Tahu Setelah Kena Tembak


Tahu Setelah Kena Tembak
Jadi Korban: Kenedy terbaring lemas di Ruang Bedah E (RBE), kelas 3, kamar nomor 3, RSMH Palembang, kemarin (1/3). Dadanya ditembus peluru hingga punggung bagian tengah saat bentrok dua kelompok warga dari Desa Sungai Ceper dan Gajah Mati, OKI

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALEMBANG — Salah satu korban luka, Kenedy bin Amir (30), warga Desa Gajah Mati, yang sebelumnya dirawat di RSUD Kayuagung pascakejadian terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Itu karena luka tembak yang dialaminya cukup parah. Peluru yang diduga nyasar dari senjata api rakitan (senpira) milik warga Sungai Ceper menembu dada kanan dekat ketiak Kenedy hingga tembus ke punggung bagian tengah.

Ketika ditemui Wartawan Koran Ini di RSMH, kemarin (1/3), Kenedy masih menjalani perawatan tim medis di Ruang bedah E (RBE), kelas 3, kamar nomor 3. Dia terbaring lemas di atas kasur pasien. Dada kanan dan punggnungnya yang luka tembak sudah diperban. Tangan kirinya diinfuse dan pernapasannya dibantu oksigen.

“Belum dioperasi, tadi (kemarin, red) pagi baru dapat ruang di sini (RBE). Kata dokter rencana operasi hari senin,” kata Kenedy yang masih merasa sakit di bagian tulang dada kanan.

Diceritakan Kenedy, sebelum kejadian, dirinya tidak tahu ada bentrok berdarah antardua desa, Jumat lalu. Saat itu, dia henak pulang ke rumah dari tempat adk iparnya. Lantaran rumahnya tidak begitu jauh, Kenedy berjalan kaki. Namun, di tengah perjalanan tertembak peluru yang diduga nyasar dari senpira milik warga Sungai Ceper.

“Ketika kena tembak, saya baru tahu ada bentrok. Saya tidak bisa lari dan berbuat apa-apa karena langsung tergeletak. Saya tidak tahu siapa yang menembak. Saat itu, saya melihat ada orang sekitar 30-an, semuanya warga Sungai Ceper. Saya warga Gajah Mati dan tidak ikut kelompok yang bentrok,” ungkap Kenedy.

Diakui Kenedy, kedua desa memang sering riibut, dan Desa Sungai Ceper memang terkenal rawan tindak kriminalitas. “Sudah sering ribut. Daerah Sungai Ceper itu terkenal rawan,” kata Kenedy, bapak satu anak dan berprofesi sebagai petani karet dan sawit.

Sementara, ibu Kenedy, Nuriati, masih terlihat shock. “Sudah agak mendingan,” singkatnya semmbari membersihkan tubuh anaknya dengan handuk basah.

Beberapa keluarga Kenedy yang lain ketika di RSMH Palembang kemarin juga terlihat masih trauma dan enggan berkomentar. “Bapak mual-mual terus, ibu masih trauma. Nanti saja ya,” ujar salah satu keluarga Kenedy.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) OKI, Muhammad Lubis ditemui di RSMH Palembang ketika menjenguk korban Kenedy mengatakan, masih banyak korban luka-luka yang melarikan diri pascabentrokan.

“Kami mendapat informasi di lokasi kejadian bahwa masih banyak korban luka-luka. Beberapa korban yang selamat itu informasinya ada di rumah sakit di Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji, Lampung. Apa memang dirahasiakan atau apa, kami belum dapat pastikan,” ungkap Lubis.

Lanjut Lubis, pihaknya akan mengecek lokasi korban yang luka-luka di rumah sakit tersebut. Untuk pengobatan Kenedy sudah diurus oleh Dinkes OKI, termasuk konsumsi keluarga yang menunggu. “Keluarga pasien juga disediakan fasilitas rumah singgah milik pemkab OKI di daerah Sekip Pangkal,” ujarnnya. (cj1/ego/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 2 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: