Duku Komering Terancam Punah


Wabah Mati Massal Tanaman Duku Mengkhawatirkan

Duku Komering Terancam Punah Manisnya Duku Komering dikenal hingga tingkat nasional. Hanya saja, tanaman dengan istilah lansiumdomesticum corr itu terancam punah. Akankah Sumatera Selatan (Sumsel) kehilangan tanaman yang sudah menjadi identitas tersebut?

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Umumnya Duku Komering tumbuh di pinggiran Sungai Ogan. Tanaman tersebut menyebar merata hampir di seluruh wilayah Sumsel. Seperti di Kabupaten OKU Timur, OKU, Musirawas, Muratara, Muara Enim, dan OKI. Hanya saja keberadaannya terancam punah. Ini lantaran, kondisi sekitar tanaman tersebut yang mulai tidak mendukung.

Banyak faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya penggundulan hutan dan lahan di bagian hulu, serta pendangkalan hebat pada daerah aliran sungai (DAS) yang berdampak terjadinya banjir. Nah, kondisi itu ternyat menjadi menyumbang terhadap ancaman kepunahan tanaman duku.

“Tanda-tanda tanaman duku terancam punah itu sekarang sudah tampak. Bahkan, pada sejumlah daerah, pohon duku banyak mati. Lambat-laun akan akan menular ke daerah lain jika tidak ditanggulangi,” ungkap Dr Ir Suwandi MAg, ketua survei wabah penyakit mati massal tanaman duku di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU digagas Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Sriwijaya.

Menurut Suwandi yang didampingi anggota survei, Dr Ir Chandra Irsan MSi, selain akibat banjir hingga pohon duku banyak mati, ada penyebab lain yang cukup mengkhawatirkan, yakni kehadiran mati massal tanaman duku. Matinya pohon duku ini diawali dengan cara meranggas, yakni pelapukan yang diawali dari ujung ranting hingga ke batang. Jenis penyakitnya sendiri masih didalami. Yang jelas kondisi ini patut diwaspadai.

“Penyakit tersebut ditmukan pada tanaman duku di Desa Lubuk Batang Lama dan Lubuk Batang Baru, Kecamtan Lubuk Batang, Kabupaten OKU Induk. Dimana, ada kemiripan jenis penyakit tersebut pada sejumlah tanaman duku di Kabupaten OKU Timur,” ungkap Suwandi.

Dijelaskan, kematian massal tanaman duku ditemukan pada tanaman duku di aliran Sungai Ogan. Gejala awal serangan penyakit berupa kelayuan dan kematian ujung ranting. Pada tahapan selanjutnya, sebagian ranting dapat layu, mengering, dan mati. Penyakit ini menyebar cepatke bagian tanaman di bawahnya. Inilah yang menyebabkan kematian sebagian atau seluruh tajuk.

Penyakit cepat menular ke tanaman di sekitarnya sehingga menyebabkan kematian pada hamparan kebun. Jika ranting kayu diipotong, akan ditemukan empulur atau teras cabang yang berwarna cokelat kehitaman. Kulit batang sakit akan melapuk berwarna abu-abu dengan bercak-bercak cokelat kehitaman.

Selanjutnya, kata Suwandi, pelapukan yang cepat pada bagian empulur dan pembuluh diduga disebabkan oleh aktivitas toksin yang dihasilkan patogen. Pelapukan pada bagian yang vital inilah yang menyebabkan tanaman cepat layu, mengering, dan mati.

Kemudian, pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa titik awal melapuknya teras dan kulit kayu bermula dari titik atau daerah luka bekas gerekan hewan pengerat. “Diduga kuat, gerekan hewan pengerat menjadi jalan masuk patogen ke jaringan pembuluh. Gejala penyakit ini ditemukan pada tanaman yang belum dan sudah berbuah,” terangnya. Nah, cara pemulihan sementara, bisa dilakukan pemangkasan pada bagian cabang atau ranting.

Masih kata Suwandi, dari hasil survei di lapangan ini, tentunya menjadi acuan sementara untuk penelitian lebih lanjut. Terutama, untuk meneliti nama penyakitnya. Dimana, penyakit kematian massal tanaman duku tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya. Meskipun menurut pengamatan masyarakat, gejala kematian sama dengan yang ditemukan di OKU Timur.

Oleh karenanya, lanjut dia, survei penyakit perlu dilanjutkan ke daerah yang dilaporkan masyarakat. Langkah ini memetakan serangan penyakitdan mengindentifikasi faktor-faktor ekologis untuk pengendaliannya. Karena, wabah penyakit yang menyebabkan kematian massal tanaman duku pernah terjadi di Provinsi Jambi.

Penyaki tersebut, kata dia, merupakan penyakit kanker batang yang gejala awalnya dimulai dari batang. Sedangkan penyakit duku di Kabupaten OKU ini merupakan pelapukan teras kayu yang dimulai dari ranting. “Sejauh mana kemiripan antara penyakit-penyakit tersebut, perlu kajian lebih lanjut. Yang jelas, harus ada upaya konkret yang dilakukan semua komponen. Terutama, pemerintah dan masyarakat sendiri,” ujarnya. (asa/roz/ce4)

Langkah Hindari Kepunahan

Kajian konprehensif tentang etiologi penyebab dan faktor-faktor pemicu penyakit dan epideminya.

Kajian tentang distribusi spasial dan temporal penyakit.

Identifikasi faktor-faktor ekologis untuk penekanan patogenesis dan epidemi penyakit.

Percobaan pemulihan penyakit dengan bahan-bahan alami.

Sosialisasi dan koordinasi pengelolaan ekologis dan metode pemulihan penyakit ke masyarakat.

Anjuran Pencegahan

Tidak menebang pohon buah-buahan hutan saat membuka lahan bagi perkebunan untuk mempertahankan keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai sumber makanan hewan pengerat seperti tupai.

Segera laporkan bila dietmukan pohon sakit.

Anjuran Pencegahan Penyakit

Penyakit dapat ditekan dengan cara memotong cabang yang sakit, dioles dengan pupuk menyembuh luka.

Di sekitar pohon ditanam pohon buah-buahan lain, seperti manggis, durian, rambutan, dan rambai.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Benalu Merajalela, Minim Perawatan

Matinya pohon Duku Komering di Kabupaten OKU Timur akibat menimnya pemeliharaan. Ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten OKU Timur, Ir H Tubagus Sunarseno.

“Banyak tanaman parasit atau benalu yang dibiarkan menempel pada pohon duku. Seharusnya, petani segera memangkas benalu-benalu ini, jangan sampai menjadi lebar, terutama setelah musim panen,” katanya.

Jika dibiarkan terus menerus, maka pohon duku banyak mati dan akan terancam punah. Selain itu, karena kurang dipelihara, pohon duku banyak diserang anai-anai dan rayap yang membuatnya mati meranggas.

Untuk perluasan atau pembukaan areal kebun duku baru, pihaknya mengaku masih terkendala dengan areal lahan yang terbatas di OKU Timur untuk ditanam dengan bibit-bibit baru.

“Maka dari itu, upaya yang dilakukan adalah dengan mengganti atau menyisipkan bibt-bibit baru di pohon duku yang sudah ada ataupun yang sudah tua,” ungkapnya. Menurut Tubagus, selain benalu, pohon duku juga diserang hama jamur dan virus saat musim banjir ketika Sungai Komering meluap.

Banyak tanaman pangan dan holtikultura, termasuk pohon duku tergenang banjir. Virus dan hama itu menyebar melalui air banjir tersebut. “Maka dari itu, yang paling penting adalah kepedulian petani melakukan pemeliharaan kebun duku,” terangnya.

Ditambahkan, untuk peremajaan tanaman jenis duku di OKU Timur, telah dikembangkan di Balai Benih Induk (BBI) Sijacarana, Kecamatan Cempaka. Pihaknya bekerja sama dengan BBI Sijacarna yang telah melakukan pembibitan tanaman duku varietas rasuan dengan cara okulasi (tempel pucuk). (roz/ce4)

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Disebabkan Jamur Diplodia

Penyebab mati massal tanaman duku di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, diakibatkan oleh jamur diplodia. Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Teknis UPTD Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian Sumsel, Zuhri.

Jamur tersebut disebut botryodiplodia theobromae. Ini berbentuk spora berwarna putih dan hitam yang menempel di batang pohon duku. Cendawan ini menyebabkan batang duku mengering dan mengelupas hingga pohon mati.

Nah, jamur ini lebih cepat menyebar akibat banjir yang melanda di kawasan kebun duku. Sebab, dari hasil di lapangan, rata-rata pohon duku yang terkena jamur tersebut adalah yang berada di aliran sungai.

“Saat banjir, air naik yang membuat jamur merambat merembet ke pohon-pohon duku yang ditanam di pinggir sungai. Kita tidak bisa membiarkan ini terus menerus, sebab bisa mengancam kelestarian Duku Komering,” ungkap Zuhri.

Agar jamur tersebut tidak menyebar di pohon duku lain, ia mengimbau kepada para petani untuk memotong dahan duku yang suah terkena jamur, menjaga kebersihan kebun, memangkas ranting-ranting kering, dan memberi pupuk.

“Intinya adalah pengelolaan kebun yang baik, terutama kebersihan atau sanitasi kebun,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan solusi pengendalian kepada petani agar jamur diplodia tidak menyebar. Yakni dengan memberikan bubur pestisida atau bubur borduex yang dinilai efekitf mengendalikan berkembangannya jamur diplodia.

“Pohon duku yang terkena jamur cukup diolesi dengan bubur borduex. Langkah ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya penyebaran jamur kepada pohon yang lain,” sebutnya.

Bukan hanya di OKU saja, pohon duku ada yang mati mendadak di kawasan Muratara. Menurut Zuhri, hama dan virus yang menyerang duku yang ada di Sumsel sudah mulai diketahui sejak tahun 2000 lalu.

Namun, kata Zuhri, permasalahannya lebih pada perilaku petani duku yang rata-rata masih enggan menggunakan bubur borduex itu. “Pestisida diberkan secara gratis kepada petani, tapi petaninya yang tidak terlalu peduli dengan kebun dukunya. Pengendalian atas tanaman duku itu merupakan hak petani, sedangkan kita hanya bisa mengarahkan saja,” ucapnya.

Pengendalian yang efektif terhadap jamur diplodia ini terus diupayakan. Pihaknya telah bekerja sama dengan Fakultas Pertanian (FP) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Sriwijaya. “Kita punya Penyuluh Hama Pertanian (PHP) di lapangan yang membuat laporan terkait bahaya hama atas tanaman duku. Tapi, ke depan, terus dilakukan penelitian agar didapatkan pengendalian yang lebih efektif supaya pohon duku tidak lagi terserang jamur diplodia,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian dan TPH Sumsel, Taufik Gunawan, membenarkan jika pohon duku yang mati mendadak tersebut disebabkan jamur. Menurutnya, Duku Komering merupakan varietas andalan milik Sumsel, sehingga terus diupayakan agar terhindar dari penyakit apalagi sampai punah. Sebab, jika terserang penyakit, maka kualitas duku akan berkurang sehingga pangsa pasar pun turun.

“Faktanya memang demikian, pohon Duku Komering ada yang mati mendadak. Kita pun selalu menyeleksi tanaman sekaligus mencari tahu penyebabnya. Tapi selama penyebab utamanya masih bisa dikendalikan, maka tidak usah khawatir. Yang penting, kita harus perhatikan supaya duku tetap berkualitas,” jelasnya.

Dinas Pertanian dan TPH Sumsel juga telah memikirkan program kebun duku baru di kawasan OKU dengan memperbanyak bibit duku yang akan ditanam di areal khusus yang tidak rawan dengan ancaman virus, hama, dan penyakit lainnya. “Bibit-bibit baru terus dilakukan, terutama bibit duku komering, sehingga buah duku komering tetap menjadi andalan bagi Sumsel,” pungkasnya. (roz/ce4)

Mati Massal Tanaman Duku

Disebabkan oleh jamur diplodia.
Menyerang di sepanjang Sungai Ogan.
Selain jamur, diakibatkan mati meranggas.
Menyerang bagian ujung ranting.
Daun akan rontok, selanjutnya batang mati.

Pengendalian

Jika ditemmui jamur, gunakan bubur pestisida.
Jika berupa meranggas, lakukan pemanasan pada bagian yang terkena penyakit.
Lakukan penanaman pohon beraneka ragam di kebun duku.
Lakukan pemeriksaan tanaman secara rutin.
Hindari tumbuhan semak belukar secara bebas.
Hindari penebangan pohon di sekitar tanaman duku.

Sumatera Ekspres, Senin, 17 Februari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: