Palsukan KTP Buka Rekening


Untuk Judi dan Penipuan

Palsukan KTP Buka Rekening
Gelar: Kapolsekta IT I Kompol Afria Jaya perlihatkan KTP palsu, yang disita dari tersangka Padilah dan Rian (berdiri di kiri)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALEMBANG — Aparat Polsekta IT I, mengungkap tersangka pemalsu kartu tanda penduduk (KTP) yang digunakan untuk membuka rekening di bank. Parahnya, nomor rekening itu diduga sebagai tempat transfer dari penipuan via SMS, judi online jenis toto gelap dan bola.

Kedua tersangka yang ditangkap, Padilah (25) warga Pondok Gede, Bambu Kuning, RT 01/4, Kelurahan Bojong Gede, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; dan Rian (34) warga Desa Terusan Menang, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI. Untuk foto tersangka Padilah, dipakai pada delapan buah KTP palsu jenis lama. Sementara yang aslinya, KTP-nya sudah yang elektronik (e-KTP).

Foto Padilah, pada KTP palsu atas nama Siti Aminah, alamat Desa Tugu Jaya, Kecamatan Lempiung OKI, dikeluarkan 15-03-2012. Rheka Ratnawati, Jl Pajak Permai, Kecamatan AAL, tertulis dikeluarkan 08-10-2009. Widya Hartati, Jl Talang Banten, Kecamatan SU II, dikeluarkan 08-11-2009. Siti Hasanah, Desa Buluh Cawang, Kayuagung, OKI, dikeluarkan 22-06-2012.

Kemudian, Santi Anggraini, Jl Pajak Permai, Kecamatan AAL, dikeluarkan 12-03-2009. Dilla Puspita, Jl Pajak Permai, Kecamatan AAL, dikeluarkan 21-11-2009, dan Dilla Susanti, Jl Pajak Permai, Kecamatan AAL, dikeluarkan 21-11-2009. Barang bukti lainnya, tiga buku rekening yang dibuat dari KTP palsu, dua unit HP dan delapan kartu chip ponsel. Diketahui perannya, Padilah membuka rekening di bank-bank yang ada di Palembang, Prabumulih, Kayuagung, dan Muara Enim.

Sedangkan Rian, berperan sebagai makelar yang menggandakan KTP Padilah, dan mengirimkan rekening bank yang dibuat tersebut ke pemesan. Ternyata, mereka sudah ditangkap awal Februari 2014 lalu. Tersangka Padilah dicokok di Jl Jenderal Sudirman, Km 3,5, Palembang, Selasa pagi (4/2) di halaman Bank BNI Syariah. Kemudian besoknya, tersangka Rian ditangkap di Jl Kapten A Rivai, Palembang, dekat Bank BRI.

Di hadapan polisi, tersangka Rian mengaku dirinya memasok rekening dari KTP palsu tersebut ke Kecamatan Tulung Selapan. “Ada 10 orang yang memesan rekening itu, yang saya tahu rekening itu untuk judi togel dan judi bola online,” jelasnya. Untuk menggandakan KTP, Rian mengaku memesannya dengan Ar warga Mantraman, Jakarta Timur. KTP dikirim via pos.

Sementara tersangka Padilah berkilah tidak tahu menahu kalau rekening yang dibuatnya untuk menipu atau lainnya. Dirinya mengaku hanya mendapat Rp 100 ribu setiap kali berhasil membuat rekening bank dari KTP palsu tersebut. “Kalau menggandakan KTP itu urusan Rian, saya hanya buatkan rekening saja. Sudah ada sekitar 88 rekening yang saya buat,” ungkapnya.

Aksi ini sendiri telah dilakoninya sejak bulan Desember 2013, sewaktu dirinya belum punya KTP Palembang. Kemudian Rian menawarkan jasa untuk mengurus KTP. Selama membuka rekening, Rian yang memberi Rp 300 ribu untuk setoran awal membuka rekening dan kartu ATM. “Setelah rekeningnya jadi, uangnya saya tarik lagi Rp 250 ribu. Rp 150 ribu saya kasihkan dengan Rian, Rp 100 ribu lagi upah saya membuka rekening,” ungkapnya.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan, diduga dua tersangka ini merupakan anggota sindikat pemalsuan KTP dan pembuat rekening yang dipakai untuk menipu dan tindak penyalahgunaan lainnya,” ujar Kapolsekta IT I Kompol Afria Jaya, didampingi Kanit Reskrim Ipda Hamsal, kemarin (26/2).

Lanjutnya, pemesanan rekening tersebut berasal dari daerah Tulung Selapan, Kabupaten OKI, sementara untuk pelaku yang menggandakan KTP tersebut berada di kawasan Mantraman, Jakarta Timur. “Informasi ini telah di koordinasikan dengan pihak Polda Sumsel, Polres jajaran, dan Mabes Polri. Karena tindakan pelaku ini diduga ter-oranisir dan rapi. Rekening-rekening yang dibuat pelaku ini bisa digunakan untuk penipuan SMS, judi dan lainnya,” beber Afria Jaya.

Awal penangkapan, terang Afria Jaya, saat aparat mendapat informasi dari pihak Bank BNI Syariah, bahwa tersangka Padilah akan membuat rekening. Padahal sebelumnya, pihak Bank telah mendapat informasi, bahwa rekening Padilah diketauhi dipakai menipu di Lampung. Rekening yang dibuat tersangka Padilah yang terindikasi di Lampung, atas nama Yulia Aryanti (22) warga Jl Pajak Permai, Gg Tunggal, Kecamatan AAL, Palembang.

Tersangka Pdilah lalu dicokok, dikembangkan dengan menggeledah indekosnya, di Jl Kolonel H Barlian, Km 6, Palembang. Disana ditemukan foto copy atas nama Yulia Aryanti yang menggunakan foto Padilah tersebut. Juga didapat delapan KTP palsu yang menggunakan foto Padilah. “Tersangka Padilah mengaku hanya disuruh Rian untuk membuat rekening. Besoknya kami pancing Rian bertemu, ditangkap dekat Bank BRI Jl Kapten A Rivai,” urainya.

Ditambahkannya, dari satu KTP palsu bisa dipakai tersangka untuk membuat 6-10 rekening di berbagai bank. Saat ini, sudah ada 88 nomor rekening dari berbagai bank yang berhasil dibuat tersangka. “Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 263 Juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Kasusnya akan kita kembangkan guna menangkap anggota sindikat mereka lainnya,” pungkas Afria Jaya. (gti/air/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Februari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: