Ombak Tinggi Tunda Pelayaran


Ombak Tinggi Tunda Pelayaran
Lempar Jangkar: Kapal Srikandi Nusantara yang baru berlayar dari Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) harus membatalkan keberangkatannya menuju Pelabuhan Tanjung Kelian, Bangka, kemarin (18/1) karena ombak yang tinggi mencapai 3-4 meter di perairan Selat Bangka. (foto bawah) penumpang yang terlantar di Pelabuhan TAA

BANYUASIN — Tingginya ombak di perairan Selat Bangka yang mencapai 3-4 meter membuat pelayaran kapal dari Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) menuju Tanjung Kelian, Bangka, tertunda. Bahkan kemarin (18/1), satu trip gagal dilakukan, yakni pelayaran pukul 12.00 WIB yang menggunakan Kapal Srikandi Nusantara.

Dampaknya, ratusan penumpang serta kendaraan yang sudah sempat masuk ke kapal tersebut harus balik kanan ke pelabuhan. Kepala Pelabuhan TAA, Suddin Saputra mengatakan, penundaan sudah dilakukan sejak Jumat (17/1) hingga hari ini (19/1). “Itu sudah maklumat dari syahbandar,” katanya ketika dibincangi wartawan koran ini di Pelabuhan TAA, kemarin.

Biasanya, ungkap Suddin, keberangkatan dilakukan lima trip, yakni pukul 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, dan 17,00 WIB. Oleh karena pemberangkatan siang kemarin ditunda, maka pihaknya melakukan penggantian pola. “Jadi besok (hari ini, red) pada pukul 05.00, 07.00, dan 09.00 WIB,” terangnya. Menurut Suddin, pihaknya tidak bisa memprediksi apakah kejadian tersebut akan kembali berlanjut. Sebab, faktor alam tidak bisa diduga-duga begitu saja. “Kalo cuaca buruk, tentu kami tidak berani mengambil risko,” tegasnya.

Dia menuturkan, tak ada kerugian besar yang diderita atas kejadian tersebut. Hanya saja, pihaknya mengalami kendala kekurangan air bersih lantaran selama ini hanya mengandalkan air tangki yang berasal dari Kota Palembang. “Menumpuknya penumpang membuat kebutuhan air jadi lebih banyak, padahal sehari kita hanya membeli enam ribu liter air. Karena penumpang menginap, air jadi lebih cepat habis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Lalu Lintas Angkutan Sungai, danau, dan Penyeberangan (LLASDP) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Mangasi Sinaga, mengatakan, pihaknya senidir tak basa berbuat banyak lantaran faktor cuaca tersebut. “Kita hanya mengacu dari pihak syahbandar. Jika mereka tidak memperbolehkan kapal untuk berlayar, ya kita harus mengikutinya. Karena memang sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” terang Mangasi.

Untuk itu, dia meminta penumpang agar tetap bersabar dan menerima hal ini. “Hal ini tidak hanya terjadi untuk pelabuhan kita saja, tapi juga pelabuhan lain yang perairannya mengalami cuaca buruk dan terkena ombak besar,” jelasnya. Panpauan Koran Ini, akibat penundaan keberangkatan kemarin, penumpang menumpuk di pelabuhan yang baru diresmikan Desember lalu ini. Mereka memanfaatkan ruang tunggu sebagai tempat tidur dangan menggelar tikar dan beberapa kertas koran bekas demi menanti keberangkatan hingga Subuh hari ini.

Yans Abi (23), salah satu penumpang yang menunggu, mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. “Saya sudah masuk kapal tadi sekitar pukul 12.00, tapi bersama penumpang lain disuruh keluar lagi, padahal sudah sangat lega bisa berangkat,” terang pria asal Bandar Lampung itu.

Menurut Yans Abi dirinya kecewa lantaran sebelumnya, sekitar tiga hari yang lalu, juga gagal berangkat dari Pelabuhan Boom Baru. “Kemarin karena tidak ada keberangkatan selama dua hari berturut-turut, sejak 16-17 Januari,” ungkap Yans Abi yang mengaku baru pertama kali ke Bangka lewat Pelabuhan TAA.

Atia (22), penumpang asal Bangka juga mengaku kecewa karena sebelumnya dia sudah siap masuk kapal untuk berangkat pada pukul 12.00 WIB kemarin. “Jelas kecewa kerena lama menunggu sampai besok (hari ini). Apalagi, pelayanan di pelabuhan ini masih kurang. Petugas tidak menuliskan jelas jadwal keberangkatan dalam tiket, sehingga saya dan penumpang lain tidak tahu kepastian jadwal berangkat,” paparnya.

Selain itu, tidak satu pun aparat kepolisian yang ditugaskan, sehingga sering menimbulkan rasa kurang nyaman bagi para calon penumpang unutk menginap di pelabuhan tersebut. “Saya pikir naik kapal ke Bangka lebih cepat dari pesawat yang biasanya delay. Eh gak tahunya justru tambah parah,” ujarnya.

Semakin sore suasana di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api semakin ramai. Puluhan mobil pribadi dan truk un terlihat memenuhi parkiran. Selain penumpang yang datang, ratusan penumpang yang batal berangkat menghilangkan rasa jenuh dengan menonton televisi bersama di ruang tunggu yang disiapkan pihak Pelabuhan TAA. Sementara yang lainnya terlihat tidur dan bercengkrama dengan bersama calon penumpang lain. Terlihat lelah di wajah calon penumpang yang sudah menunggu untuk berangkat ke tempat tujuannya. (rip/uni/ego/ce1)

BMKG Prediksi Larangan Diperpanjang
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MBKG), cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir disebakan dua fenomena alam. Pertama, adanya tekanan rendah di Filipina dan Australia yang menyebabkan curah hujan tinggi. Kedua, naiknya air laut yang mencapai dua meter. Kasi Informasi dan Data BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Sumsel, Indra Purnama, mengatakan, faktor kedua yaitu naiknya air laut yang mempengaruhi transportasi pelayaran, terutama di perairan Palembang menuju Bangka.

“Syahbandar telah menerbitkan larangan berlayar selama tiga hari mulai dari Kamis (16/1). Namun melihat ketinggian gelombang di Selat Bangka bagian selatan yang mencapai tga meter, kemungkinan larangan akan diperpanjang. Setidaknya hingga tiga hari ke depan,” paparnya.

Sebelumnya Syahbandar suah melayangkan surat edaran. Pelaksana Harian Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang, Alex Rehutabarat, mengatakan, pihaknya mengintruksikan penundaan keberangkatan kapal di dalam surat edaran tersebut.

“Pihak pengguna jasa angkutan laut, perusahaan pelayaran, dan nakhoda kapal untuk melakukan penundaan keberangkatan kapal pada perairan yang terjadi cuaca ekstrem,” ungkapnya dalam surat tertanggal 15 Januari tersebut. (rip/cj8/ego/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 19 Januari 2014

Advertisements

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: