Bentrok Murni Kriminal


Antarkelompok Bukan Antardesa

Bentrok Murni KriminalKAYUAGUNG — Pascabentrok dua kelompok warga, situasi Dusun Tangsi, Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI berangsur kondusif. Aparat dari Polres OKI dan Kodim 0402 OKI masih berjaga-jaga mengamankan situasi sembari melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIk, mengatakan, pihaknya sedang berupaya meredam emosi kedua kelompok yang sedang bertikai agar tidak sampai meluas. “Fokus kita masih meredam emosi dari pihak keluarga kedua kelompok warga dengan berkoordinasi ke tokoh masyarakat dan masing-masing ke kepala desa,” ucap Erwin. didampingi Kasat Reskrim AKP H Surachman, kemarin (1/3).

Menurut Erwin, kasus tersebut merupakan bentrok dua kelompok warga dari Desa Sungai Ceper dan Gajah Mati yang diduga berebut pam kebun sawit milik PT Selapan Jaya Permai (Sampoerna Agro) di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang. “Jadi bukan bentrok antardesa,” tegasnya.

Erwin menuturkan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, sehingga sementara belum ada yang diamankan. “Berdasarkan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), hanya tiga orang yang meninggal dunia dan tiga lagi mangalami luka-luka,” ujarnya.

Tiga korban yang meninggal yaitu Nopel, Viset, dan Samri. Ketiganya merupakan warga Desa Sungai Ceper. Nopel, terang Erwin, mengalami luka bacok di belikat dan tangan. Viset luka di jari tangan, dan Samri bin Sudin luka tusuk di dada sebelah kanan.

Sementara dari Desa Gajah Mati, warga yang meninggal adalah Yono dan Embun. Yono, jelas dia,mengalami luk tembak di perut sebelah kiri dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit di Lampung, sedangkan Embun, di TKP akibat luka tembak.

Korban lain, Kenedy mengalam luka tembak di dada sebelah kanan tembus ke punggung, saat ini kritis dan sedang dirawat di RSMH Palembang. “Ada tiga lagi dari kelompok Gajah Mati yaitu Noven, Randi dan Endang yang melarikan diri,” ungkap Erwin.

Bupati OKI Iskandar SE mengungkapkan jika kasus tersebut merupakan kasus kriminal murni, bukan bentrok antardesa. “Saya tegaskan bahwa kasus kriminal murni keributan antarkelompok pam perusahaan perkebunan kepala sawit, bukan bentrok antardesa,” tegas Iskandar.

Menurut Iskandar, pihaknya meminta agar kedua kelompok yang bertikai bisa menahan emosi, sehingga tidak lagi terjadi bentrok. “Saya meminta kepada kedua kelompok, baik dari Desa Sungai Ceper maupun Desa Gajah Mati untuk bersama-sama menahan diri. Kita semua bersaudara, jadi tidak perlu saling membunuh. Saya mohon ciptakan perdamaian, kasihan keluarga masing-masing kalau terus bertikai,” tuturnya.

Iskandar mengatakan, dirinya sudah mengutus Asisten I Seta OKI, Kaban Limnas, dan Kasat Pol PP untuk datang ke lokasi kejadian menenangkan kedua kelompok. Dia berharap agar tidak timbul dendam di antara keduanya.

Untuk korban luka, kata Iskandar, sedang diurus Dinas Kesehatan Kabupaten OKI. Pihaknya bertangung jawab terhadap krban luka, baik yang dirawat di OKI, Palembang maupun di Lampung. “Termasuk juga konsumsi keluarga yang menunggu sudah diakomodir oleh Dinkes OKI. Untuk yang di Palembang, kami sediakan fasilitas rimah singgah milik Pemkab OKI,” tukasnya.

Seprti diberitakan sebelumnya, dua kelompok warga dari Desa Sungai Ceper dan Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (28/2), berhadap-hadapan. Mereka terlibat bentrok menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan (senpira).

Pemicunya, rebutan “lahan kekuasaan” pengamanan alat berat milik PT Selapan Jaya Permai (SJP) yang bergerak di bidang perkebunan sawit. Selama ini, lahan PT SJP memang dijaga dua kelompok, yakni dari Gajah Mati dikuasai Embun Cs, sedangkan kelompok Sungai Ceper di bawah kendali Samri alias Meri.

Masalah muncul karena lokasi kebun ada di wilayah Desa Sungai Ceper, sementara warga Gajah Mati ikut menjadi tenaga keamanan di sana. Makanya, kedua kelompok itu, sering bersinggungan. Puncaknya Jumat pagi, kedua kelompok tersebut dengan membawa senpira dan senjata tajam jenis golok, bertemu di Dusun Tangsi, Desa Sungai Ceper, lokasi PT SJP. Diduga warga dengan mudah membawa senpira karena Desa Sungai Cepermemang terkenal sebagai tempat produsen senpira.

Sebelum kedua kelompok berhadap-hadapan, salah satu mobil truk milik Noven, warga Desa Gajah Mati (penjaga keamanan kelompok Embun Cs) disetop rombongan Novel Cs, warga Sungai Ceper (kelompok Samri). Mendapat laporan mobil disetop, akhirnya si pemilik truk Noven dan korban Embun mendatangi TKP.

Tiba di TKP, kedua kelompok tersebut bertemu dan terjadilah cekcok mulut yang berakhir dengan bentrok. Lima tewas dan beberapa warga lain sekarat dalam kejadian tersebbut. Hingga berita ini diturunkan, warga kedua desa masih banyak yang mengungsi ke desa lain menghindari bentrokan lebih luas. (hak/ego/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 2 Maret 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: