerajaan Sriwijaya abad ke-10.

Tempayan kubur juga merupakan peninggalan budaya pra sejarah umat Buddha di abad ke-10. Di areal ini juga ditemukan sebaran fragmen keramik yang berdasarkan kronologis berasal dari Cina pada abad ke-10.

Candi Lesung Batu terbuat dari batu bata dengan sisa fondasinya yang masih ada berukuran 8 x 10 meter. Fondasi itu berbentuk persegi panjang, di bagian tengah fondasi itu terdapat ruang terbuka dengan ukuran 2,7 meter x 2,9 meter. (roz/asa/ce1)

Butuh Perhatian, Minim Dana
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Keberadaan Candi Lesung Batu memiliki daya tarik dan potensi wisata bagi Kabupaten Muratara. Bahkan lokasi ini sering didatangi pengunjung yang datang langsungdari berbagai pelosok daerah, seperti dari Jambi, Lubuklinggau, dan Bengkulu.

Bupati Muratara, Akisropi Ayub mengatakan, Candi Lesung Batu merupakan salah satu aset yang penting bagi kabupaten termuda di Sumsel ini. Untuk itu, mantan Sekda Kota Lubuklinggau ini akan memberikan perlindungan terhadap benda prasejarah ini karena sudah menjadi aset daerah dan nasional.

Meski demikian, ia menyadari masih terdapat kendala karena terbatasanya anggaran untuk memelihara cagar budaya ini. Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih pada situus Candi Lesung Batu tersebut. “Yang penting kita tetap lakukan pengamanan dan perlindungan barang-barang prasejarah ini,” ucapnya. (roz/asa/ce1)

Hadir Zaman Sriwjaya
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Kawasan Penyangga Ekonomi
Candi Lesung Batu merupakan tempat ibadah umat Hindu. Ini berdasarkan temuan yoni, yang menunjukkan latar belakang keagamaan bangunan candi adalah agama Hindu.

Candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad 10 Masehi atau se-zaman dengan Kerajaan Sriwijaya. Artinya, meski Sriwijaya menganut Buddha, namun ritual Hindu tetap hidup dan ada di wilayah kekuasaannya.

Candi ini diduga sebagai daerah penyangga perekonomian Sriwijaya. Sebab, pada masa Sriwijaya, terjadi kegiatan perdagangan antara pusat kerajaan di Palembang dengan daerah di pedalaman. Kepala Balai Arkeologi Palembang, Nurhadi Rangkuti, mengatakan, penelitian lanjutan difokuskan pada pencarian bangunan-bangunan di sekitar Candi Lesung Batu. Pencarian dilakukan karena Lesung Batu diyakini sebagai kompleks percandian yang memiliki sejumlah bangunan. (roz/asa/ce1)

Siapkan Penelitian Lanjutan
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Tim Arkeologi Paembang menemukan artefak kuno. Di antaranya fragmen keramik dan tempayan batu di situs Candi Lesung Batu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Penemuan benda-benda kuno ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan warga setempat. Warga sendiri menyambut baik kedatangan tim arkeologi dari Palembang yang meneliti selama 12 hari, dari 6-17 Februari. Bahkan, warga juga dilibatkan sebagai penggali di situs Candi Lesung Batu.

Sondang Siregar, ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Palembang mengatakan, bantuan warga sangat membantu upaya tm arkeologi mulai dari membantu penggalian sampai alat-alat keperluan lainnya. Bahkan, tim juga didukung Camat Rawas Ulu yang menyediakan tempat menginap. “Kami merasa sangat terbantu, dan selama 12 hari kami menginap di kantor camat,” kenang Sondang.

Banyak sekali pengalaman yang tak terlupakan selama dua pekan berbaur dengan warga setempat dan penggalian benda bersejarah. “Intinya sangat senang bekerja sebagai arkeolog, bisa jalan-jalan dan mempelajari budaya dan benda-benda bersejarah nenek moyang kita,” tukasnya.

Pemeliharaan situs sangat bergantung dengan kepedulian warga setempat, terutama warga yang memiliki lahan kebun karet tempat berdirinya situs agama Hindu tersebut. Candi Lesung Batu yang diperkirakan peninggalan abad ke-10 itu awalnya ditemukan di lahan Abdullah, salah seorang warga Desa Lesung Batu, pada tahun 1990. “Kami mengimbau kepada warga setempat agar gundukan batu di situs candi untuk tetap terus dijaga,” pungkasnya. (roz/asa/ce1)

Penemuan Candi Lesung Batu
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •


Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Sumsel.
Lokasi candi ditemukan berjarak 15 meter dari Jalinsum, Rupit.
Penelitian dilakukan sejak 1990 hingga sekarang.
Kedalaman 2,60 x 2,60 sentimeter dibangun pada abad 10 Masehi.

Tim Peneliti
Balai Arkeologi Palembang.
Anggota 8 orang.
Dipimpin Sondang M Siregar SS.
Belum ditemukan lokasi Candi Induk.
Peninggalan Agama Hindu.

Benda-benda Lain Yang Ditemukan
Yoni (sarana pemujaan bagi agama Hindu.
Fragmen.
Tembikar.
Keramik.
Batu napal.

Kendala Penelitian
Sulit mendapat izin warga sekitar.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Sumatera Ekspres, Senin, 3 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: