Sekolah Banjir, Siswa Kerja Bakti


Sekolah Banjir, Siswa Kerja Bakti
Kerja Bakti: Siswa SMP Negeri 12 kerja bakti membersihkan sampah kayu bekas renovasi dan sampah lainnya yang berserakan di halaman sekolah. Sampah-sampah ini terbawa banjir yang menggenangi sekolah sejak Kamis (16/1)

PALEMBANG — Hujan yang terus mengguyur Metropolis akhir-akhir ini membuat air naik. Akibatnya, beberapa sekolah yang berdekatan dengan rawa dan sungai tergenang air (kebanjiran, red). Salah satunya SMP Negeri 12 Palembang di Jl Mataram, Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati yang kebanjiran sejak Kamis (16/1) dengan ketinggian sebatas mata kaki (5 cm, red).

Walau demikian, kondisi tak mengganggu aktivitas sekolah. “Sebab hanya halaman sekolah yang kebanjiran,” ujar Kepala SMP Negeri 12, Mgs A Fauzi SPd MM, Sabtu (18/1). Tetapi akibatnya, banyak sampah yang dibawa air banjir berserakan.

“Kami melibatkan seluruh siswa dan guru kerja bakti membersihkan sampah,” tutrnya. Kebetulan sekolah ini habis direhab jadi masih cukup banyak sampah kayu dari bangunan. Menurut Fauzi, khusus hari itu (Sabtu, red) siswa tidak belajar karena diminta kerja bakti.

“Kita bersama-sama membersihkan ruang kelas dan halaman sekolah,” tuturnya. Kerja bakti ini, kata Fauzi, juga untuk menanamkan ke peserta didik mencintai lingkungan sekaligus mendidik mereka bekerja mandiri.

Ini juga berguna, kata Fauzi, agar sekolah dapat menuju Adiwiyata setelah mendapat binaan dari SMPN 13 Palembang. “Siswa diharap memiliki rasa tanggung jawab atas kebersihan kelasnya masing-masing,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan, pihak Disdikpora telah memprogramkan agar seluruh sekolah yang berada di dekat rawa dan sungai direnovasi dan dbuatkan penyaluran air supaya aliran air dari rawa dan sungai tidak mengalir ke sekolah.

“Saat ini cuaca hujan terus. Jadi kita imbau sekolah yang terkena banjir selalu membersihkan sampah-sampah lingkungan sekitar agar tak menimbulkan penyakit. Tahun ini kita akan menuntaskan masalah banjir di sekolah yang dekat rawa atau sungai,” pungkasnya. (cj4/fad/ce1)

Sumatera Ekspres, Senin, 20 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: