Pengguna dan Pembuat Ijazah Palsu Ditangkap


Pengguna dan Pembuat Ijazah Palsu Ditangkap
Proses Hukum: Pengguna ijazah palsu, tersangka Amri (duduk kiri), dan pembuat ijazah palsunya, tersangka Defri (duduk kanan), sudah diamankan di Mapolresta Palembang untuk proses hukum

Oleh Staf Unanti, Hendak legalisir

PALEMBANG — Kejelian pihak staf administrasi Universitas Tridinanti (Unanti) Palembang berhasil mendeteksi ijazah palsu yang hendak dilegalisir. Selanjutna, satpam kampus langsung membekuk tersangka Amri Apriadi (36), warga Dusun Baturaja, RT 04/02, Kelurahan Batu Raja Lama, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Saat ditangkap, Kamis (16/1), sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka Amri menyodorkan ijazah palsunya, minta dilegalisir di gedung rektorat kampus Unanti, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang.

“Pertama kali diketahui staf administrasi kami yang curiga dengan bentuk ijazah milik dia (tersangka Amri, red). Setelah dicrosscheck, ternyata benar banyak perbedaan, sehingga langsung kami amankan,” ungkap Pembantu Rektor II Unanti Palembang, Kamsrin Sa’i, saat membuat laporan polisi ke SPK Terpadu Polresta Palembang.

Menurut Kamsrin, perbedaan itu dari segi bentuk kertas dan hologram yang tidak terdapat di ijazah palsu. Selain itu, nomor induk mahasiswa (NIM) dalam ijazah milik tersangka Amri, berbeda dengan jurusan yang semestinya. “Seri depan NIM nomor 05 di kampus kami, jurusan Akuntansi. Sementara di ijazah ini, tertulis jurusan Manajemen. Itulah salah satunya yang membaut staf kami curiga,” terang Kamsrin.

Tak cukup hanya mengamankan pengguna ijazah palsu kampusnya, Kamsrin menambahkan, pihaknya juga mengatur strategi untuk manangkap pembuatnya. Tersangka Amri disuruh menghubungi pembuatnya, lalu datang bertemu di Jl Jenderal Sudirman, depan SMAN 3 Palembang. “Langsung kami tangkap pula si pembuat ijazah palsu itu,” tegasnya. Tersangka pembuat ijazah palsu itu, Defri Mustakim (36), warga Jl Mayor Zen, RT 1,7, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang. Ternyata, Defri merupakan mantan pegawai tata usaha (TU) di Fakultas Teknik Unanti Palembang. Dia dipecat tahun 2007 lalu, dan ternyata sempat mencuri cap stempel milik Unanti Palembang.

Diakuinya, dia sudah tiga kali membuat ijazah palsu dengan upah Rp 5 juta untuk setiap ijazah. Untuk pembuatannya, dia bekerja sama dengan Bertus, warga Baturaja, Kabupaten OKU. “Punyo Amri ini aku cuma dapat Rp 5 juta. rp 5 juta lagi di Bertus, jadi total Rp 10 juta. Aku bikin pake printer biaso, tahun 2011 kemarin, idak sulit buatnyo,” katanya.

Berbekal cap stempel Unanti Palembang yang dicurinya, tersangka Defri yakin tidak akan mendapatkan masalah di kemudian hari. “Yang pertamo untuk aku dewek, yang keduo untuk uwong Bangka. Yang ketigo si Amri ini aku bikinke. Pakai cap itulah, tapi pas dio (Amri) ni kepergok,” cetusnya.

Selain membuat ijazah, tersangka Defri juga melayani untuk menaikkan nilai pada ijazah. Biayanya cukup Rp 200 ribu. Selama tujuh tahun bekerja di Unanti Palembang, tersangka Defri mengaku sedikitnya sudah ada lima mahasiswa setempat yang minta bantuan kepadanya. “Misalnya, IPK 2,9 bisa aku naikkan jadi 3,1 dengan harga Rp 200 ribu-Rp 500 ribu, tergantung besarnya untuk setiap pningkatan nilai,” ujarnya.

Sementara itu, pengguna ijazah palsu itu, Amri, berdalih dirinya sebagai korban. “Aku tu untuk cadangan bae kalau berhenti dari tempat gawe aku sekarang. Jadi aku ngomong dengan Bertus, kawan di Baturajo minta bikinke ijazah. Aku bikin dan kasih duit Rp 10 juta. Pas baru nak kucubo legalisir, inilah pertamo kalinyo, aku langsung ditangkap. Padahal aku ni korban,” kelitnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Djoko Julianto SIk MH, mengatakan, pihaknya telah menerima serahan tersangka pembuat ijazah palsu dan pengguna dari pihak Unanti Palembang. “Selanjutnya akan diproses sesuai dengan Pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun,” ujar Djoko didampingi Wakasat Reskrim, AKP Edi Rahmat Mulyana, dan Kanit Harda, Iptu Deli Haris SH. (aja/air/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 17 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: