Polisi Dihadang Warga, Bandar Narkoba Lolos


Polisi Dihadang Warga, Bandar Narkoba Lolos
Gelar: Kapolresta Palembang, Kombespol Sabaruddin Ginting SIk MSi, didampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Suryadi SIk, gelar para tersangka yang berhasil ditangkap dalam sepekan terakhir, berikut barang bukti narkobanya

PALEMBANG — Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, yang hendak menangkap bandar narkoba, mendapat perlawanan dari warga. Beberapa anggota Unit 4 dihadang warga sehingga bandar narkoba berinisial H itu berhasil kabur masuk ke gang-gang sempit di Lr Tapak Ning, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang.

Upaya penangkapan dangan cara penyamaran polisi sebagai pembeli (undercover buy, red) itu ternyata berlangsung Jumat (17/1), sekitar pukul 18.00 WIB. “Disayangkan seorang target operasi kami gagal ditangkap lantaran kabur. Meski memang kami berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 300 butir ekstasi warna kuning logo Mitsubishi dan 40 gram sabu-sabu,” ungkap Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, didampingi Kasat Reserse Narkoba Kompol Suryadi SIk, dalam gelar ungkap perkara narkoba, kemarin (22/1).

Informasi yang dihimpun, pelaku H suda dicari lebih dari sebulan terakhir olrh polisi. Hingga akhirnya mau dipancing bertransaksi, Jumat (17/1), sekita pukul 18.00 WIB, di depan Lr Tapak Ning, Kelurahan 10 Ilir, disepakati nilai transaksi Rp 108 juta. Dipesan 300 butir ineks dengan harga per butir Rp 200 ribu, jadi senilai Rp 60 juta. Kemudian, 40 gram SS seharga Rp 48 juta. Tapi saat polisi memperlihatkan uang dan pelaku memperlihatkan narkoba, dia menyadari pembelinya kali ini polisi.

Pelaku lalu membuang narkobanya ke tanah, dia kabur ke gang-gang sempit sambil berteriak. Sementara beberapa anggota polisi berpakaian preman yang mengejar dihadang oleh warga. Akibatnya, polisi kehilangan jejak pelaku, hanya berhasil mengamankan narkoba senilai Rp 108 juta tersebut. Namun diluar itu, malamnya sekitar pukul 19.30 WIB, Satresnarkoba Polresta Palembang berhasil menyita 100 gram SS juga melalui metode undercover buy.

Disita dari dua kurir yang berhasil ditangkap, Tomi Giri (25), warga Jl Pangeran Antasari, Lr Terusan Darat, Rt 05/03, Kelurahan 14 ilir, Kecamatan IT I, dan Adi Kusworo (27), warga Jl TAA, Lr Teratai, RT 30/11, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang. “Kami ini cuma suruhan. Katonyo ado yang nak beli, jadi Kodir (DPO) warga TAA itu minta antarkan barang (sabu, red ke Kambang Iwak. Di sano pas transaksi, kami langsung ditangkap,” dalih tersangka.

Selain dua tersangka itu, dalam operasi yang dilakukan selama seminggu terakhri, berhasil ditangkap tujuh tersangka lainnya. Yakni Herawati (30), warga Jl Lettu Karim Kadir, Lr Keluarga, Rt 10/10, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, bersama pasangannya yang tinggal serumah, Sofyan alias Nanang (30), pada Kamis (16/1), sekitar pukul 22.00 WIB, dengan barang bukti dua paket SS seberat 0,80 gram.

Selanjutnya, tersangka Hendra Wijaya (29), warga Jl PSI Kenayan, Lr Sepakat II, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, dengan empat paket SS seberat 20 gram. Ada pula tersangka Gito Susanto (32), warga Jl Darulhama, Lr Kauman, RT 32/11, Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju, dengan BB tujuh paket SS seberat 1,5 gram yang diakui milik bersama dengan Rosidi (30), tetangganya.

M Dali (22), warga Jl Kebun Bunga, Lr Seroja III, RT 38/15, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, dengan BB dua paket SS dan 20 butir ineks warna kuning logo Mitsubishi. Erwin Hutagalung alias Bowin (35), warga Jl Letda A Rozak, Lr Sukarami, RT 16/04, Kelurahan Duku, Kecamatan IT II, dengan BB tujuh paket SS seberat 1,80 gram.

Ditambahkan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, untuk nilai ekomonis narkoba yang berhasil disita kali ini, Rp 65 juta untuk ineks dan Rp 300 juta untuk seluruh SS. “Ironisnya, sebagian besar pemakai barang haram ini diduga pelajar dan mahasiswa. Karena memang masa depan bangsa ini ada di tangan anak muda. Tapi lebih kepada itu, ini adalah bisnis. Uang adalah tujuan utama disamping memang memberikan pengaruh yang besar bagi masa depan anak muda jika terkena bahaya narkoba. Itu sebabnya kita harus berantas ini bersama,” imbuhnya. (aja/air/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 23 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: