3.778,52 Hektare Terkena Puso


Akibat Banjir

3.778,52 Hektare Terkena Puso

PALEMBANG — Banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumsel membawa dampak kurang baik. Pasalnya, sebagian lahan persawahan petani ikut terendam. Hingga saat ini, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura (TPH) Provinsi Sumsel mencatat ada 3.778,52 hektare padi yang gagal panen karena puso.

Jumlah itu dari total 27.179,19 hektare areal persawahan yang terendam banjir. Dirinci Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan TPH Sumsel, Ir Taufik Gunawan MT, di OKUT ada 8.021 hektare sawah yang terendam banjir, untuk yang puso 2.175,52 hektare. Di OKI, luas yang terendam mencapai 18.416 hektare. Namun hanya 1.594 hektare yang puso.

“Untuk daerah lainnya, di Musi Rawas 725,74 hektare terendam, namun tidak ada yang puso. Di Lubuklinggau ada 16 hektare yang terendam, yang puso 9 hektare. Secara total yang puso di Sumsel 3.778,52 hektare,” tuturnya, kemarin. Untuk membantu petani yang terendam dan puso, Dinas Pertanian dan TPH Sumsel akan berupaya meminta cadangan benih nasional. Dengan begitu, petani dapat menanam kembali dan tidak menderita kerugian terlalu besar. “Yang sudah mengajukan permohonan bantuan benih beras baru dari OKI,” kata Taufik. Dinas Pertanian dan TPH Sumsel mengajukan usulan ke pusat sebanyak 33 ton benih.

Diungkap Taufik, daerah lain yang areal pertaniannya terendam atau sudah mengalami puso sudah mampu mengatasi permasalahannya sendiri, misalnya OKUT. Meski begitu, Dinas Pertanian dan TPH akan tetap melakukan koordinasi dengan daerah tersebut jika nanti terjadi kendala yang tak mampu ditangani pemerintah kabupaten/kota. Mencegah meluasnya areal pertanian yang ternkena puso atau bahkan gagal panen, terus dilakukan pemantauan kondisi lapangan. “Kami siapkan petugas yang akan terus melaporkan perkembangan di lapangan dan mencarikan solusinya,” beber Taufik.

Tak hanya areal pertanian, sejumlah sentra produksi perikanan di Sumsel juga terkena banjir. Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel tetap optimis jika produksi ikan akan tetap tinggi dan meyakini banjir ini tidak berpengaruh banyak. Kepastian itu diungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel, Dra Hj Sri Dewi Titisari. Katanya, para peternak ikan di Sumsel sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari terhadap kemungkinan banjir yang memang tiap tahun terjadi. “Kita yakin produksi ikan akan meningkat 20 persen dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya. (rip/ce1)

Sawah yang Terkena Puso dan Gagal Panen

OKUT
• Terendam banjir 8.021,45 hektare
• Puso 2.175,52 hektare

OKI
• Terendam banjir 18.416 hektare
• Puso 1.594 hektare

Mura
• Terendam banjir 725,74 hektare
• Puso

Lubuklinggau
• Terendam banjir 16 hektare
• Puso 9 hektare

Total
• Terendam 27.179,19 hektare
• Puso 3.778,52 hektare

Sumatera Ekspres, Kamis, 23 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: