Sawah-Fasum Terendam Banjir


Sawah-Fasum Terendam Banjir
Sawah Terendam: Ratusan sawah di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, terendam banjir. Akibatnya, warga belum bisa menanam adi d sawahnya. Sementara itu, jalan negara yang menghubungkan Jakabaring-Pemulutan juga terendam banjir

SUMSEL — Ratusan hektare sawah di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, sudah dua minggu terakhir terendam banjir. Akibatnya, para petani tidak bisa menanam bibit padi. Padahal, di awal tahun 2014 merupakan jadwal para petani menanam padi.

Sarto (42), salah seorang petani mengatakan, air merendam sawah dengan ketinggian sekitar dua meter hingga menutupi seluruh areal. “Lumayan dalam, akibatnya kami terpaksa menunda menanam bibit dengan kondisi sawah seperti itu,” katanya, kemarin (19/1). Akibatnya, ia harus menunggu air surut untuk mulai menanam. Lebih lanjut ia menerangkan, ada sekitar ratusan petani yang mengalami nasib seperti dirinya.
Meluapnya sungai dua minggu terakhir juga menyebabkan banjir di permukiman penduduk hingga memasuki rumah warga dengan ketinggian sekitar mata kaki orang dewasa. Bebeapa fasilitas umum (fasum), seperti dermaga, sekolah, dan jalan setapak, tidak luput dari bajir.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Banyuasin, Harobin Mustofa melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Fahrurrozi meminta kepala desa setempat membuat laporan yang diteruskan ke Camat Rambutan dan BPBD Kesbangpol Banyuasin. “Biar bisa kami inventarisir, dan korban banjir bisa diberikan bantuan tanggap darurat. Soal sawah yang kebanjiran, nanti kami koordinasi dengan distanak Banyuasin,” singkatnya.

Sungai Batang Hari Leko di Desa Pengaturan, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin meluap. Kondisi ini mengakibatkan beberapa akses jalan desa tergenang air.

“Jalan ini merupakan jalan produksi menuju kebun karet warga. Hampir 80 persen warga desa melalui jalan ini untuk mengankut hasil bumi. Sedangkan jalan menuju ibu kota belum selesai. Tentu akan mengganggu aktivatas warga di sini saat banjir datang,” ujar Jauhari, tokoh masyarakat Desa Pengaturan.

Terkait hal ini, Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi mengatakan, jika banjir tahun 2014 memasuki siaga satu. “Kami imbau agar masyarakat untuk tetap waspada, dan tetap menjaga anak-anak agar tidak lepas dari pantauan. Saya juga berharap sesama warga untuk saling memantau dan tetap melakukan gotng-royong,” ujar Beni.

Terpisah, jalan negara atau Jalan Lingkar Selatan dari simpang empat Musi II menuju Jakabaring di wilayah Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan ilir sudah terendam banjir.

Menurut Kades Ibul III, Kecamatan Pemulutan, Bahsan Muharram, selain jalan negara, puluhan rumah penduduk ikut terendam. “Data sementara ada 23 rumah yang terendam banjir di desa saya,” lanjut Bahsan.

Di sisi lain, momen banjir dimanfaatkan sekelompok pemuda menjadi “Pak Ogah.” “Ada untungnya ada “Pak Ogah,” karena kami diatur agar tidak terjebak di lubang jalan yang terendam banjir,” ujar Asep, salah seorang pengendara. (qda/yud/sid/lia/ce5)

Sumatera Ekspres, Senin, 20 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: