Dirikan 50 Posko Kesehatan


Dirikan 50 Posko Kesehatan
Tinjau: Wako Romi Herton Meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, kemarin (16/1). Tampak jalan setapak pada salah satu lorong di kawasan itu mulai terendam air meski belum tinggi

PALEMBANG — Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir membuat debit air Sungai Musi naik. Rumah-rumah warga di bantaran Sungai Musi dan beberapa anak sungai seperti Sungai Bendung, Sungai Buaya, dan lainnya terendam. Pemkot Palembang pun melakukan tanggap darurat dengan mendirikan 50 posko kesehatan. Apalagi, diperkirakan tiga hari ke depan merupaan puncak banjir tertinggi untuk tahun ini. Wali Kota Palembang, H Romi Herton SH, mengatakan, 50 posko kesehatan disebar pada setiap sudut kawasan yang berpotensi dan rawan tergenang banjir. Pendirian posko dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang.

“Banjir yang melanda sekarang sudah skala nasional, termasuk Palembang. Bahkan negara lain juga,” Katanya disela-sela peninjauan banjir di Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, kemarin (16/1).

Hasil pemantauan hingga kemarin, banjir yang terjadi masih dalam tahap wajar dan belum membahayakan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Terlihat dari beberapa titik yang biasanya menjadi langganan banjir, ketinggian airnya tidak mengkhawatirkan.

Kendati begitu, Pemkot Palembang tetap bersiaga, mengingat beberapa daerah hulu seperti Ogan Komering ilir (OKI), Muratara, Ogan Ilir (OI), dan lainnya sudah banjir besar.

Kata Romi meningkatnya permukaan air Sungai Musi tidak hanya siklus tahunan atau lima tahunan. Tapi juga karena hujan turun dengan intensitas tinggi. Daerah Palembang yang paling rawan banjir yakin kawasan di sekitar pertemuan arus sungai di Muara Ogan. “Daerah paling rawan ya di Sungki ini,” katanya.

Luapan air sungai ini salah satunya karena tidak tertampungnya air yang mengalir dari anak-anak Sungai Musi. Kondisi diperparah dengan perilaku dari masyarakat yang kurang peduli dengan kebersihan sungai. “Untuk meningkatkan kebersihan sungai, perlu digalakkan pembersihan sungai-sungai yang ada pada tiap kecamatan,” cetusnya.

Kadinkes Kota Palembang, dr Anton Suwindro menambahkan, pihaknya akan mendirkan 50 posko secara menyebar pada kawasan berpotensi banjir. “Data ini kami dapatkan dari data tahunan, mana daerah yang langganan banjir,” bebernya. Pada satu posko standarnya disiapkan 4-5 dokter, dua tenaga medis dan satu sopir ambulance. Posko dilengkapi dengan obat-obatan yang cukup. “Biasanya penyakit kulit dan kaki ngilu karena selalu terendam air. ISPA juga bisa meningkat,” tukas Anton. (yun/ce1)

Sumatera Ekspres, Jumat, 17 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: