Dua Kakek Cabuli Pelajar SD


Dua Kakek Cabuli Pelajar SD
Giring: Dua tersangka pencabulan digiring ke Mapolsek Talang Ubi. Tersangka Djaswadi (kiri) dan Tukiman (kanan), keduanya mengenakan celana pendek

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

PALI “…ABG tua tingkahmu semakin gila, Tak peduli apa yang kau rasa, Tak peduli anak bininya di rumah. Emang engkau penjahat wanita…” cuplikan lirik lagu dangdut berjudul ABG Tua yang dipopulerkan Fitir Carlina, itu tak ubahnya seperti perbuatan dua kakek aal Kabupaten PALI, Tukiman (65) dan Djaswadi (64).

Tingkah gila keduanya, tega mencabuli pelajar kelas 6 SD, sebut saja Bunga (11). Buah dari perbuatannya, dua kakek aal Sumber Rejo, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, ditangkap aparat Polsek Talang Ubi, Selasa malam (4/2).

“Kedua tersangka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara karena korbannya masih anak di bawah umur, tegas Kapolsek Talang Ubi, AKP Zai’an ZL, didampingi Kanit Reskrim, Ipda Roni Hermawan, kemarin.

Kepada polisi, Bunga mengatakan pertama kali diperkosa saat dia pulang sekolah dan lewat depan rumah tersangka Tukiman. Lalu dipanggil, dipaksa melayani nafsu syahwatnya. Setelah sekian lama orang tua korban baru mendengar informasi itu, mendesak korban bercerita hingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Ditemui di Mapolsek Talang Ubi, tersangka Tukiman mengakui pertama kali memperkosa korban pada tahun 2012. Saat itu istrinya sedang pulang kampung ke Kutoarjo, Jawa Tengah. Saat melihat korban lewat di depan rumahnya, tersangka Tukiman memanggil dengan alasan minta dipijat. Ujungnya, dia merenggut keperawanan korban.

“Waktu dio (korban, red) pijet aku, di sanolah aku mulai terangsaang. Aku cubo peluk-peluk dio, aku remas (maaf, red) sehinggo aku tambah terangsang. Aku langsung buka celanonyo, pas aku anuke ado darahnyo. Sudah tigo kali Pak, aku anuke dio,” tukas petani itu.

Sedangkan tersangka Djaswadi yang telah memiliki 10 orang anak dan 15 cicit ini, juga tak menampik melakukan perbuatan cabul terhadap korban. Dia mengungkapkan pernah melihat Tukiman memperkosa korban di semak-semak tepian sawah. Melihat Tukiman mengauli korban, Djaswadi jadi “mupeng” (muka pengen).

Beberapa hari kemudian, di depan rumahnya melihat korban sendirian. Dipanggil juga oleh tersangka Djaswadi, dia mulai merayu korban setengah memaksa. “Aku mulai terangsang, punyo aku dipegangnyo. Tapi waktu aku anuke, dio (korban, red) sudah idak perawan lagi. Limo kali aku sudah anuke dio,” terangnya. (ebi/air/ce1)

Sumatra Ekspres, Kamis, 6 Februari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: