Nasib KONI Sumsel Pasca-Mundurnya Muddai Madang


Atlet Ramai-Ramai Hengkang

Nasib KONI Sumsel Pasca-Mundurnya Muddai MadangMundurnya Muddai Madang dari Ketua Umum (Ketum) KONI Sumsel pada 1 November 2013 lalu berdampak pada kinerja KONI Sumsel. Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak. Sementara agenda Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) kian tak jelas.

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Belum ada agenda resmi kapan Musorprovlub digelar. Satu sisi, KONI Sumsel harus bekerja maksimal. Karena, berdampak terhadapa pembinaan atlet. Memang, pasca-mundurnya Muddai, selaku ketua umum (ketum), ada Aidit Aziz selaku wakil ketua I yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) ketum. Tetapi, hal itu tidak boleh berlama-lama. Harus ada sosok ketum definitif.

Ya, status Plt hanya berusia enam bulan. Artinya, KONI Sumsel harus berpikir keras agar Musorprovlub bisa digelar sesuai waktu ditentukan. Dengan kata lain, pada 1 Mei 2014 nanti, sudah didapatkan ketum baru KONI Sumsel. “Saya sudah menyatakan mundur selaku ketum KONI Sumsel. Oleh karena itu, harus dilakukan Musorprovlub,” ungkap Muddai Madang yang juga pengusaha batu bara ini. Ia menyatakan, meski tidak lagi menjabat ebagai ketum KONI, dirinya akan tetap membantu. “Pokoknya saya selalu ada di belakang KONI,” ujarnya. Sebagai pencinta olahraga, dirinya tetap komitmen memberi sumbangsih untuk kemajuan olahraga Sumsel.

Sebelumnya, dia sudah melayangkan surat pengunduran diri, baik itu ke KONI Pusat maupun ke Gubernur Sumsel. Namun, baik gubernur maupun KONI Pusat tidak mengizinkannya mundur. “Saya sudah bulat mundur. Mau ditandatangani atau tidak, saya sudah putuskan mundur,” jelas Muddai.

Menurut Muddai, bukan hanya KONI Pusat, namun atlet juga menyayangkan pengunduran dirinya. Ia menilai, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan KONI Pusat untuk menahan dirinya letakkan jabatan. Salah satunya karena kepentingan nasional. “Dimana, di Sumsel akan ada multievent Pekan Olahraga Masiswa (POM) Asean 2014,” terang komsaris utama Sriwijaya FC ini.

Owner The Jayakarta Daira Hotel ini juga mengaku kewalahan mengurusi KONI Sumsel. Namun, ia mengakui, sikap nonaktifnya ini bukan karena ada persoalan apa pun, tetapi lebih kepada komitmennya untuk menepati janjinya. “Saya sudah katakan, jika gagal, saya akan mundur.” Selain memenuhi janji, juga sudah tidak bisa memenuhi tugas dan kewajibannya seiring banyaknya kegiatan yang bersifat pribadi.

Karena sudah bulat mau mundur, Muddai pun tak lagi mengurus KONI Sumsel. Pelaksana tugas dijabat Wakil Ketua I KONI Sumsel, Aidit Aziz, sampai Musorprovlub memilih ketum baru dilaksanakan. Tapi, dia berkomitmen, sekalipun tidak lagi jadi ketua, ia tetap akan berada di belakang KONI.

Muddai adalah ketua KONI pertamayang berasal dari kalangan pengusaha atau nonpegawai negara atau pejabat publik> karena selama periode sebelumnya, KONI selalu dipimpin pejabat bahkan gubernur. Dia banyak membuat beberapa perubahan di KONI dan menyukseskan SEA Games dan Islamic Solidarity Games (ISG).

Wakil Ketua Bidang Pembibitan dan Pemanduan Bakat, Zulpaini M Rofi, mengaku belum tahu pasti bagaimana jawaban Ketua Umum KONI Pusat terkait surat pengunduran diri Muddai. Untuk sementara ini, susunan pengurus sekarang ialah Plt Ketum KONI Sumsel (Wakil Ketua I) Aidit Aziz, Wakil Ketua II Ahmad Rizal, Wakil Ketua III Dhani Indra, Wakil Ketua IV Amir Faisal, dan Wakil Ketua V Dhenie Zainal. (roz/ce4)

Desak Gelar Musorprovlub

Pengamat olahraga H Kurnati Abdullah mengungkapkan, dengan mundurnya Muddai Madang sebagai ketua umum (ketum) KONI Sumsel terhitung 1 November 2013, maka harus segara diselenggarakan Musorprovlub.

Hal ini sesuai Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bab V Bagian Kedua Musyawarah Luar Biasa, Pasal 34 Ayat 2 Musorprovlub item (a), yang berbunyi: “Musorprovlub dapat diselenggarakan apabila (ii): Ketua Umum berhalangan tetap. Mengundurkan diri adalah berhalangan tetap atau selamanya,” katanya.

Hal ini pernah terjadi ketika Ketum KONI Sumsel, Syahrial Oesman yang masa jabatannya 2007-2011, menundurkan diri tahun 2009, dan dilangsungkan Musorprovlub hingga terpilih Muddai Madang sebagai ketua umum KONI Sumsel saat itu.

Plt Ketum KONI Sumsel, Aidit Aziz mengatakan tidak mudah menggelar Musorprovlub. Menurutnya, KONI Sumsel belum melaksanakan Musorprovlub karena sampai sekarang surat pengunduran diri Muddai Madang belum ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman. Adapun pertimbangan KONI Pusat mempertahankan Muddai karena masih sangat dibutuhkan untuk menghadapi POM Asean, November nanti. “Tunggu surat instruksi dari KONI Pusat, baru bisa Musorprovlub,” singkat Aidit.

Sekretaris Umum Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sumsel, Islah Taufik mengatakan, seharusnya jadwal Musorprovlub sudah disiapkan. Idealnya satu bulan ke depan biar bisa koordinasi untuk mempersiapkan Porprov dan lain-lain. “Muddai sudah menyatakan mundur meskipun suratnya belum ditandatangani KONI Pusat. Tetapi KONI Sumsel harus menyiapkan pelaksanaan Musorprovlub,” katanya. (roz/ion/ce4)

11 Atlet Pindah ke Jawa Timur

Meski belum diketahui pasti alasan pindahnya 11 atlet anggar Sumsel ke Jatim, tentunya hal ini jangan sampai terjadi. Karena berdampak terhadap prestasi daerah. Apalagi, tidak hanya atlet saja yang diboyong ke Jatim, tetapi juga ada satu pelatih.

Untuk diketahui, Sumsel merupakan kiblat anggar nasional. Di PON 2012 Riau maupun kejurnas tahun lalu di Jakarta, provinsi yang beribukota di Palembang tersebut berhasil keluar sabagai yang terbaik. Prestasi Palembang lebih baik dibanding Jatim yang hanya meraih satu emas di Riau dan tanpa sekeping emas pun di kejurnas.

Wakil Sekretaris Ikasi Jatim, Muhammad Chamim, membenarkan adanya perpindahan kontingen anggar Sumsel itu ke Jatim. Namun, proses itu belum tuntas lantaran masih menanti surat keluar dari KONI Sumsel. Meski begitu, Chamim memastikan bahwa 11 atlet dan 1 pelatih tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk bergabung dengan Jatim.

Apalagi, mereka telah menandatangani kontrak. Uang muka kontrak juga telah diserahkan kepada yang bersangkutan. “Kami berharap surat keluar dari sana (KONI Sumsel) segera turun,” jelasnya. Lantas, siapa saja atlet dan pelatih dari Sumsel itu? Chamim hanya menyebutkan nama satu atlet dan pelatih. Atlet yang dimaksud adalah Reni Anggraini. Dia merupakan salah satu atlet anggar andalan Indonesia di nomor sabel putri. Beberapa prestasi berhasil ditorehkan, yakni medali emas di SEA Games 2011 dan PON 2012.

Selain menyebut Reni, Chamim juga menyatakan bahwa pelatih anggar Sumsel yang akan diboyong ke Jatim adalah Lucky Ramdhani. Lucky merupakan aktor di balik kesuksesan Sumsel dalam merajai cabor anggar nasional saat ini. Yang menarik, saat masih aktif menjadi atlet, Lucky pernah membela tim anggar Jatim dalam PON 2000 dan sukses menyumbang medali emas. (irr/dns/ce4)

Insentif Ditahan, Kurang Perhatian KONI

Beberapa atlet asal Sumsel memilih hengkang ke provinsi lain. Langkah itu bukan tanpa alasan. Umumnya yang dialami atlet ialah kurang diperhatikan pengurus KONI Sumsel. Selain itu, faktor kesejahteraan dan masa depan yang tidak jelas menjadi alasan utama mereka pindah

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Inilah yang terjadi dengan Herowanto, atlet cabang olahraga (cabor) biliar asal Sumsel. Atlet biliar andalan Sumsel ini sudah resmi bergabung di Jawa Barat (Jabar). Atlet yang menyumbang medali emas pada PON XVIII do Provinsi Riau ini hengkang karena KONI Sumsel sempat menahan uang insentif bulanan yang menjadi haknya.

Merasa haknya tidak ditunaikan, Hero–panggilan Herowanto–memutuskan pindah ke Jabar. Sebenarnya pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel sudah berupaya mencegah Hero agar tidak hengkang.

Namun, upaya tersebut terlambat, karena Hero sudah terlanjur menandatangani kontrak dengan KONI Jabar. Hero sudah tercatat sebagai atlet biliar POBSI Jabar dan mendapat kompensasi yang layak dari KONI Jabar.

“Kami sudah berupaya agar Herowanto tidak pindah. Tapi, dia sudah terlanjur kecewa sehingga memutuskan untuk pindah ke Provinsi Jawa Barat,” bilang Husein Adhan, pelatih biliar Sumsel.

Husein mengatakan, hengkangnya atlet biliar tidak akan terjadi jika saja KONI Sumsel tidak menahan uang atletyang merupakan hak mereka. Padahal, provinsi luar Sumsel berlomba-lomba dan rela menggelontorkan dana ratusan juta untuk merekrut atlet-atlet andalan.

Nasib sama melanda atlet dari cabor anggar. Mereka rela pindah ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) karena dijamin akan diberikan pekerjaan yang layak apabila sudah pensiun sebagai altet.

Salah satu atlet anggar yang pindah ke Jatim mengaku mendapat tawaran dari KONI Provinsi Jatim. Tawaran tersebut sangat menggiurkan dan tidak bisa ditolak. “Kami diberikan pekerjaan oleh KONI Jatim. Kalau diberikan uang, Sumsel juga begitu. Tapi kalau pkerjaan, nah ini masalah masa depan, masak mesti juara SEA Games dulu baru diterima jadi satpam,” bilang atlet yang tidak mau disebutan namanya itu.

KONI Sumsel dinilai gagal memelihara beberapa atlet andalannya sehingga hijrah ke daerah lain. Bukannya memberikan masa depan yang jelas, tapi insentif bulanan saja belum dibayar phak KONI. Bahkan, atlet asal Sumsel merasa tidak nyaman jika diberikan pekerjaan asalkan bisa meraih medali emas di SEA Games. (roz/ce4)

Sebanyak 11 atlet anggar dan satu pelatih hengkang
Agenda Musorprovlub tak jelas
Kinerja KONI Sumsel Lemah
Pembinaan atlet minim
Sumber: Hasil Peliputan Sumatera Ekspres

Sumatera Ekspres, Rabu, 5 Februari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: