Warga Embacang Butuh Jembatan


Bertahun-tahun Naik Perahu

Warga Embacang Butuh Jembatan
Naik Perahu: Warga Desa Embacang, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, naik perahu dengan sling baja untuk keluar dari desanya. Mereka mengharapkan pembangunan jembatan untuk lebih memudahkan aktivitas

INDERALAYA — Sudah belasan tahun warga Desa Embacang, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir (OI), butuh jembatan penyeberangan menuju ibu kota kecamatan. Tapi hingga kini belum pernah terealisasi. Warga hanya menggunakan perahu agar bisa menyeberang kota terdekat.

“Sebenarnya warga sudah lama mengidamkan agar dibuat jembatan penyeberangan sungai. Usulan sudah sering dilakukan, baik ke Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir maupun ke Provinsi Sumsel melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Ogan Ilir,” ujar Kepala Desa Embacang, M Roni Basri, kemarin.

Menurut M Roni, sebanyak 1.146 jiwa atau 309 kepala keluarga (KK) warga Desa Embacang mata pencaharian utamanya sebagai petani karet, padi, dan nelayan. Mereka menetap di lahan seluas 1.870 hektare, hanya berjarak sekitar 60 kilometer dari Inderalaya, Ibu Kota Kabupaten OI. “Walaupun tidak begitu jauh jaraknya, tapi rasanya kami seperti terasing selama bertahun-tahun,” imbuhnya.

Memang, kata Roni, untuk menyeberang melalui Sungai Ogan dengan bentang sekitar 125 meter tidak lama, sekitar 10 menit dan gratis. “Perahu ponton untuk menyeberang tidak ditarik atau menggunakan mesin. Tapi jalan sendiri karena menggunakan seling yang diikat ke perahu, lalu tali selingnya dihubungkan pada tali seling yang membentang sungai,” jelas Roni.

Hal senada dibenarkan oleh salah seorang guru SDN Desa Embacang bernama Eni Susanty. Menurut Eni, warga Desa Embacang sudah lama menginginkan pembangunan jembatan. “Kalau ada jembatan aksesnya bisa cepat, bisa dilakukan kapan saja, baik malam maupun siang hari,” kata Eni.

Pernyataan yang sama dikatakan Maharani, siswi SMP Lubuk Keliat. Maharani mengaku dirinya setiap hari mulai pukul 06.00 WIB harus pergi ke sekolah dengan meniki perahu ponton. Begitu pun pulangnya pukul 12.30 WIB juga harus menggunakan perahu ponton untuk pulang ke Desa Embacang. (sid/ce5)

Sumatera Ekspres, Selasa, 28 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: