Cuci Baju di Sungai, Tangan Disambar Buaya


Cuci Baju di Sungai, Tangan Disambar Buaya

BANYUASIN — Gerak refleks Ernawati (30), berhasil menyelamatkan dirinya dari serangan buaya sepanjang 2,5 meter. Meski jari telunjuk tangan kirinya, robek dan nyaris putus akibat gigitan buaya tersebut. Saat kejadian,, Sabtu (1/3) Erna sedang mencuci pakaian di Sungai Tanah Kering, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin.

Sebelum kejadian, warga Desa Sumber Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin itu mencari daun nipah menggunakan perahu ketek, sekitar pukul 14.30 WIB. Setelahnya, baru mencuci pakaian masih di atas perahu keteknya. “Tiba-tiba buaya sepanjang 2,5 meter, menarik pakaian yang ada dii tangan Erna. Dia jadi terpental sekitar 3 meter dari perahu,” kata Suryani, Saudari Erna.

Erna terus melakukan perlawanan, agar tidak terseret ke dalam sungai. Dia berontak sambil melepaskan cucian di tangannya dan berhasil, meski jari telunjuk tangan kirinya terluka. “Jari telunjuknya hampir putus, langsung dibawa ke RSUD Banyuasin ini,” pungkas Suryani, yang menjaga Erna di RSUD Banyuasin.

Anak koerban, Harmoko menambahkan, Di Sunagi Tanah Keriing itu memang sering buaya menampakkan dirinya. Bahkan pernah ada warga yang sampai tewas dimakan buaya tersebut. “Memang buaya di sana sudah mengkhawatirkn masyarakat, namun kami tidak bisa berbuat banyak. Karena sungai itu salah satunya akses jalur untuk mata pencarian sehari-hari masyarakat membawa hasil bumi,” tuturna.

Terpisah, Kabid Sarana Prasarana dan Perlindungan Hutan dan Perkebunan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin, Danul Burhan mengatakan, lokasi tersebut memang rawan akan buaya. Seperti daerah lainnya, di wilayah Sungai Mukut Desa Bentayan (Kecamatan Tungkal Ilir), Sungai Desa Panuguan (Kecamatan Pulau Rimau), Kuala Puntian (Kecamatan Tanjung Lago), dan Mangga Jaya (Sungai Banyuasin).

“Masalah buaya ini adalah tugas BKSDA Sumsel, kami siap membantu dan mendampingi ke lokasi kejadian tersebut. Hanya saja buaya tersebut tidak boleh diburu sembarangan, apalagi sampai dibunuh walaupun telah memakan korban. Karena buaya termasuk hewan yang dilindungi oleh negara sesuai UU No 41/1999 tentang Kehutanan. Sebagai antisipasi terjadi korban berikutnya, kami dan BKSDA akan memasang rambu-rambu tanda keberadaan buaya,” katanya. (qda/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 3 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: