Banjir Melanda Banyuasin-Sekayu


Banjir Melanda Banyuasin-Sekayu
Naik Perahu: Banjir di Desa Lebung, Kecamatan Banyuasin, membuat akses jalan warga terendam. satu-satunya cara untuk berpergian adalah dengan perahu. Sayang bantuan dari Pemkab Banyuasin belum diperoleh warga

SUMSEL — Sekitar ratusan kepala keluarga Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, sudah beberapa hari terakhir ini terganggu aktivitasnya. Hal ini disebabkan debit air Sungai Musi meluap. Air pun memasuki permukiman penduduk. Rahmad (37), warga Dusun IV, Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur mengatakan, meluapnya air Sungai Musi sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Akses jalan warga pun terendam banjir. “Akses jalan kami terendam banjir sehingga warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari,” ujarnya ketika ditemui koran ini, kemarin (16/1).

Masih kata dia, banjir yang melanda pemukiman penduduk sudah mencapai setinggi lutut orang dewasa. Sampai saat ini warga belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin seperti sembako dan lain sebagainya. Padahal warga sangat membutuhkannya. “Kami sangat butuh bantuan dari pemkab, namun sampai saat ini belum ada bantuan,” terangnya.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin, Dani Maulana menegaskan, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan laporan terkait banjir yang melanda Desa Lebung. “Untuk sementara bencana banjir di Kabupaten Banyuasin melanda beberapa desa di dua kecamatan, yakni Kecamtan Pulau Rimau dan Air Kumbang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk di Kecamatan Air Kumbang banjir setinggi satu meter melanda dua desa yakni Desa Panca Mulya dan Desa Tirta Makmur dengan korban sebanyak 250 KK. Sedangkan di Kecamatan Pulau Rimau bencana banjir merendam Desa Tabuan Asri setinggi lebih dari satu meter.

Sementara itu, ketinggian air di tanggul penahan air Kecamatan Sekayu telah mencapai 270 cm. Ketinggian tanggul hanya 290 cm. “Menghadapi situasi ini, BPBD beserta tim terus mengawasi secara intensif kenaikan permukaan air di tanggul penahan air Kecamatan Sekayu. Dan siap melaporkan secara berkala kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Muba setiap perkembangan yang terjadi,” kata Ahmad Fanfani Syafri ST MT, saat ditemui koran ini, kemarin.

Sementara itu, jika hujan terus mengguyur Kabupaten Ogan Ilir, dipastikan tidak hanya lima kecamatan di Kabupaten OI yang kebanjiran.

“Kami mengkhawatirkan Kecamtan Pamulutan yang bakal kebanjiran. Saat ini baru lima kecamatan yang sudah kebanjiran, yakni Kecamatan Muara Kuang, Rambang Kuang, Lubuk Keliat, Rantau Panjang, dan Rantai Alai,” ujar Kepala BPBD Pemkab OI, Drs A Syarkoni. (qda/yud/sid/lia/ce5)

Sumatera Ekspres, Jumat, 7 Januari 2014

About Iwan Lemabang
Aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: