Ketek Disapu Ombak, Empat Warga Hilang


Hilangnya Ketek di Perairan Sungai Musi

Ketek Disapu Ombak, Empat Warga Hilang BANYUASIN — Diduga diterjang ombak tinggi, perahu ketek kecil yang mengangkut empat penumpang hilang di perairan Sungai Musi. Hingga saat ini, empat penumpang perahu yaitu Turyono (25), Riyadi Sodikin, dan Sis masih dalam pencarian oleh Polsek Muara Telang serta warga setempat.

Informasi dihimpun, Jumat (24/1) sekitar pukul 15.00 WIB, Turyono berangkat dari Desa Telang Rejo menggunakan perahu kecil hendak menjemput tiga orang yaitu Riyadi, Sodikin, dan Sis di jalur 19 Desa Tanjung Lago, Kecamatan Tanjung Lago, Kecamatan Banyuasin.

Setelah berangkat, sekitar pukul 16.30 WIB, korban Turyono menelepon ibunya Siti kalau dirinya bertemu dengan ketiga orang tersebut. Setelah itu, korban Turyono bersama tiga orang lainnya berencana kembali ke Desa Telang Rejo menggunakan perahu ketek kecil tersebut.

Namun sampai malam korban tidak tiba di rumah, sehingga keluarga korban melaporkan hal tersebut kepada kepala desa setempat, Salapudin dan diteruskan kepada pihak kepolisian Mapolsek Muara Telang.

Begitu mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat, pencaharian yang dilakukan warga serta pihak kepolisian terhadap keempat korban tersebut dilanjutkan kemarin (25/1).

Sampai berita ini diturunkan, keempat korban tersebut belum ditemukan. Kades Telang Rejo, Salapudin, ketika dihubungi kemarin mengatakan, keempatnya belum ditemukan. Hanya saja warga sudah menemukan pecahan kayu yang diperkirakan merupakan lantai kapal ketek milik Turyono. “Mereka diperkirakan disapu ombak, karena saat ini ombak sedang tinggi-tingginya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Muara Telang Iptu Helmi Adriansyah ketika dikonfirmasi pihaknya mendapatkan laporan dari kepala desa terkait hilangnya empat orang di wilayah perairan saat membawa perahu ketek.

“Informasi disapu ombak tinggi, namun sampai saat ini belum ditemukan,” ujarnya ketika dihubungi kemarin. Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, kalau Turyono pengemudi ketek tersebut tidak begitu ahli dalam mengendarai perahu ketek.

“Kami dapatkan informasi kalau Turyono baru kali ini menggunakan perahu ketek, dan dugaan sementara keempatnya hilang disebabkan situasi ombak sekarang yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Terpisah, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan informasi Kabupaten Banyuasin mengeluarkan peringatan (warning, red) kepada nelayan atau warga yang tinggal di wilayah perairan Banyuasin, khususnya yang berbatasan langsung dengan muara laut Bangka untuk tidak melaut untuk sementara waktu.

“Karena ombaknya sedang tidak bersahabat,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin, Supriadi. Hal ini dilakukan, pada Januari sampai Februari ketinggian ombak sudah sangat mengkhawatirkan.

“Tinggi ombaknya sampai 3 meter, itu kemungkinan terjadi sampai bulan Februari mendatang, dan kembali normal pada bulan Maret,” ungkapnya. Kalaupun ingin beraktivitas, pihaknya mengimbau agar nelayan pada pagi hari. Karena pada pagi hari tiupan angin dan ombak tidak begitu mengkhawatirkan. (qda/vin/ce2)

Sumatera Ekspres, Minggu, 26 Januari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: