Diurus biar Hukuman Ringan


Residivis Jambret Tertangkap Lagi

Diurus biar Hukuman Ringan
Interogasi: Kapolsekta Kalidoni, AKP Tri Sumarsih, interogasi tersangka M Ikhsan (duduk kanan), residivis kambuhan spesialis jambret bermotor yang berulang kali masuk bui

PALEMBANG — Residivis kambuhan, yang berulang kali tertangkap dan dihukum ringan, kembali mencuat selain kasus tersangka penjambretan dan curanmor, Rega Satriawan (20), yang kini mendekam di Mapolsekta IT I Palembang. Kali ini, datang dari tersangka penjambretan M Ikhsan (27). Sama halnya dengan Rega, Ikhsan sudah tertangkap sejak mereka masih di bawah umur. Baik Rega maupun Ikhsan, mengakui ada yang mengurus kasusnya agar bisa dijatuhi hukuman ringan. Hanya saja, keduanya tetap bungkam soal biaya yang dikeluarkan dan “dialirkan” kemana, soal dugaan mengaturan hukuman itu.

Dalam kasusnya kali ini, tersangka M Ikhsan, warga Jl Ir Sutami, Lr Kapling, RT 13, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, mendekam di hotel prodeo Polsekta Kalidoni. Bapak dua anak yang sudah tiga kali keluar masuk bui dan dihukum hitungan bulan itu ditangkap Jumat (17/1) sekitar pukul 12.30 WIB, di Jl Saptamarga, dekat simpang tiga menuju Jl Kebon Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Tersangka Ikhsan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria bernopol BG 4458 QC. Dia menjambret kalung emas yang dikenakan koban Saudah (20), warga Jl Malaka 2, RT 12, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, yang juga mengendarai sepeda motor. Atas perbuatannya, tersangka Ikhsan ditembak betis kanannya oleh aparat Polsekta Kalidoni. “Saat kami melakukan pemeriksaan di Mapolsek, ternyata tersangka merupakan pemain lama,” terang Kapolsekta Kalidoni, AKP Tri Sumarsih, kemarin (20/1).

Berdasarkan data hasil peliputan Sumatera Ekspres, Ikhsan pernah nyaris dibakar massa saat tertangkap menjambret di Jl Musi Raya, depan Kantor Camat Sako, 3 Juli 2007, sekitar pukul 20.45 WIB. Kala itu usianya baru 18 tahun. Namun, dia cepat diselamatkan aparat Polsek Sako. Namun, bagian depan sepeda motornya Yamah Yupiter Z, sudah hangus sempat dibakar massa. Malam itu, dia menjambret HP Nokia 3100 milik korban Laila (22), warga Jl Betawi I, RT 50/07, Kelurahan Lebung Gajah. Sepeda motor tersangka terjatuh setelah dikejar dan ditendang korban.

Kemudian, 1 Mei 2013, sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Ikhsan ditangkap lagi oleh aparat Unit Reskrim Polsekta IT II Palembang. Tersangka Ikhsan ditangkap di sekitar kampus IBA karena sepeda motor Yamaha V-Ixion yang dikendarainya mogok saat dikejar warga. Dia saat itu mengemudikan motor, temannya yang dibonceng, berinsial Bb, menjambret tas korbannya.

“Tersangka merupakan spesialis jambret yang sudah sering keluar masuk bui. Hukumannya hanya hitungan bulan, mana bisa membuat jera. Dampaknya bila tersangka keluar (dari penjara, red) akan melakukan aksinya lagi. Dan yang repot, kami (polisi, red) serta masyarakat yang menjadi korban,” sesal Tri Sumarsih, mewakili Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi.

Ditambahkan Tri, dari hasil pemeriksaan, tahun 2007, tersangka Ikhsan mengaku dua kali menjambret di wilayah hukum Polsek Sako dan IT II. Masing-masing hukuman hanya 7 bulan dan 3 bulan penjara. Lalu, saat ditangkap lagi oleh Polsekta IT II, bulan Mei 2013, tersangka Ikhsan mengaku hanya dihukum 4 bulan penjara. “Dia bebas bulan September 2013. Setelah itu, sudah 3 kali menjambret di wiayah Kalidoni, 1 di Jl Saptamarga, 2 lagi di kawasan Celentang,” beber Tri.

Ditemui di Mapolsekta Kalidoni, kemarin, tersangka Ikhsan mengaku menjambret untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bapak dua anak itu tak membantah dirinya hanya mendapat hukuman dalam hitungan bulan. “Ngurus di jaksa, aku dak tahu berapo biaya ngurusnyo. Karena mamamng aku galo yang ngurus. Kali ini aku kapok nian,” ujar tersangka yang juga bekerja sebagai buruh bangunan. Dia juga mengaku hanya sendiri menjambret, menggunakan sepeda motor pinjaman. (gti/air/tambah Adi/ce4)

Vonis Wewenang Absolut Hakim
Humas Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Posma P Nainggolan SH menyebutkan, pihaknya tidak tahu-menahu bila yang bersangkutan (M Ikhsan, red ini menguru perkara atau tidak. Yang jelas, sebelum menjatuhkan vonis, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan majelis hakim.

“Kami tida tahu-menahu. Yang jelas, semua berks yang masuk ke PN akan disidang. Untuk vonis, merupakan kewenangana absolut dari majelis hakim yang memimpin persidangan,” katanya saat ditemui koran ini di ruang kerjanya, kemarin.

Kata Posma, untuk nama Muhamad Ikhsan alias Ikhsan bin Sarifudin, di bulan Juli 2013 oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Nirmala SH, memvonis perbuatan terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan. Jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara tindak pidana pencurian yang disertai pemberatan atau Pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP, yakni Yetty SH, dengan panitera pengganti (PP) Yelvi.

“Sedangkan untuk perkara di tahun 2007, akan dicari terlebih dahulu. Kalau memang ada yang terlibat dalam pengurusan perkara terutama di lingkungan PN Palembang, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Tapi kalau di luar dari lingkungan PN, dikembalikan ke institusi masing-masing,” akunya.

Untuk pertimbangan dalam putusan yang akan dibacakan, biasanya ada unsur yang memberatkan dan meringankan. Di antaranya, yang bersangkutan sudah pernah dipidana atau belum, besar atau kecilnya kerugian dari korban, menimbulkan korban luka atau meninggal dunia atau tidak. “Tapi kembali lagi, vonis ini wewenang penuh dari majelis hakim yang bersangkutan,” pungkasnya. (afi/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 21 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: