Pengunjung Sepi, Pengelola Menyambut


Razia Tempat Hiburan Malam

Pengunjung Sepi, Pengelola Menyambut
Adu Mulut: (Foto atas) Petugas Sat Pol-PP Kota Palembang sempat adu mulut saat hendak membawa tiga orang perempuan ber-KTP Jawa Barat dari Mansion Executive Club. (Inzet) General Manager Venus, Thomas Liman (duduk baju merah), juga sempat bersitegang dengan petugas Sat Pol-PP

PALEMBANG — Gemerlap kehidupan malam di Kota Palembang, malam Munggu kemarin, mendadak “mati”. Sejumlah tempat hiburan malam sepi pengunjung bak gedung kosong, tak ramai seperti basanya. Diduga pengunjung sudah mawas diri, mengantisipasi razia. Termasuk pengelola beberapa tempat hiburan malam, sudah berdiri di halaman seperti menyambut kedatangan petugas. Hal itu terpantau dari razia gabungan Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/4 Palembang, Provos Bidang Propam Polda Sumsel, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Palembang. Usai apel di mako Denpom II/4 Palembang pukul 23.00 WIB, Sabtu (25/1), sekitar 30 menit kemudian, petugas mulai bergerak menyambangi hiburan ternama di Mtropolis ini.

Diawali mendatangi Mansion Executive Club, di Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan Ilir Barat (IB) I. Hall dan tempat karaoke sepi pengunjung. Dari ruang resto, petugas Pol-PP yang hendak membawa tiga perempuan ber-KTP Jawa Barat, sempat adu mulut dengan seorang pria. Selanjutnya, petugas menyambangi Mahkota Mas (MM), KTV, resto dan Club, di Jl SMB II Palembang, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL).

Di karaoke MM, hanya sekitar dua ruangan yang terisi pengunjung. Petugas hanya agak lama melakukan pemeriksaan di ruang karaoke Jadeite, sebab ditemukan plastik klip bening di sela-sela sofa ruang depan. Pengunjungnya dua pria yang datang mengendarai Honda City warna hitam BG 1 xx (disamarkan), berdua dengan perempuan diduga pendamping karaoke. Padahal, ruangan perempuan pendaming karaoke yang berda di pojok tutup dan lampunya gelap

Dari karaoke MM, petugas bergeser ke Diskotik Darma Agung (DA) di Jl Kolonel H Barlian, Kecamatan Sukarami. Halaman parkir mobil terlihat lengang, hall diskotik dan ruang karaoke layaknya gedung kosong. Nihil hasil di DA, petugas melanjutkan ke diskotik Center Stage (CS) Novotel, Di Jl R Soekamto, Kecamatan Ilir Timur (IT) II. Meski terlihat masih ada pengunjung, namun tak seramai biasanya. Beberapa penunjung yang tidak membawa kartu identitas diri dijaring petugas Sat Pol-PP.

Nah, giliran merazia The Venus Luxury, dj Jl R Soekamto, aparat Sat Pol-PP sempat cekcok mulut dengan General Manager Venus, Thomas Liman. “Apakah urusan dan memeriksa ini harus diselesakan malam ini juga Pak? Kami bayar pajak, di sini tidak ada prostitusi. Ini legal dan sah. Saya di sini cari makan, saya eorang sipil. Dengan Sat Pol-PP, saya tidak setuju, ingat itu,” cetus Thomas.

Petugas dari Denpom dan Provos menengahi, sembari pihak dari Sat Pol-PP menjelaskan alasannya melakukan pemeriksaan dan pendataan yustisi. Selesai dari Venus, terakhir petugas gabungan menyambangi Paragon dan Las Vegas di kompleks Ilir Barat Permai (IBP), Kecamatan Bukit Kecil. Hasilnya juga sepi. Pengunjung sudah keluar dan berdiri di areal parkir. Meski mayoritas tempat hiburan malam sepi pengunjung, tapi malam itu setidaknya 11 orang dibawa ke mako Sat PoL-PP Kota Palembang karena tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri.

Razia ini sudah bocor? Komandan Denpom (Dandenpom) II/4 Palembang, Letkol CPM Rory Ahmad Sembiring SH, melalui Wadandenpom, Kapten CPM Anwar Burhan, membantah razia malam itu sudah bocor. “Sebenarnya razia itu bukan bocor. Namun jika direncanakan (razianya, red), orang di luar itu lebih pintar daripada kita,” ucapnya.

Untuk itu, ke depan, lanjut Anwar, pihaknya akan kembali melakukan razia dengan waktu yang tidak direncanakan. “Sebab, apabila direncanakan, kita lihat sendiri seperti operasi malam ini (pengunjung sepi, red),” katanya. Ditambahkan Anwar, yang menjadi objek sasaran, yakni tempat-tempat hiburan malam. Dimana bagi setiap prajurit TNI, dilarang ke sana.

Jika kedapatan oknum TNI? “Tentu akan ditindak sesuai pelanggarannya. Jika ada bukti yang cukup, kami tidak akan segan-segan untuk melakukan proses kemiliteran. Namun jika didapati anggta yang terjaring dan tidak cukup bukti, maka akan dikembalikan kepada kesatuannya masing-masing. Saat ini, banyak didapati warga yang mengaku-ngaku sebagai anggota TNI. Saat dilakukan pengecekan di kesatuan, ternyata namanya tersebut tidak ada (TNI gadungan, red),” pungkas Anwar. (cj1/gti/air/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 27 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: